
"Kai?" gumamnya,
Bara tidak menyangka kalau Kai akan ikut bersama Ayesha,
"apa mungkin mereka baru saja pergi bersama?"
Flashback saat Kai tiba mengantar Ayesha pulang.
"kamu mau jemput teman-temanmu 'kan?" ungkapnya dengan penuh kasih sekaligus membiasakan dirinya bertutur kata sesuai keinginan Ayesha.
"iya. Kenapa memangnya?"
"aku yang menyetir"
"tapi.. Aku bisa sendiri"
"udah malam. Mendingan aku temanin" ungkapnya, Ayesha masih terlihat menolak.
"tenang aja, aku gak akan godain teman-temanmu." lanjutnya, karena memang kalimat ini yang paling ditunggui Ayesha.
"okey!" ucapnya dengan cepat setuju.
Mereka pun langsung pergi begitu Ayesha memberi kunci mobil pada Kai.
Flashback off.
Ayesha dan yang lainnya pun akhirnya naik diatas mobil meninggalkan Bara yang masih berdiri di depan halaman Panti.
Melihat itu, Ha rin bertanya-tanya tentangnya.
"ekhem guys!" ungkap Ayesha membuat kedua teman yang melihatnya dengan seksama langsung berpaling.
"biar aku jelasin, dia itu sahabat aku dari kecil dan sekarang..
"tau" ungkap mereka bersamaan, maklum mereka tau hal itu sejak lama, dan itulah salah satu pendorong Ayesha belajar make up.
"kalau Hana tau, dia pasti bakalan bangga" ujar ji-ah dengan uapan panjang.
Dia sudah ngantuk sehingga membuatnya terlihat bosan.
Ayesha hanya tertawa tanpa rasa bersalah,
"cuman satu yang membuatku penasaran" ucap Ha rin yang masih bertahan dengan kesegaran matanya,
"hm? Apa itu?" ungkapnya,
"Apa Bara anak panti?" ucapnya dengan pertanyaan yang tidak menduga.
Ayesha tak tau akan menjawabnya apa karena Bara tidak pernah menceritakan dirinya pada orang lain.
"entahlah. Aku juga tidak tau" jawabku,
Ha rin pun tidak bertanya apapun lagi.
...----------------...
Malam itu pun kian berlalu dengan begitu indah bagi kedua mc ini, mereka sampai tak sadar jam sudah menunjukkan pukul 10.00.
Kedua nya masih tidur dengan nyenyak diatas ranjang yang begitu lebar, Ayesha tentunya ditemani dengan kedua temannya yang berasal dari korea. Berbeda dengan Kai.
Sejak pukul 6.00 pagi, dia sudah disambut amukan Riska.
"Astagaa. Kai! Bangun, lihat jamnya! Katanya kamu akan berangkat kerja pagi ini." seru ibunya dengan lagak marah-marah.
"nghh. Lima menit ma" ujarnya dengan menunjukkan 5 jarinya.
"gak. Kamu jangan nunda-nunda lagi. Waktu cuti sudah habis, saatnya bekerja"
__ADS_1
"iya maa"
"lagian, kamu ngapain begadang semalaman? Hp kamu mau disita?"
"jangan bilang gitu ma, ingat usiaku sekarang 'kan? Saatnya aku bangun dan bekerja. Sekarang beres, hm?"
"okeey, mama mengerti" ucap Riska lalu pergi keluar kamar.
Pagi itu Kai bersiap dengan cepat lalu langsung pergi bersamaan dengan ayahnya, Andika. Menuju gedung perusahaan grup Kuzuma.
Nama Kuzuma berasal dari nama mendiang kakek buyut Kai, yakni Kuzuma Setiawan. Seperti marganya, setiap anak dari keluarganya akan mendapat marga yang sama. Kai Setiawan, Setia?
Ayesha sempat menanyakan nama belakang itu, dan memprotesnya sejak kecil.
Kai sebenarnya tidak tau apa yang dikatakan cinta, dia hanya selalu terbawa dengan perasaan setiap berhubungan dan membawanya kearah suka.
Buktinya, jelas dia sejak sekolah selalu berencana dan memacari anak perempuan yang mendekatinya, ada 7 mantan yang pernah dilewatinya selama ini.
0:7
Tentu tidak sebanding.
Pukul 7 sudah berlalu kini sedang menunjukkan arah jam 10.
"Good Morning tante" ucap Hana menyapa Sinta yang tengah menyirami bunga-bunganya yang indah.
"eh Hana bukan?" Santi, masih sulit mengenali wajah wanita didepannya, terlihat sama dengan wanita-wanita yang masih tertidur dirumahnya.
