
"loh kok ada Kai?" tanya Moli.
Kini mereka ada di tempat parkir, sekiranya sedang menunggu Ayesha bersama Bara tapi tak disangka ternyata Kai bersama Ayesha.
Sesampainya Kai disana, yang pertama dilihatnya itu Bara.
Langkahnya pun mendekatinya, "ngapain lo disini" tanyanya pada Bara, sebenarnya dia marah karena menurutnya Bara masih selalu mendekati Ayesha.
"lo nya kapan sampai" ucap Bara membalik, kedua nada bicaranya terdengar judes.
Keduanya masih sama-sama kesal kalau bertemu.
"kapan Kai datang. Ya?" tanya Moli akhirnya pada Ayesha karena diabaikan.
"Tadi" jawabnya dengan singkat.
"udah yuk kita pulang." Ajak Ayesha.
Tentu saja mereka siap-siap pulang, teman-teman yang lain bahkan sudah ada yang pulang.
"lo gak bawa motor kan? Kita pulang bareng aja"
Kai sudah duduk diatas motornya lalu mengajak Ayesha, jelas Ayesha naik diatas motor, siapa yang tidak mau diantar pulang.
"Diluan ya Moli" ucapnya pada Moli lalu Kai langsung melajukan motornya begitu cepat.
Moli dan Bara juga pulang dirumahnya masing-masing menggunakan motornya masing-masing.
"gimana ya bilangnya, Bara itu masih suka sama Lo, Aya." ucap Moli diatas motor mengatakan satu hal yang ingin dikatakannya pada Ayesha.
Malu rasanya ketika mengatakan kalau dia menyukai Bara, mengingat jaman SMA dia yang menjodohkan bestienya dengan Bara tapi malah sebaliknya dia yang baper.
Bagaimana tidak, sejak Ayesha pindah ke- korea Bara selalu datang menemani Moli, jika kesepian dan saat bosan.
Apalagi saat kuliah mereka satu fakultas sehingga membuat mereka saling mengunjungi, Bara selalu berbuat baik dan perhatian pada Moli. Selalu curhat dan berbagai macam lainnya dan akhirnya Moli tak menyadari sejak kapan perasaan itu muncul.
...****************...
Keesokan harinya Ayesha terbangun begitu siang, bukannya semakin hari dia semakin bersemangat tapi kian bertambahnya umur, meningkat juga rasa malas yang mendalam.
Siang itu begitu panas, Ayesha terbangun karena merasa hawa kamarnya sangatlah tinggi.
Akhirnya Ayesha memilih untuk keluar mencari angin dengan duduk dihalaman depan keluarganya,
"tidur lagi dah" ucapnya dan kemudian tertidur.
Baru satu jam dia tertidur, tiba-tiba jadi terbangun karena telepon yang berdering.
"nggh?" lengunya dengan sedikit mengerjapkan matanya, bukan main tidur di kursi, tentunya badan akan menjadi pegal.
"halo?" ucap seseorang dengan suara yang familiar.
lagi-lagi. Dia Kai, "ngapain lo disini?" ucapku, ya.. Lumayan kaget sih.
Kai tidak berbalik dan hanya fokus pada orang yang meneleponnya itu, entah siapa.
Tut*
Telepon berakhir tak lama saat Ayesha masuk kedalam rumah, rumah yang kosong tanpa ada manusia.
Santi keluar arisan bersama ibu-ibu komplek, tante Riska pun ikut sedangkan Papaku, Aryan. Dia sedang bekerja.
"ngapain ikut sini, keluar aja sono. Kerja." seruku padanya dengan nada jutek.
Kai tanpa ragu malah duduk di sofa, "kenapa emang? Tante Santi yang nyuruh buat jagain lu" ucapnya dengan santai dan lanjut berfokus di handpone nya.
"ya emang lu gaada kerjaan?"
"ada"
"ya terus ngapain lo disini" ucapku.
