I Love You Oh Friend

I Love You Oh Friend
ILYOF #11


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, mereka tidak kunjung saling berbicara.


Tak seperti biasanya mereka bertengkar yang hanya sebentar saja kini sudah hampir seminggu terjadi sampai membuat kedua orang tua mereka bingung.


"biarlah anak-anak memang bisa bertengkar" Santi hanya mewajarkan permasalahan mereka sedangkan Riska,


Dia sudah membujuk anaknya beberapa kali untuk mengajak Ayesha berbicara lebih dulu tapi anaknya itu sangat keras kepala.


"Aya bakal ajakin aku ngomong duluan kok, tenang aja ma" ucapnya selalu setiap ditanya,


Mereka tidak tau masalah apa yang terjadi pada persahabatan kedua anaknya, pasalnya tidak ada yang mau bercerita.


Bahkan Kai pun sebenarnya tidak tau menahu alasan Ayesha yang marah.


Minggu ini adalah satu minggu sebelum ujian kenaikan kelas dilaksanakan,


Ayesha selalu bermalam dirumah Moli dengan alasan belajar kisi-kisi sebelum ujian, untunglah Moli berada diperingkat sepuluh besar dikelasnya sehingga mereka percaya


Namun awalnya mereka menolak ijinnya dengan alasan ada Kai yang mengajarinya kalau ada yang tidak dia mengerti. Tapi


Dengan janji dia akan menaikkan rata-rata nilainya dari angka 81 berubah setidaknya ke angka 90, walupun sulit tapi dia akan tetap berusaha.


Dengan ini juga dia akan sangat jarang bertemu dengan Kai.


Semua orang belajar dengan giat dan berusaha meningkatkan nilainya apalagi Ayesha, walau terkadang galau tapi itu hanya sebentar karena yang membuatnya semangat


Adalah kegalauannya sendiri. Sejak beberapa hari yang lalu dia menyusun rencana yang akan dia lakukan setelah naik kelas.


"APA?"


"Lo bilang mau pindah?" ucapnya dengan meninggikan suaranya sakin terkejut,


Ayesha mengangguk, itulah salah satu rencana yang disusunnya.


"kok tiba-tiba pindah kan kita saat itu udah kelas tiga" raut wajahnya tiba-tiba berubah menjadi murung,


"ya.. Mau gimana lagi"


"ish ini gara-gara Kai si play boy itu, mentang-mentang tampangnya ganteng. Cih." ucapnya dengan bercih, dia seperti jijik mengigat sikap Kai terhadap Ayesha.


"elehh. Bukannya lo juga suka dia?" ucapnya membuat Moli serasa malu.


"itu dulu!"


"beneran?" ucapnya sembari mencolek dagu Moli.


"ih. Ayesha goblk*."


Ayesha tertawa habis menggoda bestienya itu, dia tau benar Moli sudah tidak suka pada Kai walau sebenarnya suka yang dimaksud itu bukanlah suka sebenarnya namun hanya kagum pada ketampanan yang dimiliki Kai.


...****************...


1 minggu pun kian berlalu. Tibalah kini minggu yang mendebarkan bagi murid yang berusaha semaksimal mungkin menaikkan nilainya, mereka berharap tahun ini nilainya tidak lagi anjlok.


Seperti sebelumnya para murid digabungkan dengan kelas lain dan diacak masing-masing, Ayesha tertawa melihat nama-nama yang berada sekelas dengannya.


"apakah ini yang dinamakan takdir?"


Dia juga tidak menyangka ternyata dia satu ruangan bersama, Kai bahkan Serly dan Bara pun ada didalamnya.


Sedangkan Moli sangatlah kesal karena berada diruangan yang berbeda dengan Ayesha,


"aih dasar tuh guru malah misahin kita."

__ADS_1


"coba lu sana protes"


"mana berani gua"


Mereka berdiri didepan ruangan Ayesha dkk tantunya pasti ada orang lain yang memperhatikan mereka, dia Kai. Dengan santainya dia lewat begitu saja bersama teman-temannya yang lain.


Sebenarnya mereka berdua saling memperhatikan walau tidak ada yang tau tapi sejak mereka lost, mereka tetap memperhatikan apa kegiatan masing-masing dari kejauhan.


Bara berdiri dibelakang Ayesha yang belum sadar akan keberadaannya, Moli yang melihat Bara disana diberi isyarat untuk tetap diam.


Bara melihat tatapan Ayesha yang masih berharap pada Kai, sebenarnya tatapan Ayesha selalu penuh kasih sayang sejak lama namun herannya Kai tidak pernah sadar akan perasaannya.


DOOR!*


Ayesha begitu terkejut sampai-sampai berteriak sangatlah kencang, bahkan Kai yang sedang berada dalam kelas langsung menoleh karenanya,


"Bara? ngapain lu kagetin gua!" ucapnya sembari meninju bahu Bara.


