I Love You Bos N'Dut

I Love You Bos N'Dut
USG


__ADS_3

Sore hari ketika mentari telah bersiap mengganti sinarnya dengan rembulan,seorang anak manusia sedang bersiap-siap untuk pergi menuju klinik dokter kandungan,dia mempersiapkan buku berwarna pink bergambar sepasang suami istri menggandeng seorang anak.


"Sudah siap.semuanya?"tanya Virgo saat melihat istrinya telah bersiap.


"Sudah kak..."


"Halo anak papah...hari ini mamah periksa buat lihat keadaan kamu di dalam perut sayang..."Virgo mengelus dan berbicara dengan calon anaknya.


Perut Mini bergerak-gerak.


Virgo dan Mini yang merasakan bayi dalam perut aktif tersenyum gembira.


Mereka pun keluar dari ruko dan menuju klinik dokter kandungan.Virgo mengendarai motornya,dia tidak menggunakan mobil karena istrinya kurang bersahabat dengan benda itu walau mereka mempunyainya sekarang ini berkat kerja keras mereka tentunya.


Motor yang di kendarai Virgo pun tiba di tempat tujuan mereka,mereka menunggu antrian yang sudah sesuai jadwal,dan akhirnya tibalah giliran Mini masuk ke dalam ruang pemeriksaan.


Dokter mengoleskan gel dingin di perut Mini dan mulai meletakan alat di posisi itu dan terlihatlah gambar di layar minitor mesin USG Virgo terlihat antusias saat melihat calon bayinya di layar monitor.


"Bayinya sehat,aktifdan air ketuban pun bagus,jenis kelamin bayi laki-laki,berat badan bayi cukup"jelas dokter.


"Laki-laki dok..."Ucap Virgo antusias dia terlihat senang sekali.


Mini tersenyum melihat reaksi suaminya.


"Sayang anak pertama kita laki-laki"masih dengan wajah berbinar.


"Iya kak....kamu senang sekali kelihatannya"


Virgo masih takjub melihat layar monitor.


Pemeriksaan selelsai Mini menebus obat di apotek klinik tersebut,tepatnya lebih banyak vitamin untuk bayi dan ibunya.


Virgo masih terlihat senang meski sudah keluar dari klinik tersebut,mereka pun akhirnya menaiki motor,dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.


"Aku nggak rela dia melahirkan anak mu Vir...aku nggak rela dia melahirkan pewaris dari keluarga mu Vir....nggak akan rela"gumam Alula sambil mencengram stir dengan kuat.


Mini dan Virgo kembali ke ruko mereka dan segera masuk saat di kamar lantai dua ruko,Virgo.berbicara lagi dengan bayi yang masih di dalam perut itu.


"Hai...jagoan papah...sehat selalu ya.... pantas kau aktif banget tenyata kau laki-laki mau cepat keluar ya...main bola sama papah"Virgo mengelus perut istrinya dan bayi didalam perutnya pun bereaksi perut Mini menonjol kesana dan kesini.

__ADS_1


Virgo semakin senang dan semakin tidak sabar menunggu anak.itu lahir kedunia dan menggendongnya,ini akan menjadi pengalaman pertamanya dan tak akan dia lupakan.


"Sayang...besok kita beli perlengkapan bayi yuk buat si boy"ajak Virgo.


"Terus produksi gimana?"


"Biar anak-anak yang urus lah...mereka kan bertiga sudah biasa kerja masa harus di awasi terus hihi aku pengen beliin dia sesuatu anak papah mau kan ya besok jalan-jalan sama papah"


Duk....


"Aw...kak...dia nendang ini"Mini merasakan ngilu saat anak itu menendang perutnya.


"Iya berarti dia setuju dengan papahnya"


"Iya...iya...mamah akan ajak dede jalan-jalan ya...sama papah dede senang ya..."Mini pun mengelus perutnya dan berbicara dengan calon bayinya.


Ke esokan harinya Mini dan Virgo bersiap pergi,hari ini Virgo pergi menggunakan mobil walau tadi sempat.berdebat dengan Mini karena dirinya tidak suka berada di dalam mobil.