Ayesha berjalan mendekati Kai, dan mencoba menariknya keluar, tapi tidak bisa. Beban tubuh Kai lebih berat daripadanya sehingga tidak memungkinkan baginya untuk mengangkut Kai keluar.
Berbeda kalau dirinya saat SMP, Ayesha terlihat sebagai Kakak jika berdampingan dengan Kai.
kembali pada masa sekarang.
Kai tak kunjung bergerak dari posisi duduknya.
"lu kenapa sih? Jangan maksain gua pergi. Mendingan lu mandi sekarang terus kita keluar cari makan. Hm?"
__ADS_1
Ayesha pusing mendengar ucapan Kai yang terdengar sembrono.
"apa-apaan itu, sekarang malah ngajakin makan? Boleh juga tuh" ucapku membatin dengan semangat.
Ada tiga alasan mengapa Ayesha senang.
Pertama. Kai yang mengajak,
Kedua. Berdua dengan Kai,
Ketiga. Kai yang traktir.
"haha"..
Ayesha tertawa jahat saat itu,
"gosah mikirin aneh-aneh. Sana mandi!" serunya dengan mendorongku menggunakan kaki.
"pelan-pelan bodo!" ucapku,
Berada disini sungguh menguras emosi, diriku yang dulu bahkan sudah kembali karena orang-orang ini begitu menjengkelkan. Kasihan teman-temanku yang di korea, dia begitu susah payah mengubahku tapi disini begitu cepat kembali semula.
...****************...
Setelah bersiap-siap.
Dengan semangat Ayesha mengenakan drees yang indah, warna cerah yang ia gunakan melambangkan kebahagiaannya dan semangatnya yang tinggi.
Tentu saja tak lupa ia memberi sentuhan anti menua diwajahnya yaitu, Make up.
"cantik" ucap Kai saat melihatnya dari kejauhan.
Ayesha perlahan berjalan pelan nan anggun ke arah Kai. Terlihat diwajahnya ingin sekali dipuji dan itu sangat imut.
Ayesha berdehem dihadapan Kai, tapi Kai malah menertawainya,
"ekhem"
"Loh apa ini?
Asataga. Aya, kita cuman mau makan kok malah ngedandan berlebihan gini" ucapnya pada Ayesha.
"iya berlebihan, mendingan penampilan o waktu SMA" ujarnya.
Tanpa Kai sadari ucapannya itu malah membuat Ayesha tersinggung.
"yaudah gua ganti baju" ucapnya lalu kembali masuk ke kamar dan menggantin stile.
entah apa yang ada dipikiran Kai sehingga berkata seperti itu.
"Sorry Ya. Lo sangat cantik sampai gua takut kalau makin banyak cowo tertarik sama lu."
...****************...
Mereka berdua sampai disebuah restoran, restoran yang mewah nan elegan. Banyak orang-orang yang datang dengan stile yang sama dengan tema restoran tersebut namun berbeda dengan Ayesha,
Dia datang dengan hanya mengenakan jeans dan baju kaos, ya. Itu yang diinginkan Kai.
Walau kesal dia tetap lakukan karena jika tidak, mereka tidak akan pergi.
Duduklah Kai dan Ayesha di kursi kosong yang telah disiapkan, kursi yang berada diujung. Kursi yang jauh dari pandangan para pengunjung.
"ini gara-gara lu. Gua jadi diliatin banyak orang!" ucap Ayesha,
Benar-benar kesal ia dengan tatapan itu. Kai juga tidak taukah kalau ber make up, bersiap seperti tadi itu lama?
"Ya biarin" ucap Kai seraya tidak peduli.
"ngapain juga ke resto segala, kan bisa diwarung?"
"bentar lo bakalan tau"
Kai kali ini penuh misteri, aku sampai berfikir apa Kai mengundang orang lain? Tapi kalau benar, berarti dia berniat mempermalukanku? haish. Pikiranku kacau.
