I Love You Oh Friend

I Love You Oh Friend
ILYOF #4


__ADS_3

Setelah Bara diobati akhirnya dia terlebih dahulu menghadap pada guru Bk yang berada diruang guru.


Bara menatap Kai dengan wajah yang senyap penuh ketakutan, dia merasa bersalah telah mengganggu ketenangan Kai.


Dengan tatapan yang dingin Kai melihat Bara yang terlintas didepannya, tatapan yang datar membuat Bara merasa merinding. Akhirnya mereka berdiri berjauhan sesuai perintah Maria, guru Bk disekolah mereka.


Maria sangat peka dengan situasi kedua muridnya ini, seperti api yang sedang membakar daun kering hingga meng abu begitu cepat. Dia berdehem untuk memecahkan suasana hening yang tercipta.


"Jadi, disini yang memulai siapa?" tanyanya dengan lembut.


Tak seperti guru Bk pada umumnya, Maria adalah guru yang lembut dan pengertian dengan situasi murid-muridnya.


Bara hanya diam tak mampu menjawab pertanyaan Maria saat itu dan hanya melirik Kai, apakah akan menunjuk dirinya namun, ternyata tidak. Kai diam dan seperti siap jika mendapat hukuman atas apa yang dia perbuat.


"kenapa diam?" ungkap sang guru heran, tubuhnya seketika menghadap kearah Bara.


"kalau Kai yang diam, ibu bisa mengerti tapi kamu Bara.. Bisa tolong ceritakan apa yang terjadi?.. Hm?" sambungnya lagi..


Salah satu ujung bibirnya menungging kesamping, Bara terkejut ketika ditanyainya. Bagaimana bisa dia bertanya pada pelaku yang sebenarnya dia sudah ketahui? Batinnya terasa ambigu. Jelas Maria tau siapa biang dari perkelahian mereka, "hm?" Maria berdehem lagi yang bermaksud menyuruh Bara untuk bercerita.


Bara menggugup, dan mulai memberanikan dirinya untuk bercerita walau dengan menggagap.


Pada saat itu..


Setelah teriakan kedua Bara menteriaki Ayesha, Ayesha pun berbalik disaat itu namun dengan cepat berbalik lagi dan saat itulah Bara mulai mengeluarkan kata-kata yang diluar nalar dari mulutnya membuat emosi Kai memuncak.


"wah lihat dia, dia begitu sombong! Memangnya dia siapa.. Oh iya aku dengar dari temanku dari kelas B, katanya dia cewe murahan yang sengaja mendekati pria dengan gayanya yang tomboy" ucap Bara tanpa menoleh pada Kai.


Kai mendengar dengan jelas perkataannya yang baru terucap, Bara berjalan dengan sokap merangkul bahu Kai dan mulai berbincang tentang apa saja dia dengar dari gosip yang beredar.


"kalian kenalan dimana? kupikir lo bakal bareng Serly tapi ternyata tidak, malah pilih bocah ******" ungkapnya lagi yang tak sadar membuat Kai benar-benar marah.


Marah yang naik itu terlihat jelas diwajah Kai, terlihat merah. Dia langsung memutar tangan yang merangkulnya itu, "kita memang seberapa akrab hah! Sampai kau berani mencaci Aya didepanku" ujarnya dan langsung mendorong Bara hingga tersungkur dilantai.


"stt, siapa Aya?" ucapnya membingung dengan Perlakuan Kai yang tiba-tiba, Sembari merintih kesakitan juga dia menerima terjangan lagi oleh orang yang sama.


Tanpa berkata apa-apa lagi Kai langsung memukul Bara sampai Ayesha melerai mereka dan lainnya.


Bara berhenti dengan ceritanya tentang dia yang dipukul begitu keras dan menghasilkan cedera yang seharusnya dibawa kerumah sakit, parahnya tangannya terkilir dan hampir patah akibat Kai yang memutarnya dan luka-luka ringan seperti bengkak.


"hmm.. Begitu ya, kalau begitu jika ibu hanya menghukummu apa kamu akan dendam pada Kai?" tanya Maria yang membuat Bara terkejut.


"Bagaimana bisa seperti itu bu?" ungkapnya terkejut sehingga reflek mengeluarkan nada tinggi. Dia lupa dengan musuhnya saat ini, dia akhirnya melirik Kai untuk memastikan reaksinya dan pas saja Kai masih menatapnya dengan tatapan datar nan dingin.

__ADS_1


"ups" ungkapnya seperti baru saja keceplosan rahasia negara.


"bukannya wajar bila ibu hanya menghukummu, dari ceritamu ibu mengambil kesimpulan kalau kamulah dahulu yang memancing Kai" Ujar Maria menjelaskan.


Memang benar adanya bila Bara yang memulai tapi apa bisa seperti itu, jika dilihat dari sisi Bara pastilah yang mengalami banyak kerugian adalah dirinya.


"benar bukan?" sambung Maria.


Bara mengangguk pasrah dan agaknya dia berkata tak akan dendam dan akhirnya terlebih dahulu meminta maaf pada Kai.


Sedangkan Kai hanya menanggapi permintaan maaf itu dengan datar, "mengapa lo minta maaf ke gua? lo harusnya minta maaf ke Aya" ucap Kai padanya.


Bara bingung mendengar nama panggilan itu, "aya?" ungkapnya akhirnya.


