
"Ayesha. Apa kamu tidak berniat membawa kami jalan?" ucap Ji-ah.
"Ya. Temani kami jalan" ucap Ha rin.
"Gimana ya. Aku gak tau jalan sendiri" ungkap Ayesha sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Dirumah mereka hanya bersantai dan tiduran dikasur saja, Ji-ah dan Ha rin merasa jadi jamur hanya tiduran.
"kita 'kan ada" ucap Ji-ah dengan menunjuk dirinya dan yang lain.
"emang kalian tau jalan disini?"
"enggak sih haha" seru Ji-ah dan Ha rin bersamaan dan tertawa.
Wajahnya lesuh dan tidak semangat,
Ayesha jadi merasa bersalah, karena tidak bisa mengajak teman-temannya berkeliling. Padahal pada saat dirinya yang pertama kali ke korea dan bertemu mereka, dia langsung diajak berkeliling untuk mengenal lingkungan korea. Dipikirannya saat ini dia bingung dan semoga teman-temannya itu mengerti bagaimana situasinya.
"Ayesha!"
"Ayesha!"
Panggil seseorang dibalik pintu, suara yang sangat ia kenali, ya. Dia Moli.
Ayesha buru-buru keluar untuk membukakannya pintu, tiba-tiba muncul ide dikepalanya dikarenakan Moli.
"Moli? Syukurlah lo datang" ucapnya dengan semangat, Ayesha tidak mau menunda lagi caranya membalas budi kebaikan temannya.
Ayesha memeluk Moli dengan sangat bersyukur.
"hei. Ayesha lo kenapa?" ucap Moli bingung melihat tingkah Ayesha yang tiba-tiba memeluknya.
"lu ajakin teman-teman gua jalan yuk!" ucapnya penuh semangat.
"teman? Emang lo punya teman selain gua?
Oh apa jangan-jangan yang lo maksud, Kai?"
Moli berkata sampai mengangkat kedua alisnya menerka-nerka, Ayesha menggeleng lalu memanggil Hana, Ha rin dan ji-ah bersamaan.
"Ini teman-temanku dari korea. Ini Hana. Ini Ha rin. Terus yang ini namanya Ji-ah" ucapnya memperkenalkan mereka satu-persatu.
"Hai" ucap ketiga orang itu bersamaan.
"Ya. Nah terus ini teman sebangku ku. Namanya Moli" ucap Ayesha dengan merangku Moli penuh bangga.
"Ha-hai" ungkap Moli sedikit gugup dan bingung.
"apa maksudnya ini. Ya?" sambung Moli ke telinga Ayesha dengan suara membisik.
Moli merasa heran diperkenalkan seperti ini, kejadian ini sangat tiba-tiba dan mengejutkan baginya.
"lo bawa mereka keliling ya? Gue butuh bantuan lo. Setidaknya mereka senang berlibur disini" ucapnya dengan suara membisik juga.
"emm" imbuh Moli agak ragu.
__ADS_1
"Please.. Cuman lo yang bisa gue minta tolongi"
"okey-okey"
"yes!" ungkap Ayesha dengan bahagia buru-buru dia mengambil ponselnya lalu memesan transportasi online.
Teman-temannya terlihat semangat begitu mendengar kata jalan, apakah itu reaksi seseorang yang sangat bosan dirumah? Bahkan Ji-ah dan Ha rin melompat kegirangan saat itu.
"Btw, lo jemput gue bukan buat datang ke acara Serly 'kan?" tanyanya begitu berada diatas mobil.
"Emm. Awalnya sih.. Haha" ucap Moli dengan tertawa kecil, jelas terlihat dibaju yang dia kenakan bahwa akan pergi diacara party tapi mendengar alarm pertolongan Ayesha. Jelas dia membatalkan rencananya.
...****************...
"Selamat ulang tahun" ucap Kai dengan senyumnya.
"thanks Kai. Oh iya, kok lo cuman sendiri Ayesha gak datang?" tanya Serly,
Dia mengadakan pesta ultahnya diwaktu siang hari karena katanya akan ada keluarganya yang datang saat malam tiba.
"gimana ya. Katanya Ayesha bakalan datang, tapi dia gak bisa kalau acaranya saat siang" ucap Kai mengarang alasan, pasalnya Serly begitu berharap kalau diultah yang dia acarakan saat ini bisa dilanjutkan menjadi acara reuni yang menggelora. Tapi nyatanya Ayesha tidak datang, bahkan Moli pun sama.
"oh. Okedeh gapapa, mungkin dia bakal datang diultahku yang selanjutnya"
"ya. Mungkin saja"
...****************...
Disisi lain Ayesha tengah bersenang-senang dengan teman-temannya, Moli pun seperti itu. Dia juga mudah berinteraksi dengan teman Ayesha dari Korea, terlebih lagi pada Hana.
