I Love You Oh Friend

I Love You Oh Friend
ILYOF #8


__ADS_3

Usai perihal sunset mereka akhirnya pindah ke rencana selanjutnya yakni acara makan-makan. Hal ini yang paling jarang dilewatkan bagi kaum pejalan, bahkan bagi Kai dan Ayesha tidak bisa melewatkan ritual penting ini.


Mereka singgah ngabuburit, membeli berbagai macam menu makanan dipasar malam yang kebetulan ada disekitaran pantai.


"Aya? Lu yakin makan ini semua?" ucap Kai sedikit terkejut dengan banyaknya kantungan yang dibawa Ayesha.


"iya, kenapa?"


"ya.. enggak kenapa-napa, cuman.. Lu gak takut tuh kegemukan?" Kai mencoba mengingatkannya tapi Ayesha tidak peduli dan berkata.


"masalah? Yang penting kenyangnya" ucapnya sembari melahap kordok kesukaannya.


Kai menggelng melihat tingkah sahabatnya ini, "untung sahabat gua lu" gumamnya tidak menyangka bisa bertemanan sejak kecil dengannya, yang kronologinya itu gadis aneh.


"heh, kenyang katanya" imbuhnya kesal lalu membuang matanya dari Ayesha. Namun hal dia didapati melakukannya,


"apaan lo?!" ucap Ayesha yang mendapatinya dengan nada keras dan terdengar kejam.


"enggak!" balasnya secepat kilat.


"kasar gitu, mana ada yang suka" gumamnya tanpa melihat Ayesha.


Suasana sempat mendiam, Kai mengira gumamannya tak didengar oleh Ayesha makanya dia tidak berkata lagi tapi bagi Ayesha ucapannya terdengar jelas.


"gue beli kebab disana, tungguin gue ditempat parkir" ujarnya dengan nada kesal, komuk merajuk.


Kai pun pergi meninggalkan Ayesha di penjual minuman setelah diangguki olehnya,


"telinga gue sensitif Kai".


...****************...


Selang beberapa waktu kemudian, Ayesha berada di parkiran menunggu Kai sesuai pesanannya sebelum pergi.


Sudah hampir 5 menit dia duduk sendiri diatas motor.


"lama banget sih Kai, apa dia singgah godain cewe dulu? Arggh.. tapi bagaimana bisa dia biarin gue nunggu sendiri"


Ayesha frustasi memikirkan apa yang dilakukan Kai sehingga membuatnya lama.


"loh, Ayesha?" ucap seseorang tiba-tiba, dia Bara.


"Bara? Ngapain lo disini?" balasnya sedikit terkejut pasalnya Bara tiba-tiba muncul dari belakang, sedang dia menutup mata habis memijat pelipisnya.


"biasa pasar malem, terus elu ngapain disini? sendiri pula, kayaknya lagi pusing juga. Ada apa?" tanyanya membuat Ayesha menghelakan napasnya, rasanya malas baginya menjawab pertanyaan yang dilontarkan Bara.


"lu ketemu Kai gak didalam?" ucapnya yang malah bertanya balik, namun dari pertanyaannya itu bisa membuat pertanyaan Bara terjawab.


"kalau gak salah.. Kayaknya nggak" jawabnya yang terdengar ragu.


"lu yakin sama yang lu bilang? Masa lu gak liat sih"


"iya gak liat, pasar malamnya juga luas, kalaupun Kai ada didalam gak harus juga kita ketemu" ucapnya mengelak. Walaupun saat didalam dia bertemu Kai tapi,


"masa gue bilangin ke-dia ketemu, entar malah ditanyain lebih" gumamnya membatin, karena sebenarnya dia melihat Kai dari kejauhan saja dan terlihat dia sedang bersama seseorang yang ciri-cirinya mirip dengan seseorang yang dia kenal.


Nampak dari wajah Ayesha bahwa dia sangat kesal, pasti capek baginya menunggu apalagi sendiri.


"lu gak pulang?" tanyanya akhirnya karena melihat Bara yang berdiri entah apa yang ditunggunya.

__ADS_1


"kok malah nanya, lu aja masih disini"


Bara bersikap acuh tak acuh, keduanya sama. Selama Kai absen sekolah selain ada Moli yang menemaninya kemana-mana ada Bara yang terkadang tiba-tiba muncul dan mengakrabkan dirinya,


tak ada yang tau alasannya, hanya saja mungkin dia bertingkah memang dari sananya dia punya sifat, sesuai dengan rumor yang tersebar tentangnya kalau sokap pada setiap orang bahkan pada orang yang baru saja dia temui.


"hdehh, capek gua ngomong sama lu, terserah lu lah" ucapnya, Ayesha merasa malas berbicara pada Bara yang responnya tidak sesuai yang diharapkan.


Disisi lain, terlihat Kai yang sedang bersama Serly persis seperti yang dilihat Bara tadi.


Kai setelah bertemu Serly, dia ikut menemaninya membeli minuman ditempat yang sama dia membeli minum.


Dia tidak sadar sudah berapa lama dia pergi, mau dihubungi pun oleh Ayesha tidak bisa, karena Kai menitipkan handponenya pada Ayesha.


"Lu cewe pemberani ya, bisa-bisanya pergi jauh kesini cuman beli kebab sama es" ucap Kai sembari tertawa.


Mereka sudah selesai membeli apa yang dibutuhkan Serly, sekarang sedang berjalan menuju tempat parkir.