"yaps. Dan..
Ucapnya terhenti dan pas saja Santi melihat wanita cantik yang berdiri dibelakang Hana.
"Serly?" serunya tak menyangka,
Santi mengenal wanita satu ini, dia yang sempat memperkenalkan dirinya saat Ayesha penerimaan laport disekolah. Sudah sangat lama, saat Ayesha kelas 10.
"apa ini? Kalian sudah berkenalan?" ucap Hana merasa terkejut dengan atmospher yang terjadi.
"yeah. Dia ibu teman SMA ku, Ayesha" balas Serly menjelaskan.
"wah-wah. Kenapa baru bilang? Kupikir, kamu memang tidak tau kita sedang kemana" jawab Hana, dia mengira kalau sepupunya hanya mengikut begitu saja dengannya.
Serly hanya tertawa canggung lalu berbasa basi mencari keberadaan Ayesha, karena dia cukup penasaran dan akan menanyakan mengapa Ayesha tidak dtang keacaranya. Apakah itu bentuk balas dendam karena dirinya tidak datang atau ada hal lain.
"kalau begitu Ayesha dimana tante?" ujar Serly.
"bagaimana kalau kalian kedalam dan mengeceknya sendiri?"
"itu tawaran yang bagus!" ucap Hana dengan gembira dan tentu saja langsung menyelonong kedalam rumah begitu pun Serly.
Didalam Kamar Ayesha dan lainnya masih tertidur dengan suara-suara angin yang menghembus dari hidung secara teratur.
Hana ada ide bagus saat melihat mereka dan mengeluarkan Handponenya, lalu mengaktifkan rekam suara.
"aha! Aku tau pasti ini Ji-ah" serunya dengan tebakan yang sempurna,
Dengan senang hati Hana merekam suara yang mirip binatang pink itu, "saatnya membuly hihi" gumamnya,
Cekrekk*
Tak lupa ia memotret mereka satu persatu karena ekspresi bodoh yang mereka tunjukkan saat tidur.
langkah terakhir.
1
2
__ADS_1
3
"Kebakaran! Kebakaran!" serunya dengan histeris.
Ayesha. Ha rin. Dan juga Ji-ah langsung terbangun dan kaget karena suara bising yang diciptakan Hana.
"Mana? Dimana kebakaran?" Seru Ayesha saat bangun, matanya merah begitu juga lainnya.
"Gak. Ada kok hahaha" ungkap Hana dengan bahasa Korea.
Nampak terlihat pada wajah mereka yang langsung membelalak didalam rekaman video yang baru saja jadi itu.
"haha coba lihat wajah kalian ini?" lanjutnya dengan menunjukkan handponenya yang menyala.
But, Ayesha tidak peduli dengan bercandaan itu dan mengabaikan tangkapan video yang jadi.
"mendingan kalian buat jadi animasi kartun" ujarnya memberi ide lalu keluar kamar.
Brak!
Ayesha keluar dengan menutup pintu dengan keras.
"wah lihat itu, dia sangat marah" ucap Hana yang masih berlelucon.
"tapi, idenya lumayan" ungkap Ha rin setuju dengan apa yang baru saja Ayesha katakan.
"bah"
Di ruang tamu, terdengar Santi yang menjamu tamu yang suaranya familiar didengarnya,
Setelah meneguk segelas air mineral Ayesha langsung mengintip orang yang ada disana.
"Serly? Ada perlu apa dia kemari?" ujarnya bingung, "gak mungkin 'kan Kai ngomong sembarangan?" lanjutnya,
Ayesha pikir Serly datang karena Kai berkata sembarang mengapa dirinya tidak muncul diacara ulang tahun yang dibuatnya, sedangkan dirinya sudah diundang dengan senang hati.
"hei ngapain kamu?" ucap Hana menghampirinya.
Ayesha bersis layaknya seseorang menyeru orang lain diam, "jangan ribut lah"
"ngintipin siapa emang?" ujarnya lalu menengok seorang wanita yang duduk manis di sofa dengan tenang.
"oh sepupu ku toh"
"apa?"
...****************...
Disisi lain terlihat seorang pria tampan yang tengah menunggu seseorang menghubunginya dahulu.
Sejak dia bangun dari tempat tidur, notifikasi itu telah dia nantikan muncul tapi sudah lewat berjam-jam notifikasinya belum muncul.
Hufft*
"Tenang Kai. Komunikasi yang penting" ucapnya,
Kai pun memencet ikon telepon di handponennya yang tertuju nama Ayesha.
"Halo?"
"Selamat pagi, aku sangat rindu padamu"
"apa? Nak Kai. Apa maksudmu?"
"Tante Santi?!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1