"yang ada dibalik pintu itu Aya. Ayesha! Bukannya lo udah memfitnahnya, dasar tidak tau malu!" jawab Kai kesal padanya yang begitu tidak tau malu telah memfitnah seseorang yang bahkan tidak tahu menahu siapa yang dia hina.


Ayesha berdiri sedari tadi didepan pintu ruang guru untuk menunggu Kai yang disidang didalam sana, terkumpul perasaan khawatir didalam benaknya.


"kai?" gumamnya seketika dengan begitu antusias melihat gagang pintu yang memutar.


Dia berharap kalau yang membuka pintu tersebut ialah Kai yang sedari ia tunggu namun ternyata tidak, dia Bara. Begitu melihat Ayesha dia langsung menjulurkan tangannya dengan penuh hati-hati.


"apa-apaan lo?!" ucapku risih padanya


"maaf.. Gue merasa bersalah mengatai lo didepan Kai, jadi tolong maafin gue agar Kai juga gak marah lagi" Bara berkata dengan masih stay menjulurkan tangannya walau sudah hampir 10 detik terlewat habis hanya dipelototi olehnya.


"baiklah.. Tapi dimana Kai? Mengapa cuman lu yang keluar?" Ayesha ternyata menatap Bara karena heran.


mendengar dirinya yang dimaafkan Bara langsung merasa lega dengan apa yang menimpanya akhirnya bebas.


"hei, tolong jawab dulu pertanyaan gue!" Ayesha kembali kesal dengan tingkah Bara yang terlihat bego.


"oh iya.. Maaf, soal Kai gue pikir dia bakal ikut keluar tapi ternyata tidak, entah apa yang dilakukannya disana" jawabnya.


Seketika wajah Ayesha me-murung mendengarnya, "dasar.. Kai, memang dia melakukan apa sih" ungkapnya dengan wajah yang mengerut..


Tiba-tiba pintu terbuka dan terpampanglah wajah Kai yang tampan nan polos tipu-tipu itu.


"memangnya apa yang bisa gue lakukan?" ucapnya yang ternyata mendengar keluhan Ayesha yang sudah sangat bete.


"kai??!" teriaknya yang langsung memeluknya.


"hei! Ini sekolah, apa lu mau gue disidang untuk ronde kedua?" Jelas Kai karena memang mereka masih berdiri tepat dipintu ruang guru, yang berarti yang dilakukannya sedang mencari masalah pada orang-orang didalam sana.

__ADS_1


...****************...


Hari menjelang sore yang menandakan waktu pulang tiba, kini kedua orang yang menjadi topik terpanas sekolah sedang dalam perjalanan pulang kerumah.


"kalian hati-hati ya" ujar Moli sembari melambaikan tangannya, dia mulai mencoba mengakrabkan diri ditengah persahabatan mereka.


Mereka baru saja berumpi sebentar tentang alasan Kai yang berkelahi tadi siang.


"gue 'kan udah bilang tidak penting kalau rumornya hanya sebentar tapi selama rumornya berjalan dan masih ada pasti bakal ada hal buruk yang terjadi" ungkap Moli yang paling diingat Ayesha.


"ternyata benar ya yang dikatakan Moli" ucap Ayesha mengingat penjelasan Moli yang seakan terngiang ngiang diingatannya.


Kai mengangguk setuju.


Tak lama mereka menempuh perjalanan akhirnya motor yang dikendarainya tiba tepat dihalaman rumah Ayesha.


"tuh mereka udah pulang" imbuh seseorang yang sedang bersantai didepan rumah, dia Santi, ibunda dari Ayesha.


"loh mama, tumben duduk diluar?" Ayesha turun dari motor bersama Kai.


"memangnya aneh ya?" ungkapnya dengan tegas, dia tak mau dikritik oleh orang lain bahkan anaknya sendiri.


"kamu kasar banget padahal pada anak sendiri" Riska ada disana dan dia bercakap dengan tutur kata yang lembut sampai terkadang Ayesha merasa iri dengan sikapnya dibanding mamanya sendiri.


Kadang pada suatu waktu Ayesha dan Kai bercerita, jikalau bagaimana bisa kedua ibundanya itu bisa bersahabat sampai diusianya sekarang yang sudah terbilang tua?


"heran deh liat mereka" ucap Yesha membatin sembari menggeleng-geleng


"sini sayang.. gimana tadi sekolah kamu apa lancar?" ucapnya lagi sambil menarik lenganku sebagai ajakan agar aku duduk didekatnya.


"hmm?" Ayesha mendehem kecil seraya tak mendengar pertanyaan tadi. Matanya melirik kearah Kai, seakan mengatakan sesuatu.


"apakah harus gue ceritain ke mereka?" itu arti dari isyarat mata yang diberikannya.


Kai mengerti maksud Ayesha dan menggeleng atas jawabannya.


"ah haha. tadi disekolah sangat baik kok tan, hari sangat cerah dan sangat mendukung" jawabnya akhirnya. Terdengar dari suaranya ketika tertawa, sangat canggung.


"ohh begitu ya" Riska mangut-mangut mendengarnya.


"kalau begitu tante jemur pakaian dulu ah" Riska beranjak dari duduknya karena yang dikatakan Ayesha benar adanya.


"aha! Bener itu tante! Aya menyemangatimu!" Ayesha sembari menaikkan kesua tangannya seraya mendukung Riska agar bersemangat berjemur.

__ADS_1


"dasar anak ini" Kesal Santi karena seperti diabaikan


...****************...


__ADS_2