"Berani? Kayaknya Ayesha deh yang lebih berani" dia juga ikut tertawa, menurutnya apa yang dikatakan Kai itu hal biasa, banyak juga orang lain yang bisa.


"Ayesha? Haha iya juga, dia emang beda" ujarnya sambil mangut-mangut.


Keduanya berjalan bersama, dilihatnya dari kejauhan Ayesha sedang menunduk menunggunya pada gagang stir motor,


"motor lo keparkir dimana?" tnyanya hanya basa-basi, walau dia tidak membawa motor tapi dia sudah memesan ojek online.


"itu disana" jawab Kai sembari menunjuk kearah sana.


Tak jauh juga darinya terlihat Bara yang terlihat duduk pada motor yang terparkir disampingnya.


"gue gak salah liat 'kan? Itu Bara!" imbuhnya tiba-tiba karena baru sadar ada seseorang bersama Ayesha.


"sial* Kai berlari meninggalkan Serly,


"Hei Kai-!" teriaknya namun tak digubris sama sekali.


Kai terus berlari sampai tujuan yang diinginkan, tepat disamping itu Ayesha langsung dibuatnya terkejut.


"Kai-!"


"apa yang lo lakuin??!" Tak disangka ternyata Kai langsung menonjok Bara, yang duduk tenang tak bersalah.


Ayesha merasa marah melihat tingkah Kai yang tidak terduga. Bara pun sama, emosinya terkuak ketika diserang tiba-tiba.


Hufttt-hufft*


"Kai? Loh Bara? Ayesha?" ditambah Serly yang muncul entah dari mana membuat Ayesha menatap Kai begitu sinis.


Kini atmosfer diantara mereka berubah derastis, yang awalnya begitu tenang dan damai,


Sekarang berubah menjadi suasana yang membara dan penuh dendam.


Ayesha bangkit dari duduknya dan meraih Bara untuk membantunya berdiri.


"ngapain lo bantu dia? Dia bisa berdiri sendiri-!" ucapnya dengan amarah yang masih memuncak dikepalanya, entah dari mana amarah itu berasal.


Rasanya emosi melihat Bara berani mendekati Ayesha bahkan setelah kejadian yang terjadi, tapi entah bagaimana perasaannya jikalau orang yang menemani Ayesha bukanlah Bara namun orang lain, apakah dia akan bersikap sama untuk menghadapinya.


Ayesha tidak memperdulikan teguran yang diberikannya, hingga Kai mendekat dan menarik paksa tangan Ayesha dari lengan Bara.

__ADS_1


"Kai? Tolonglah lu jangan bersikap kekanak-kanakan gini" ujarnya mencoba bertutur lembut,


Serly berdiri memperhatikan mereka, "haruskah gue menengahi mereka?" gumamnya membatin tapi baru saja ia berniat membantu Ayesha membuatnya terhenti ditempat.


"Sadar gak sih lo? Datang tiba-tiba tanpa rasa bersalah mukulin orang kayak gitu, emang lo setega ini ya!" ungkapnya pada Kai, tak terasa matanya berkaca-kaca.


"Lo kira gua gak tau, kalian baru saja bermesraan bahkan lupa sama gua, kalau nungguin lo dari tadi. Dari tadi loh! Jangan kira itu sebentar Kai-!" Ayesha berteriak dan menarik Bara menjauh dari Kai.


Kai terdiam dan merasa bersalah.


"dengerin dulu..- ucapnya terputus, Ayesha tidak mau mendengar penjelasan apapun lagi.


Dia mengambil apa yang dia beli dari motor Kai dan berkata, "antar saja cewe lu pulang!" ucapnya langsung padanya yang berusaha mengejarnya.


"terus lo?"


"Gue pulang sama Bara!" teriaknya sudah menjauh, meninggalkan Kai yang termangu dengan wajah murung.


disamping itu Bara terkejut dengan apa yang baru saja Ayesha katakan.


"Busa-bisanya lu main ngasih tanggung jawab ke-gue?" imbuhnya pada Ayesha.


"emang yang mau diantar elu siapa?" ucapnya sampai membuat Bara bingung,


"gue mau pesan gojek" lanjutnya.


"maksud lo?"


"hdeh.. Udah antar aja gue lewat belakang, entar turunin gue disana, paham?" ucapnya.


Bara tidak berkata apa-apa lagi, dan mengikuti petunjuk Ayesha.


Dipintu belakang,


"loh we turunin gue?" teriaknya sembari menarik jaket yang digunakan Bara, Bara lantas me-rem motornya.


"apaan?"


"lu gak denger yang gue bilang tadi hah! udah turunin sini aja" Ayesha berniat turun tapi dengan sigap Bara langsung menancap gasnya membuat Ayesha reflek berteriak.


"goblok* lu gila? Mau buat gue mati!" teriaknya dengan menutup mukutnya.


"gue antar lu sampai rumah, bilang aja alamat lu"


"hah?"


"o-okey okey, bilang dari tadi" ucapnya yang awalnya terkejut.


"gue pikir dia gak mau antarin gua, untunglah" lanjutnya dengan membatin. Dia merasa legah karena tuturan Bara pasalnya dia tidak punya uang seperpun yang tersisa habis membeli begitu banyak jajanan.


"ngapain lo senyam-senyum gitu" tanyanya pada Ayesha yang terlihat pada kaca spion.


"ah enggak tuh" ucapnya mengelak.


Bara menggelengkan kepalanya heran, kini perasaannya jadi lebih ringan melihat senyum yang mengembang disana.


"lo cantik" gumamnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2