
Siang itu di sebuah kamar gedung serba guna yang sudah di sewa sebelumnya oleh Robert,Mini di rias oleh seorang MUA di pakainya kebaya karya mis Tiwi di kenakannya kerudung berwarna putih di hiasi mahkota dan bunga melati khusus pengantin.
"Selesai...cantik nya pengantin kita"kata MUA yang merias Mini teh Novi yang membantu disana pun terlihat sangat antusias melihat adiknya manjadi seorang pengantin sungguh dirinya sangat berbeda dari kesehariannya,kini Mini nampak bagaikan boneka barbie namun wajahnya khas sunda.
"Aih...adik teteh cantik banget"teh Novi gemas pada Mini.
"Apaan sih Teh"Mini malu.
"Ini pakai sepatunya"teh Novi memberikan kotak sepatu yang telah di berikan oleh Robert tempo hari kotak sepatu yang belum sama sekali di lihat isinya oleh Mini.
Ketika mereka membuka kotak tersebut.
Jeng...jeng....jeng...
Sepatu hils berwarna putih berujung lancip setinggi 10cm.
"Hah...pak Robert apa-apaan sih dia fikir aku bisa pakai barang begini kali"protes Mini.
"Di coba dulu Min kali bisa"saran teh Novi.
Mini pun mencobanya dia lalu belajar berdiri dan berjalan tapi tidak bisa berjalan dengan benar beberapa kali dirinya hampir terjatuh karena tidak bisa menahan langkahnya.
"Sudah siap mempelai prianya sudah tiba tuh"ucap salah satu warga yang ikut membantu pernikahan ini yang tak lain adalah ibu RT setempat.
Ibu RT juga mengenal Virgo dan keluarganya sebelum mereka pindah ke daerah rumah real estate di daerah lain.
"Sudah bu RT"kata teh Novi.
Teh Novi akhirnya membantu Mini berjalan dia memeluk tangan adiknya agar tidak terjatuh saat berjalan menuju meja ijab kabul.
Virgo dan keluarga beserta Robert dan kawan-kawan dekatnya datang bersamaan,Virgo heran melihat Mini yang nampak kesusahan berjalan.
Tapi Mini lebih di buat heran dan terkejut lagi oleh penampilan Virgo,dia nampak tak segembul beberapa minggu yang lalu,bahkan badannya boleh di bilang kembali proposional seperti masa SMA dulu.
"Tu...tunggu dulu apa itu kak Igo?"Mini menghentikan langkah kaki teh Novi saat menuntunnya berjalan menghampiri Virgo.
"Iya Min...itu calon suami mu"teh Novi meyakinkan.
"Tapi seingat ku kemarinnya dia tidak seperti itu teh"Mini takut salah orang.
Robert akhirnya mengahampiri Mini dan berbisik.
"Bos kemarin keluar negri operasi sedot lemak biar enak di lihat saat berdampingan dengan mu"bisiknya.
Mini menganga.
"Sampe segitunya?niat bener"Mini keceplosan.
"Ya niat lah Min kan Virgo serius sama kamu gimana sih"celetuk teteh.
hahaha teteh nggak tahu ajah cerita di balik layar ini sih
Batin Mini.
Virgo akhirnya menghampiri Mini yang berhenti tak jauh darinya.
"Kenapa?"tanya Virgo sambil menunjuk tangan teteh yang menggandeng tangan Mini.
__ADS_1
"Hehe susah jalan sepatunya ketinggian"Mini malah cengengesan.
Virgo langsung melihat ke bawah dan dia langsung melihat Robert.
"Bet...elu gimana sih milihin sepatu model begitu terang ajah dia nggak bisa jalan,dia kan bukan cewe tulen"Virgo marah-marah pada Robert tapi Mini tak terima dirinya di sebut bukan cewe tulen.
Mini mencubit pinggang Virgo hingga Virgo mengaduh.
"Aaa aw sakit Ge"
"Ya...elu apa-apaan bilang gue bukan cewe tulen"Mini sewot.
"Ya emang bener kan?"
Mereka malah jadi bertengkar sebelum pernikahan membuat semua yang ada disana tertawa melihat adegan pertengkaran antara mempelai sebelum pernikahan.
"Sudah bertengkarnya nanti lagi kalian jadi mau menikah tidak"ucap papah Sunjaya.
"Ya jadi lah pah"ucap Virgo.
"Ayo"Virgo langsung menarik tangan Mini dia lupa Mini kesusahan berjalan karena sepatunya hingga Mini hampir saja terjatuh tapi untung saja Virgo refleks dan langsung menangkap tubuh Mini hingga mereka pun berpelukan Mini terkejut karena sekarang jarak diantara kedua sangat dekat.
"Aih...di cantik banget sih"ucap Virgo dalam hatinya.
"Ehmmmm"para orang tua berdehem melihat aksi mereka yang romantis itu.
