I Love You Oh Friend

I Love You Oh Friend
ILYOF #13


__ADS_3

Hari-hari kian berlalu semenjak ujian sampai selesai, kini Ayesha sedang menghadapkan hasil dari usaha yang dia lakukan sejak beberapa hari yang lalu.


Suasana rumah menjadi hening sebelum hari ini tiba, kedua orang tua Ayesha tak berharap banyak hal pada anaknya jika memang dia tidak mampu ya tidak mengapa, tapi disaat ini mereka benar-benar terharu.


"bagaimana bisa nak?" ungkap Aryan tak percaya,


Ayesha mampu menepati janjinya, ya. Kedua orang tuanya bersyukur melihat nilai anaknya yang sungguh mengharukan.


maka dengan itu Aryan dan Santi akan memenuhi apapun keinginan anaknya,


"apapun itu?"


"Ya, apapun akan papa penuhi"


"mama juga 'kan?"


"Ya, kalau itu maumu tapi memangnya keinginanmu ada dua?"


"hehe enggak sih" ucapnya dengan tertawa kecil sembari menggaruk lehernya yang tak gatal.


Rasanya canggung baginya untuk mengatakan keinginannya, sampai dia terdiam beberapa saat dan membuat kedua orang didepannya menatapnya heran.


"ada apa nak? Sepertinya kamu masih bingung mau apa, kalau begitu dipikir saja dulu"


"emm.. Enggak kok, cuman papa sama mama beneran kan? bakal penuhin"


"Ya. Apa itu"


"aku ingin pindah sekolah di Korea"


"Hah? Apa!"


Santi yang dari tadi diam dan hanya membiarkan Aryan berbicara tiba-tiba menyentakkan suaranya kencang,


Jelas Ayesha saat ini takut pada amarah Santi,


"Udah gua tebak dah" ucapnya membatin ngeri begitu menatap wajah santi, mama yang menyeramkan.


"udah-udah tenang dulu, kamu jangan langsung marah gini ke Ayesha. Coba dengar dulu alasan dia minta dipindahkan, mungkin ada sesuatu yang mengganggunya disekolah"


Aryan mencoba menenangkan istrinya namun Santi begitu keras kepala dan tidak ingin mendengarkan, Ayesha lega karena papanya setidaknya tidak memojokkannya.


"Memangnya apa yang bisa mengganggunya, dia begitu hebat selama ini, memangnya ada ada yang berani?"


Ya memang selama ini Ayesha seperti itu tapi, tidak hanya satu persoalan yang dapat membuat orang risih bukan? Ada banyak hal.


Ayesha pusing dan bingung akan mengatakan apa dan akhirnya dia malah berkata,


"baiklah kalau mama gak mau buat aku pindah sekolah, biar aku aja yang keluar dari rumah ini." ucapnya dengan menggebu-gebu.


Santi tertawa, memang tak patut kalau kedua orang dengan karakter keras kepala dipertemukan, amarah mereka akan saling amuk.


"Yesha. Apa yang kamu katakan?"


Bahkan Aryan sangat terkejut mendengarnya apalagi mengedengar Santi berbicara membuatnya lebih terkejut lagi.


"Haha keluar. Keluar saja kamu dari rumah?"


Benar-benar kejam,

__ADS_1


Ayesha rasanya seperti ketiban tahi merpati tepat dikepalanya habis mendengarnya, "bagaimana bisa?" gumamnya kecewa namun


Jikalu amarah telah memuncak tak ada yang bisa menangkalnya, itu seperti racun yang mengalir kedalam otak.


Ayesha berlari ke kamarnya begitu cepat, lalu kembali keluar dengan cepat pula.


"Yesha kamu mau kemana?" teriak papanya resah melihat pertengkaran ibu dan anak ini sudah membuahkan hasil.


Dia tidak mendengarkan dan langsung lari keluar menggunakan motornya, setelah mengambil beberapa pakaian dan dimasukkannya kedalam sebuah tas yang dia bawa.


"biarkan saja dia, nanti juga akan kembali" ucap Santi dengan nada tidak peduli.


"mulutmu itu tidak bisakah berkata mutu sedikit saja? Selalu saja membuat masalah, langsung marah dan main memutuskan, kamu lupa Yesha itu anak gadis kita! Memangnya kalau kamu membesarkannya dengan gaya anak laki-laki bisa merubah kenyataan?"


"apa maksudmu?"


"pikirlah sendiri, aku mau keluar."


...****************...


