
Pagi itu seorang gadis berjalan terburu-buru di lorong sekolah dia mengejar waktu karena belum menyelesaikan tugasnya semalam,tapi langkahnya terhenti ketika seorang pemuda mencegatnya berjalan.
Gadis itu menoleh pada pemuda yang menghalangi jalannya.
"Minggir"kata gadis itu datar.
"Ge...sini sebentar"ajak Virgo menarik tangan Mini
"Ihhh apaan sih"Mini berusaha melepaskan tangannya dari Virgo.
"Ge...gue minta nomornya Alula dong..."rayunya.
"Ooo ya dah nanti gue tanyain tapi sekarang kasih gue jalan gue belum ngerjain tugas ini,bentar lagi bel masuk"Mini kesal.
"Beneran ya..."
"Iya...."kata Mini sambil berjalan menuju kelasnya.
Di dalam kelas Mini segera menyalin tugas teman sebangkunya Vika dan saat Alula datang dan duduk di depannya Mini langsung teringat Virgo yang tadi meminta nomornya.
Dan seketika Mini menghentikan kegiatannya dan langsung bicara dengan Alula.
"La...gue minta nomor hp lu dong"katanya to the point.
"Heh...emang elu punya hp?"
Alula bukan maksud merendah kan Mini tapi memang Mini tidak mempunyai hp dan dia menjadi heran karena Mini meminta nomor hpnya.
"Ya...nggak sih hehe tapi ada seseorang yang minta bantuan gue buat minta nomor lu"
"Siapa?"tanya Alula penasaran.
"Hemmm bilang nggak ya?"Mini seolah berfikir.
"Kalo orang nggak jelas gue nggak akan kasih,lagian kenapa dia harus minta sama elu kenapa nggak tanya langsung ke gue"
"Iya juga ya...hehe ya udah kalo elu nggak ngasih nggak apa-apa,gue mau nyalin ini dulu nih"Mini melanjutkan aktifitasnya.
Waktu terus berlalu hingga tak terasa jam istirahat tiba,Mini ke kantin untuk membeli minuman dingin mengusir rasa haus,tapi saat sedang menikmati minuman itu dirinya di kejutkan lagi oleh Virgo.
"Ge...gimana?"tanya Virgo tiba-tiba hingga hampir membuat Mini tersedak.
"Ah elu kak ngagetin ajah"Mini kesal dan memukul pundak Virgo.
Virgo hanya tertawa saja melihat reaksi Mini.
"Mana?"Virgo meminta sesuatu dari Mini.
"Apaan?"Mini bingung.
"Nomor Alula"bisik Virgo.
__ADS_1
"Ooo itu dia nggak kasih elu di suruh minta sendiri ke orangnya hahaha"Mini tertawa puas setelah melihat wajah kecewa tergambar jelas di wajah Virgo.
"Heeh temen nggak bisa di andelin lu"Virgo kesal dan meninggalkan Mini seorang diri.
Dan Mini kembali menikmati minumannya,tapi saat dia sedang menikmati minuman dingin itu matanya menatap seseorang yang selalu menggetarkan hatinya.
"Puma..."Gumamnya.
Mini menatap Puma diam-diam,Puma seorang pemuda berkulit coklat atau boleh di bilang hitam manislah...berambut hitam lurus,bermata lebar,dan bersuara serak entah kenapa Mini sangat mengagumi sosok Puma,padahal bila di bandingkan Virgo yang tampan,berkulit putih,atletis dan tinggi Puma tidak ada apa-apanya.tapi heran dirinya tidak tertarik dengan Virgo padahal mereka cukup dekat.
Mini melihat dan menikmati pemandangan di seberangnya ketika melihat Puma sedang bercanda gurau dengan teman-teman laki-laki sekelasnya,tawa Puma dan suara Puma sungguh mengalihkan pandangan Mini dari dunia ini haish...segitunya Min...
Hingga teguran dari seseorang membuayarkan pandangannya.
"Min..."tegur Virgo yang tiba-tiba menghampirinya lagi.
"Ah...elu ganggu ajah ada apa sih kak"Mini kesal karena dia sedang menikmati pemandangan yang indah menurutnya.
"Kenapa sih lu,lagi liatin apaan sih?"tanya Virgo.
"Nggak nggak liat apa-apa cuma lagi liat anak kelas sebelah pada bercanda ajah lucu ngeliatnya"
"Ooo si item dan kawan-kawannya"ucap Virgo asal menjuluki Puma.
Sebenarnya Mini kesal dengan mulut Virgo yang tidak bisa di saring itu,tapi dia tidak ingin menunjukan kalau dia menyukai Puma jadinya dia memilih untuk diam.