"Cie...cie..."ledek ketiga adik Virgo.
Hingga membangungan lamunan Virgo.
"Bisa tapi pelan-pelan"kata Mini.
Virgo pun menuntun Mini perlahan tapi karena jalannya Mini terlalu lama akhirnya Virgo langsung menggendong Mini ke meja penghulu.
"Aaaa"Mini berteriak karena terkejut Virgo tiba-tiba menggendongnya.
"Cie...cie..."sorak adik-adik Virgo lagi.
"Ini maksud ku bos begini konsepnya sebenarnya"gumam Robert senang melihat aksi bosnya yang sangat romantis.
Acara ijab kabul pun di mulai.
Sah...sah...sah...
Setelah semua saksi mengatakan sah Cincin pernikahan pun di sematkan di jari keduanya,Mini mencium tangan Igo dan Igo mencium kening Mini walau Mini sedikit terkejut dengan ciuman ini tapi dia tidak bisa menolaknya karena biar bagaimana pun Virgo menikahinya secara sah bila di protes nanti bisa terjadi kebingungan di mata semua orang.
Mini Dan Virgo duduk bersanding dipelaminan,konsep pernikahan sederhana yang mereka lakukan ada pelaminan karena mereka mengundang keluarga dan juga teman-teman terdekat saja.
Mini terlihat kesusahan mengenakan sepatu hils itu,Virgo akhirnya menyuruhnya duduk kemudian Mini terkejut karena Virgo tiba-tiba bersimpuh di hadapannya dan melepaskan sepatu Mini.
"Kak elu apa-apaan sih gue bisa sendiri"Mini protes.
"Kalo elu bisa sendiri kenapa dari tadi nggak elu lepas Gege"Virgo kesal"Udah nggak usah di pake lagi acaranya juga sebentar lagi selesai".
"Cie...cie...pengantin baru ribut ajah kerjaannya dari tadi"ledek Leona dan Robert.
"Bet...elu sengaja milih sepatu model begini buat istri gue"Virgo sewot sambil menunjukan sepatu.
__ADS_1
Istri...nggak salah dia bilang aku ini istrinya.
"Hahaha emang sengaja bos biar ada momen kaya tadi tuh"ledek Robert.
"Sialan lu"Virgo melempar sepatu Mini ke arah badan Robert.
Ribert dan Leona hanya tertawa saja,manyaksikan kekesalan Virgo.
Acara pernikahan pun selesai semua kerabat dan kawan-kawan telah kembali ke rumah mereka masing-masing,sementara Mini langsung di bawa ke rumah Virgo.
Sebelum menuju rumah Virgo Mini pamit pada Bapaknya dan juga tetehnya.
"Sering-sering tengok bapak ya Min"ucap teteh.
"Iya yeh"ucap Mini lirih.
Mini pun masuk kedalam mobil pengantin dimana hanya Mini,Virgo dan Robert yang mengendari mobil tersebut.
Mobil yang di kendari Robert pun tiba di halaman rumah Virgo,kedua pengantin baru pun di persikahkan masuk ke kamar mereka.untuk sementara ini mereka tinggal satu kamar.
Di dalam kamar.
"Kak...kok kita satu kamar?"tanya Mini bingung.
"Eh...ngaco masih ada mamah sama papah masa kita tidur misah kamar ngaco lu ya?nanti mereka mikir apa kalo penganten baru tudurnya misah"
"Kok gue jadi merinding ya denger elu bilang kita pengantin baru kaya bener ajah"
"Ya emang bener kan?kita ini udah sah jadi suami istri"
"Hadueh...ucapan elu makin nakuti kak"
"Sialan lu lu fikir gue hantu apa"Virgo melempar bantal ke arah Mini.
Mini hanya tersenyum.
"Tapi tepatin janji lu ya...jangan sentuh gue"
"Iya...takut amat sih"Virgo mengganti pakaiannya di kamar mandi dia mengganti pakaian pengantinnya dengan setelan piyama karena hari sudah malam juga dirinya ingin segera istirahat.
Mini pun bergantian mengganti pakaiannya di kamar mandi dia melepas kerudungnya dan memakai setelan baju tidur juga,ketika dirinya keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan jilbab Virgo yang sedang melihat ponselnya tanpa sengaja melihat istrinya keluar dari kamar mandi tanpa hijab dengan rambut di gerai membuatnya tertergun.
"Kenapa ngeliatnya begitu?"Mini bingung.
"Nggak nggak apa-apa cuma gue baru pertama kali ngeliat rambut panjang elu,rambut elu lucu juga panjang sepinggang tapi keriting di bawahnya"
"Iya keturunan begini hehe,oia kita tidur nya gimana ini?"
"Ya udah gue tidur di sofa elu tidur di kasur ajah"Virgo mengalah.
"Serius nggak apa-apa elu tidur di sofa?"
Virgo mengangguk.
...~~~~~...
Bersambung.
__ADS_1