"duh sakit atuh" ucapnya dengan nada manja,


Sedang Moli tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Ayesha dilayar handponenya, mentang-mentang dia lebih tinggi dari pada Ayesha dan tau rencana yang akan dilakukan Bara padanya,


Dengan berpura-pura bermain hp padahal aslinya sedang mereka wajahnya.


"Haha, Coba deh lihat ini" ucapnya yang masih tertawa


"Apa? Sejak kapan lo ngerekam gue!"


Nampak diwajahnya kesal karena dipapras seperti itu.


"Sejak tadi, haha"


"Hapus li"


"nggak, bwele!" Moli langsung saja kabur dengan menunjukkan lidahnya.


"keburu bell ayo masuk" ajaknya pada Ayesha, dan


Benar saja setelah mengatakan bell masuk pun berbunyi dengan sangat kencang, mau tidak mau akhirnya dia ikut masuk ruangan ujian.


...----------------...


Pengawas ujian masuk dengan elegannya diruangan kami dan langsung membagikan soal, aku terlebih dahulu berdoa bisa menjawab setiap soal dengan benar,


"gue harap bisa menepati janji" gumamnya sambil menatapi kertas berisikan soal diharapannya.


"Baiklah, sekarang kerjakan soal dengan tenang dan jangan sampai ada yang keliru menjawab soal!"


"Baik-Bu!"


Semuanya akhirnya memulai menjawab soal, akupun sama seperti mereka menjawab soal namun sedikit degdegan, baru kali ini aku serius dalam ujian dan kuharap usahaku tidak sia-sia.


...----------------...


Ujian telah selesai sekarang Ayesha berada diparkiran dan akan pulang bersama Moli.


Hari ini dia akan bermalam lagi dirumahnya, sudah berapa hari dia selalu bermalam diluar jika pulang mungkin hanya sesekali dan hanya sebentar.


"Halo, cewe-cewe cantik" sapa bara kepada mereka.


"eh Bara.. Ngapain lu kesini, mau antar Ayesha ya?"


"lah kok gua?"

__ADS_1


Moli menggoda sahabatnya dengan berkata kalau Bara datang untuk mengantarnya pulang, selain itu Moli juga seperti menjodoh jodohkan mereka karena dilihatnya Bara selalu bersikap baik pada bestienya, Ayesha.


"haha, ya emang kenapa kalau gua antarin lu pulang?" ujarnya, Ayesha yang mendengarnya hanya menggeleng. Dia tau benar apa maksud mereka apalagi Moli.


"idih sok romans lo, gue gak pulang tuh kerumah"


Ayesha menatapnya dengan sinis, tatapannya itu mampu membuat orang lain ngeri.


"galak amat neng"


Moli tertawa merasakan atmosfer kedua orang didepannya.


"udah deh, lo naik aja di motor Bara,


Bara! Lo anterin Ayesha kerumah gue ye, lo nanti boleh singgah kok" ucapnya memberi tau Bara yang menjawabnya dengan anggukan paham.


Sedangkan Ayesha akhirnya naik keatas motor atas perintah Moli, "nah gitu dong" ucap Moli mendukung mereka.


"dih" imbuh Ayesha malas nan kesal disana.


Bara pun menancap gas menuju rumah Moli dengan pelan, agar perjalanan yang ditempuh Ayesha nyaman.


Flash back kemarin malam Bara ngechat Moli secara pribadi, sebenarnya sudah beberapa hari lalu dia tau kalau Ayesha selalu bermalam dirumah Moli.


Dan saat itulah kemarin dia memberanikan diri minta bantuan pada Moli,


percakapan mereka melalui chat*


Bara: "P"


Bara: "Woi Moli"


Moli: "Apaan dungu?"


Bara: "gue mau minta bantuan lo boleh gak?"


Moli: "Gak"


Bara: "yakin lo gak mau bantu, ini tentang bestie lo, Ayesha."


Moli: "dah gblk lu mau apain bestie gua! Awas ya lu?"


Bara: "Gua suka dia"


Moli: "Hah? Apa lu yakin, gak salah ketik?"


Bara: "iya, bantuin gue pdkt sama dia"


Moli: "wih kok lu baru bilang, gue bakal dukung, liat aja besok"


Bara: "oke"


Bara: "btw lu sama Ayesha kan? Dia ngapain?"


Moli: "belajar tuh dia"


Moli: "udahlah tunggu besok aja, gue juga mau belajar"


Bara: "lu janji ya"


Moli: "Iya bambang"


Percakapan mereka berakhir, Moli senyam senyum sendiri membayangkan Ayesha bersama Bara.

__ADS_1


"dari pada dia sama Kai, Bara juga cocok hihi" gumamnya memperhatikan Ayesha yang sibuk belajar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2