"eh guys! Gaada yang mau temenin aku gak?" ucap Hana.
Selain itu, traktiran yang Ayesha lakukan karena animasinya yang sangat laris dibandingkan Hana dan lainnya.
"aku nggak deh" jawab Ayesha.
"Ji-ah sama Ha rin, gimana?" tanyanya pada kedua wanita yang sedang menikmati es krim dingin.
Mereka terlihat begitu imut nan lucu.
"gak mau" ucap mereka sembari menggeleng.
"oh oke kalau gitu, aku sendiri nih" ucapnya meyakinkan mereka tapi ternyata Ha rin dan Ji-ah benar-benar tidak ingin ikut.
"okelah kalau gitu" ucapnya, lalu naik diatas mobil yang dikirimkan seseorang untuknya.
"dahh" lanjutnya dengan melambaikan tangan pada mereka yang sudah dengan tenang berdiri didepan rumah Ayesha, menunggunya pergi.
Pergilah Hana kesuatu tempat disore itu, dia menuju ke sebuah rumah yang dititipi oleh ibunya yang berada dikorea untuk mengunjungi rumah itu. Rumah neneknya, namun neneknya sudah meninggal tapi dia masih memiliki kewajiban untuk pergi kesana. Walaupun sebenarnya dia bisa pergi secara sembunyi-sembunyi tapi,
Sang ibu yanag berada di korea malah menghubungi saudaranya terlebih dahulu kalau akan ada anaknya berkunjung kesana, padahalkan itu tidak perlu.
Terpaksa Hana akhirnya kesana.
"Aya. Gue penasaran sejak tadi" tanya Moli, dia duduk dihalaman rumah Ayesha, alias Santi.
__ADS_1
Mereka duduk tengah menikmati kebun bunga ala tante Santi.
"Hm? Apa itu?" ucap Ayesha, dia juga penasaran tentang apa yang ingin diketahui Moli.
"Emang lo kerja apa, sampai punya banyak duit buat traktir mereka.. Perasaan lo itu super hemat deh, gak mungkin 'kan lo belanjain kita dengan uang yang lo tabungin?" ucap Moli panjang lebar,
Moli betul-betul tau karakter bestirnya itu, dari segi keuangannya dalam berbelanja. Ayesha selalu menyisihkan sebahagian uang jajannya.
"ngakk!" ucapnya.
Moli menatapnya tidak percaya.
Ayesha memperlihatkan sesuatu diponselnya. "lu kira hobby gua selama ini gak nguntungin 'kan?" ucapnya, dia dengan bangga memamerkan karyanya yaang begitu diminati banyak orang.
Moli terngangah melihatnya, benar dia tidak menyangka. Selama ini dia tidak pernah tertarik dengan hobi yang dilakukan Ayesha saat senggang. Dipikirnya Ayesha cuman asal coret dibukunya selama ini sehingga dia tidak tertarik untuk mengintipnya.
"jangan ribut. Ini cuman lo yang gue kasih tau."
"maksud lo?" ungkap Moli dengan melirik kedua bocah diseberangan sana.
"maksud gua cuman lo yang dari sini yang tau. Kalau mereka yang di korea mah, banyak yang tau termasuk dosen gua."
"oo" imbuh Moli dengan membentuk mulutnya sebulat mungkin.
Tring*
"loh. Kai?" gumam Moli tiba-tiba.
Seseorang menghubunginya dari chat, dia Kai. Saat ini Kai tengah duduk diatas motornya dibalik pagar yang terkunci disana. Ayesha tidak sadar kalau ada orang laain yang menatapnya.
Kai: "Bantu gue ketemu Aya." serunya dalam bentuk ketikan,
Moli menggeleng padanya dari kejauhan yang artinya dia tidak bisa membantu sama sekali.
Kai, menatap lemah. Harus apalagi yang dia lakukan untuk bertemu Aya.
Sudah sehari lewat mereka tidak bertemu membuat Kai gelisah.
Akhirnya Moli menunjukkan jari telunjuknya dan jempol jarinya yang menyatu lalu menunjukkannya pada Kai.
Dia akan mencoba walau sekali, walaupun sebenarnya dia sedikit ogah.
"Aya. Lo lihat disana, Kai ngeliatin lo terus" ujarnya dengan menuntun telunjuknya kearah sana.
"ha?"
Ayesha langsung bangkit dari duduknya, "lo ngapain disini?." ucapnya, dia sedikit legah kedua temannya sudah masuk kedalam rumah.
"gue rindu lo" ujarnya dengan nada sayup.
"alah. Jangan modus lo. Gua gak nerima orang modus!"
"kecuali gue 'kan?" tanya Kai langsung,
Tiba-tiba wajah Ayesha memerah, dan langsung mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Sebenarnya apa yang ada dipikiran Kai sehingga mampu berkata seperti itu dengan begitu mudah, apa jangan-jangan?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...