"Kita bisa matikan ACnya sayang dan kamu buka jendela sedikit agar udara masuk biar kamu nggak mabuk"


Mini cemberut tidak setuju.


Mini akhirnya menagngguk,dirinya berfikir suaminya benar juga bisa-bisa mereka nanti kesulitan bila membawa motor karena pasti Virgo akan membeli banyak barang hari ini dia pasti tak bisa melihat barang unik dan lucu dan lebih parahnya lagi dia pasti akan menghabiskan uangnya tanpa berfikir.


"Kak...boleh aku minta sesuatu?"ucap Mini sebelum mereka pergi.


"Ya....apa sayang?"


"Beli barang sesuai kebutuhan saja ya...jangan beli yang nggak penting ingat gaji karyawan"


"Ooo itu iya...hehe kamu tahu ajah aku ini boros"


"Mangkanya jangan di biasain"


"Iya sayang tenang saja"


Mini tersenyum pada suaminya.


"Tujuh bulanan nanti mau dia adakan dimana sayang di rumah teh Novi atau di rumah papah"tanya Virgo saat mobil melaju.

__ADS_1


"Terserah kamu kak...kita kan belum di suruh kembali kak sama papah mu,kita adakan syukuran di rumah teteh saja ya..."


"Iya benar juga sih kamu ya sudah kita adakan syukuran di rumah teh Novi saja ya,biar nanti kita undang papah dan mamah dan ketiga adik ku kesana"


Mini tesenyum pada suaminya,kadang dia berfikir Virgo memang sangat dewasa dia bisa menjadi panutan adik-adiknya,dia beruntung menjadi istrinya.


Mini benar-benar tak menyangka kalau jodohnya selama ini berada sangat dekat dengannya,Virgo selalu ada disisinya selama ini walau sempat menghilang selama 7tahun tapi takdir allah mengatakan lain,mereka harus bertemu kembali dan langsung di persatukan dalam ikatan pernikahan walau awalnya memang bentuk ke isengan Virgo hingga pernikahan ini terjadi tapi di balik itu memang ada rasa yang selama ini terpendam.


Mobil yang di kendari Virgo akhirnya tiba di tujuan,Virgo memarkir mobilnya di area parkir kemudian mereka akhirnya masuk ke dalam mal tersebut,Virgo menuntun tangan istrinya dan berjalan perlahan mengikuti langkah istrinya.


Mereka pun langsung masuk ke sebuah toko perlengkapan bayi,Virgo dan Mini memilih baju-baju bayi dan membeli kasur bayi,saat akan membeli itu sempat terjadi perdebatan antara mereka karena Virgo inginnya membeli box bayi tapi Mini tidak mau dia lebih suka kasur bayi karena dengan begitu dia tidak perlu repot menyusui bila bayi menangis temgah malam.


"Bahaya sayang gimana nanti kalau pas kita tidur dia ketindihan"


"Pasang kelambunya lah kak jadi ada penghalangnya lagian memangnya kamu tidurnya seperti apa sih tidur mu anteng kok bila sudah memeluk guling"jelas Mini.


"Oke kita ambil dua-duanya"


"Tapi..."


"Nggak usah pakai tapi ini anak pertama kita aku nggak mau terjadi sesuatu sama kalian oke...ngerti?"


Akhirnya perdebatan antara mereka berakhir dan akhirnya Mini mengalah menuruti suaminya membeli box bayi.


"Tapi bantu aku bila bayinya rewel tengah malam minta susu atau ganti popok"


"Iya...sayang aku kan suami siaga"


Mini tersenyum mendengar ucapan suaminya dia lalu mengelus-elus perutnya yang semakin membesar.tanpa mereka sadari ada seseorang yang tersenyum melihat kebersamaan mereka berdua.


"Senang melihat kalian berdua bahagia Gemini maafkan aku,karena tidak pernah menyadari keberadaan mu dulu"


"Pak...Puma ini berkasnya sudah selesai kita berangkat sekarang"tegur asistennya Puma.


"Hemm baik lah"Puma pun mengikuti langkah asistennya.


Sedangkan sepasang suami istri ini masih saja sibuk memilih barang-barang ditoko perlengkapan bayi.


...~~~~...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2