"Kenapa Alula nggak mau kasih nomornya sih ke elu?"Virgo masih penasaran.
"Nggak tahu kak mending kakak minta ajah langsung sama orangnya,Alula baik kok,udah baik,cantik,pinter lagi sempurna kan?"
"Iiihhh usaha sendiri lah masa kudu gue bantu juga"Mini manyun.
"Ayo...sih...nanti gue trakrir bakso mau kan?"masih merayu.
"Ahhh sogokan lu bakso doang yang lain sih"Mini sewot.
"Apa-apa mau elu apa nanti gue beliin"Virgo terlihat bersemangat merayu Mini.
"Apa ya...."Mini terlihat berfikir.
"Komik keluaran terbaru?"celetuk Virgo yang mengetahui kesukaan dari Mini.
"WAhhh serius elu mau beliin?"Mini terlihat antusiuas.
"Iya asal elu mau bantuin gue"
"Ya udah gue mau dah"Mini terlihat antusias.
"Eh...Min...dari tadi disini gue cariin juga"tegur Alula,dari balekang Virgo.
"Hehe pucuk di cinta ulam pun tiba"gumam Mini.
__ADS_1
"La...kak Igo minta nomor elu nih"Mini langsung to the point.
Plak...
Virgo langsung mengelepak kepala Mini.
Dan entah karena malu dengan Alula atau kesal dengan Mini dia langsung pergi dari hadapan mereka berdua.Alula nampak heran sedangkan Mini biasa saja dia tidak perduli dengan Virgo.
"La...kasih nggak kak Virgo loh...jarang-jarang dia nanyain cewe"tanya Mini.
"Ah...masa"Alula tidak percaya.
Di mata Alula Virgo memang tampan boleh di bilang sempurna,karena selain tampan dan pintat Virgo juga anak orang kaya yang serba kecukupan bahkan bukan kecukupan lagi tapi kelebihan mengingat orang tuanya seorang pengusaha besar di negeri ini,dan kapan lagi dirinya bisa berdekatan dengan Virgo fikirnya saat itu.
"Ye...gue tahu dia kita kan tetangga dulu jadi suka main bareng,kasih lah La...niatnya baik kok nggak buruk"bujuk Mini.
Alula lalu mencatat nomornya di telapak tangan Mini dengan penanya.
"Itu nomor gue"
"Aih...asik...komik terbaru makasih ya La...semoga lancar kedepannya"Mini langsung berlari ke arah kelas Virgo saat dia berlari tiba-tiba dirinya menabrak gerombolan anak laki-laki.
Mini terjatuh dan Puma yang ada disana segera menolongnya.
"Elu nggak apa-apa?"tanyanya sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Mini berdiri.
"Ah...elu To jalannya gimana sih sampe anak orang jatuh begini"Puma menyalahkan Toto.
Mini terkesima di tolong oleh sang pujaan hati,tapi tiba-tiba pandangannya buyar ketika melihat sosok anak laki-laki lain sedang bersandar di dinding lorong sambil menatapnya kesal.
Mini langsung loncat ke arahnya tanpa menghiraukan Puma dan kawan-kawannya yang dia ingat adalah komik keluaran terbaru.
"Kak"Mini tersenyum lebar"Tara...."Mini menunjukan telapak tangannya yang bertuliskan sederetan angka.
Virgo mengalihkan pandangannya dari Mini.
"Kak...ini gue udah dapet nomornya"Mini sedikit kesal dengan Virgo.
"Nyebelin lu ya kenapa elu kudu ngomong blak-blakan gitu sih di depan orangnya"Virgo ngomel.
"Ya...elu katanya minta nomornya udah gue dapet nih mana janji lu,awas ajah kalo besok nggak bawa barangnya"ancam Mini.
Virgo tidak menjawab Mini dan malah pergi ke kelasnya.tapi Mini tidak menyerah demi komik terbaru dia mengejar Virgo hingga masuk kelasnya bahkan mengikutinya sampai ke mejanya.
"Elu ngapain sih ngikutin gue"Virgo kesal.
Mini lalu mengambil pena dan buku Virgo dan mencatat nomor Alula di buku tersebut.
"Tuh nomornya gue udah tepatin janji gue dan elu tinggal tepati janji elu"Mini langsung pergi dari kelas Virgo dengan cueknya walau di pandang sinis oleh cewe-cewe sekelas Virgo.
Virgo menutup bukunya dan menaruhnya di laci mejanya,entah apa yang ada di fikiran Virgo saat ini.
__ADS_1
...~~~...
Bersambung.