
Akhirnya mereka tiba dengan selamat tepat didepan halaman rumah Moli, dan kini sedang memarkirkan motor disana.
ekhmm*
Moki berdehem melihat mereka, dia yang baru saja datang langsung melihat adegan mengejutkan tak disangka sangka Bara meminta tolong pada Ayesha.
Bara beralasan tidak dapat membuka helmnya tanpa ada bantuan orang lain, lalu dengan terpaksa Ayesha harus membantunya sebagai bukti dia berterima kasih telah diantar.
"wes apaan lu liat-liat? Jangan ngadi-ngadi ye" ucapnya sehabis membuka helm tersebut,
Memang sulit dibukanya, seperti yang dikatakan Bara. Masa dia sengaja memakai helm lama dan sudah kandas hanya demi dibukakan oleh Ayesha.
Moli tertawa dengan tingkah Bara yang selalu mencari cara agar diperhatikan Ayesha, biasa lagi caper.
"Lu kali yang mikir ngadi-ngadi, gua enggak tuh"
Bara pura-pura cuek dan membelakangi Ayesha, dipikir akan ditegur Ayesha malah balas membelakanginya.
"****"
"wkwk, kasian amat" ucap Moli dengan membisik ketika jalan bersejajar dengan Bara.
"makanya bantuin kak" balas Bara lalu langsung menyelonong kedalam rumah meninggalkan sang tuan rumah.
"woe gblk kalian ye, malah ninggalin gua" teriaknya kesal pada dua sejoli itu.
Disisi lain..
Terlihat seorang pria sedang sibuk membuka buku, dia sedang belajar bahkan terlihat dari matanya yang sibuk bergerak membaca baris perbaris yang tercantum dalam buku tersebut, namun..
"Bara ngapain deketin Aya terus?"
Dia Kai, diluar dia terlihat sangat fokus belajar namun dipikirannya dia sedang kalut dan galau mengapa sahabatnya terus didekati oleh pria yang sudah mengejeknya.
Tadi siang saat disekolah, pulang dan dari hari-hari sebelumnya dia sering mendapati mereka berdua, dan saat matanya menangkap mereka ingin sekali dia menonjok Bara tepat diwajahnya hingga bonyok.
"Sial!" keluhnya akhirnya keluar,
Dia melempar bukunya kelantai dan berkata,
"kapan gua bisa fokus kalau gini" ucapnya dengan menghelakan nafasnya keras.
Sudah berapa kali dia mencoba fokus tapi usahanya sia-sia, kalau seperti ini dia merasa harus belajar bersama dengan seseorang.
Selain itu dia sangat rindu dengan Ayesha, kapan mereka bertemu dan berbicara selayaknya seseorang yang sudah akrab sejak lama?
PLAK*
"aduh, siapa sih si anj-
__ADS_1
Loh papa? Ngapain kesini?"
Kai terkejut dengan gaplokan seseorang dibahunya, saking terkejut mulutnya itu hampir mengatai orang tersebut padahal yang menggaplonya adalah ayahnya sendiri,
"dasar mulut toxic! Hampir aja gue kena triple kill kan"
Dia merasa ngeri akbat omongannya sendiri, bukan hanya double kill loh tapi triple.
"itu tuh telinga dijaga jangan main headset terus, dari tadi papa panggilin gak denger, telinga kamu budeg apa?"
"ish emang manggil kenapa?"
"ada anak perempuan cariin kamu dibawah"
"perempuan? Yakin pa?"
Kai berbinar mendengar kata perempuan yang diucapkan papanya, bukan karena dia tergila-gila dengan perempuan tapi dipikirannya itu terbesit kalau Ayesha datang mencarinya.
Dengan semangat dia berlari cepat kelantai bawah rumahnya, dimana orang tersebut berada tapi dengan cepat wajahnya berubah menjadi datar melihat siapa yang datang. Ternyata dugaannya salah,
Seketika dia langsung bertanya tanpa ada kalimat basa basi padanya.
"ngapain kesini?" tanyanya digagang pintu dekat sana, masih ada beberapa langkah mencapai perempuan itu.