Seseorang datang dengan membawa menu makanan yang kami pilih tapi herannya disana terdapat sebuah kue yang indah dengan warna coklatnya.
"apa ini? Lo yang pesan?" tanya Ayesha, dia benar sangat menyukai kue rasa coklat, karena itu andalannya.
"Yap. Tapi jangan langsung dimakan, itu buat penutup aja"
"iya gue tau kali, mana enak makan kue lalu makan ayam bakar" ucapnya,
__ADS_1
Ayesha langsung memulai acara makan-makannya itu ketika mencubit ayam bakar yang sangat lembut.
Tapi, disaat pertengahan Ayesha makan. Tiba-tiba seseorang meneleponnya.
"Halo?" ucapnya pada seseorang dibalik telepon.
"kenapa nelpon?" tanyanya pada orang itu.
()
"okey tunggu aku kesana" jawabnya,
Tut*
Ayesha langsung berdiri ketika teleponnya berakhir, hal itu membuat Kai keheranan,
"ada apa. Ya? Lo mau kemana?"
"kita langsung pulang aja Kai"
"kok tiba-tiba?"
"gini. Soalnya temen gue yang dari korea datang"
"teman? Laki-laki ata perempuan" tanyanya,
Kai lumayan terkejut, sampai penasaran.
"hdehh lo itu ya, dasar mata keranjang. Teman gua Cewe semua." ucapnya.
Ayesha salah paham, dia mengira Kai bertanya jenis kelamin temannya hanya untuk menggodanya tapi nyatanya tidak.
...****************...
"Assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
Kini Ayesha pulang terburu-buru menghampiri teman-temannya itu.
Kai kembali kerumahnya, dengan membawa plastik yang berukuran kecil.
"padahal gue mau kasih ini" ucapnya dengan melihat plastik itu. Plastik yang terkena kue coklat tadi.
Setelah berencana memberikan kalung itu sebagai hadiah dengan cara memasukkannya kedalam kue coklat tadi. Dia sangat kesal, bisa-bisa mengikuti seseorang dari layar tv.
"aih. Kelamaan gua kasihnya" ucapnya. Itu hadiah yang sudah ada sejak 3 tahun yang lalu.
Flasback 3 tahun lalu.
Saat itu Kai sudah memantapkan dirinya untuk berbicara pada Ayesha, dia juga sudah sadar akan perasaan ganjal yang selalu timbul sejak mereka mengambil jarak.
Namun ditengah jalan saat mencari Ayesha, dia mencarinya disebuah Mall yang ternyata Ayesha tak ada disana, tapi tak lama kemudian dia berhenti ditokoh perhiasan dan membeli sebuah kalung disana.
"saat kita bertemu, gue bakalan minta maaf. Dan memberinya kalung ini" ucapnya,
Saat itu Kai sangat yakin akan bertemu Ayesha dalam jangka waktu dekat.
Hari bahkan berganti, dia sangat khawatir karena ketika menanyai Sinta, jawabannya hanya.
"tidak tau"
Jawaban itu sangat tidak bertanggung jawab, bahkan Aryan, papa Ayesha saja tidak kelihatan dari kemarin.
"Om?" panggilnya pada Aryan.
Sore itu Aryan pulang, Kai tanpa mengulur waktu jelas langsung menanyainya.
"Om. Tau dimana Ayesha gak?"
"Ayesha udah pindah ke korea" ucapnya.
Kai langsung kaget, bagaimana bisa Ayesha pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun, pikirannya kalut saat itu.
Flashback off. Kembali pada masa sekarang.
Kai lanjut kedalam rumahnya, dia sebenarnya kepo bagaimana hubungan Ayesha dengan temannya dari korea. Apakah mereka selaras?
Tapi mau bagaimanapun Ayesha tak memberinya hak untuk masuk kedalam rumah selama Teman-temannya belum pulang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1