Dipinggiran jalan Ayesha memberhentikan motornya dan menelepon Moli,


"maaf Moli, cuman lo yang bisa gua telepon"


"Ayesha? Kenapa lo? kok wajah lo murung gitu?"


Mereka melakukan Video call sehingga Moli bisa melihatnya dengan jelas,


"gua berantem"


"hah! Berantem? Sama siapa lo?"


"mace gua" ucapnya dengan murung


Moli menganggapnya biasa karena bukan sekali dua kali Ayesha seperti itu,


"jadi lo mau bermalam lagi nih?"


"iya, dirumah lo gada siapa-siapa kan?"


"emm.. Ibu gua ada"


"loh ibu llo udah pulang?"


"iya. Tadi nemenin gua ambil raport"


"hmm"


Ayesha mengangguk, "yaudah gua gak jdi bermalam di rumah lo takutnya ngeganggu"ucapnya,


Dia tidak mau mengganggu interaksi Moli dan ibunya apalagi ibunya itu selalu melakukan perjalanan bisnis diluar kota maupun negeri dan utu sangatlah lama, membuat Moli jarang ada kesempatan berbicara dengan ibunya. Walau begitu Moli mengerti, karena ibunya itu mencari uang untuk keperluan dirinya sendiri.


"jadi lo?"


Dibalik Moli yang melakukan video call dikamarnya, suaranya itu terdengar hingga ujung pintu membuat ibunya yang lewat itu mendengar pembicaraan mereka,


Tanpa Moli sadari ibunya sudah berdiri tegap dibelakangnya.


"Moli" ucap Ayesha sedikit mengecil.

__ADS_1


"apa?"


"itu ibuk lo"


"hah?" diapun berbalik, "ibu?"


"apa dia yang selalu bermalam dirumah?" ucapnya, dia mengetahuinya dari Art rumahnya.


"iya ma? Gak masalah 'kan kalau dia bermalam lagi disini?" tanyanya langsung karena bukan karena galaknya Ibunya itu Ayesha tidak mau.


"boleh tapi apa kedua orang tuanya tidak mencari?" diapun ikut duduk ditepi ranjang dengan anaknya.


"gini bu,"


Moli membisikkan sesuatu ditelinganya, dan dengan bisikan itu membuat Ayesha disetujui tinggal beberapa hari disana?


"yaudah ibu ketoiled dulu"


"iya buu"


Setelah ibu Moli keluar Ayesha pun mengangkat mulutnya berbicara,


"Moli apa yang lo bisikin tentang gua ke ibuk lo?" Dia marah-marah takut yang dikatakan Moli itu hal yang aneh


Moli terlihat cengengesan, "udahlah lo datang aja sini, gak usah lama-lama dijalan" serunya.


"Awas lo ye, lo kasih tau gue kalau udah dirumah lo!"


"iya-iyaa"


...----------------...


Beberapa saat kemudian Ayesha akhirnya sampai dirumah Moli.


Dengan hati-hati dia masuk kedalam rumah itu, rasanya canggung baginya sebab kali ini dia berkunjung pertama kali bertemu dengan ibu Moli, Kelly.


"Assalamualaikum tante" ucapnya dengan senyum yang mengembang.


"Walaikumsalam, sini masuk nak" serunya yang duduk disebuah sofa panjang dan mengajak Ayesha ikut duduk,


Sedangkan Moli dia dengan santai duduk menyandar disana,


"Apa benar kamu dijodohkan sama kedua orang tuamu nak?" ucapnya.


Ayesha membelalakkan matanya, dia begitu tidak menyangka bahkan ketika baru saja dia menempatkan pantatnya disofa lalu mendengar hal itu, dia sedikit syok.


"Apa itu yang lu kasih tau ke emak lo?!"


"Haha, iya. Kupikir ibuku akan setuju dan yah begitulah, haha."


Ayesha dan Moli saling melirik sebentar dan seakan melakukan telepati lewat tatapannya.


Mau tidak mau akhirnya Ayesha harus ikut bersandiwara,


"ahh iya tante, mereka menjodohkanku tanpa sepengetahuanku dulu jadi aku tidak terima perjodohan itu dan akhirnya kabur dari rumah" jelasnya,


"hmn memangnya kamu udah tau dijodohkan sama siapa?" tanyanya lagi


"aduhh ini tante mirip banget sama anaknya" ucapnya membatin, dia malas sekali menjawab pertanyaan sedemikian rupa.

__ADS_1


"nggak tante, belum." ucapnya cengengesan sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.


...----------------...


__ADS_2