"ya.. Cuman gabut aja, awalnya aku kira kamu pindah rumah ternyat enggak yah" ucapnya yang menatap setiap sudut ruangan yang ada disana.
"gak usah basa basi langsung aja, Maria ngapain datang kesini?"
"gabut?" ucap Kai membatin,
Begitu heran dia begitu mendengar kata gabut, bahkan setelah melihat tas dan buku-buku yang dia bawa.
Dan berkata akhirnya Maria dengan jujur, "mengherankan ya kalau aku gabut, haha gimana kalau kita
berlajar bareng, hm?" dia berucap dengan menaikkan salah satu alisnya,
Kai yang memang menunggu untuk belajar bersama tentu akan menerimanya, walaupun dia bukan Ayesha.
"gimana mau nggak?" tanyanya lagi ketika melihat Kai yang masih membatu dan tidak segera bersiap.
"oh oke tunggu gue ambil barang yang diperlukan" ujarnya lalu berlari kembali dalam kamarnya.
Dan mengambil beberapa buku yang akan dipelajarinya kedalam tas yang dia bawa juga jaket dan kunci motor yang akan dia pakai.
"ayo" ucapnya setelah semuanya siap.
Maria bangkit dari duduknya mengejar Kai yang berjalan lebih dulu, "om, kalau gitu Maria duluan" tentunya dia salim dulu pada Andika selaku tuan rumah sebenarnya.
"iya nak"
__ADS_1
"Assalamualaikum"
Mereka pun meninggalkan lingkungan rumah Kai begitu Kai menancapkan gasnya menuju sebuah Cafe.
"Sorry Maria. Gue tadi gak bermaksud-
Ucapan Kai terputus oleh Maria,
"lah kamu biasa aja kali, aku ngerti kok"
Dicafe itu Kai dan Maria duduk berdua selayaknya teman biasa, dan sedang belajar bersama.
Disamping itu terlihat seorang wanita yang tengah memandanginya terus-menerus, dari tadi dia duduk dari cafe sebelah Kai dan Maria berada.
Duduk sendiri disana begitu lama membuatnya bosan sehingga dia menatap sekeliling dan betapa kecewanya dia saat melihat pemandangan itu,
"mengapa?" tanyanya
satu alasan yang paling membuatnya penasaran, mengapa kejadian ini bisa terjadi, tak ada yang tau. Ini seperti takdir bagi mereka sehingga Maria muncul kembali di hubungannya.
"Halo?" jawab seseorang didepan kasir,
"lo dimana? Kok lama banget? Ayesha juga gak ngangkat telepon, dia lagi ngapain?"
Moli marah-marah dipojok telepon, sudah lama dia menunggu dirumah hampir satu jam mereka pergi dan tak kunjung kembali, masa hanya membeli es kapucino lama banget.
"eih ini gua lagi di cafe"
"CAFE?" teriaknya
Bara sampai menjauhkan handpone itu dari telinganya, dan berdecak kesal karenanya.
"ngapain di cafe, kan bisa dipinggiran jalan gblk*"
"iya sabar dungu, kita juga udah otw pulang." ucapnya lalu langsung mematikan sambungan telepon.
"eh tunggu!" teriaknya lagi pada handponenya sendiri, "kan gua tadi tanyain Moli, malah gak dijawab" kesalnya lalu dalam sekejab langsung baikan, karena sedari tadi memang dia sedang menikmati posisi ternyamannya didekat tembok dengan menikmati keripik kentangnya sambil menonton yt.
Setelah menerima pesanannya, Bara langsung menghampiri Ayesha.
"hei,
Ngapain diliatin terus, malah biking sakit hati doang" ungkapnya dan langsung terduduk disebelahnya.
"euh loh udah selesai pesanannya?" tanyanya begitu sadar,
Bara mengeluarkan sapu tangan yang selalu dibawanya dan memberikannya pada Ayesha.
"ini. Lo pake di pipi lo" serunya membuat Ayesha heran sampai salah satu alisnya naik.
__ADS_1
"oh makasih" ucapnya dengan canggung, dia tak sadar ada beberapa tetes air mata yang mengalir di pipinya.
...****************...