I Love You Oh Friend

I Love You Oh Friend
Prolog


__ADS_3

Aku Ayesha Tribudiman seseorang yang suka bergaya tomboy didepan semua orang. Sebut aja Tomboy Kawe. Hehe


Aku memiliki teman yang sudah bersamaku sejak usia muda, awal kami bertemu dia diselimuti ingus. Aku tertawa bila mengingatnya kembali. Dia sangat konyol!


^°^


"Yesha.. Nanti kalau tamu mama tiba kamu jangan nakal ya??" ungkap mama mencoba menasehatiku sebab aku begitu jahil menurutnya.


akupun menurut dan mengatakan iya padanya, namun selang beberapa waktu.. Tamu tersebut tiba dan aku melihat sosok anak kecil yang tanpannya begitu imut sampai-sampai mamaku menyapanya dengan mencubit pipinya pelan, Aku memperkenalkan diri padanya.


Kai Setiawan. Namanya..


aku mengangguk dan seketika tanganku ikut menarik pipinya yang begitu tembem sampai membuatnya merintih kesakitan.


AhHahaahaa* Tawaku begitu jelas terdengar.


Kasihan sekali dia, tapi aku tidak peduli aku terus saja mengganggunya sejak saat itu, apalagi ketika keluarga mereka tenyata pindah menjadi tetangga kami.


"kau. keluar dari rumahku!" ucapnya dengan tegas tapi sangat terlihat dimukanya bahwa sedang ketakutan.


"Berani kau??!" Ucapku padanya dan dia langsung menggeleng begitu cepat..


~~


10 tahun kemudian..

__ADS_1


Seperti biasa aku menunggu Kai dibelakang sekolah untuk pulang bersama, waktu itu aku begitu terkejut melihatnya bersama orang lain.


Entah muncul perasaan apa, saat itu aku tidak mengerti. Ada campuran amarah dan perasaan lainnya yang tidak kuketahui.


Mencoba bersikap tidak peduli yang saat itu aku lakukan, aku masih diam ter- duduk bersama Brian dan David.


"wah anak cewe yang dibawa Kai, Maria 'kan?" ungkap David yang dianggukin Brian.


"Maria? Siapa itu?" ucapku yang membatin


Sampai saat berjalan pulang pun aku masih berpura-pura tidak peduli dan mengabaikannya tapi aku tidak bisa menahannya bila diperlakukan sama.


Dengan lugunya aku yang berusia 12 tahun malah langsung menyalip diantara keduanya tapi.. Kai kesal akan hal itu dan menganggapku pengganggu.


"apa yang kau lakukan? Jalan aja duluan jangan mengganggu kami!" ucapnya.


Sejak hari itu hingga hari-hari berikutnya aku selalu menjauh dan tak pernah menampakkan diri padanya, sampai dihari kelulusan kami..


"Selamat pada anak-anak SD kami yang tercinta dan membanggakan telah sampai pada titik remaja.. Sudah waktunya bagi kalian..- " ucap kepala sekolah berceramah sembari berdiri diatas panggung.


Sampai hari itu juga aku hanya bersembunyi dibelakang dan memperhatikan interaksi Kai dan teman-teman namun tiba-tiba..


"apakah kau marah padaku?" ucapnya yang terduduk didekatku


"hah? Tidak! aku tidak begitu" ucapku yang langsung mengelak perkataannya.

__ADS_1


Dia terdiam dan hanya menghadapkan pandangannya kedepan tanpa menoleh sedikitpun dalam beberapa saat.


"Lantas?" ucapnya lagi.


Akupun dibuat bingung karenanya, Lantas? Apa maksudnya, memangnya aku mengapa?


"apakah terlihat?" ucapku dengan bodoh mengungkapkan dengan sengaja bahwa itu memang benar. Aku marah padanya namun aku tak tahu menahu alasannya.


"Ya! Itu sangat jelas, Awalnya aku bingung tapi kubiarkan saja kupikir kau akan mengajakku berbicara dahulu tapi, ternyata tidak" ucapnya. Kai berkata demi kian dan tanpa kusadari air matanya mengalir sedikit demi sedikit, dasar.. Kupikir sikapnya yaang cengeng telah hilang, sebab melihat sikapnya yang berani beberapa waktu lalu.


Merasa bersalah? Ya, ada perasaan itu yang terukir dalan diriku.


"Maaf" hanya kata ini yang dapat kusampaikan.


"aku juga tak tau kenapa begini, maafin.. Ya?" lanjutku lalu merunduk dan diapun berbalik dan mengatakan hal yang sama.


"maaf.. Kupikir pertemanan kita akan putus" ucapnya dengan air mata yang berlinang pas dihadapanku.


"dasar bodoh" ucapku dengan nada mencibir dan langsung mencubit pinggangnya.


"apa yang kau lakukan? Ini sangat sakit bodoh!" ucapnya yang langsung marah.


Stttt* aku langsung menyuruhnya untuk diam, sebab seandainya tak ada volume musik yang terdengat besar pasti banyak orang yang sedang manatap kemari.


"wajahmu itu, sangat mengganggu. Hentikan itu, dasar cengeng" ujarku sembari melipat kedua tanganku.

__ADS_1


Kai dan Ayesha pun kembali berbicara seperti biasa akibat adegan maaf-maafan yang terjadi walaupun hanya sebentar.


__ADS_2