I Love You Oh Friend

I Love You Oh Friend
ILYOF #9


__ADS_3

Hampir 2 detik Ayesha terdiam,


"ah sudahlah mungkin gue salah denger" ucapnya membatin.


Lama kemudian mereka sampai tepat didepan halaman rumah Ayesha.


"makasih okey? Jumpa besok senin" ujarnya sembari melambaikan tangannya pada Bara.


"ya"


Bara pun melajukan motornya kencang, sedang Ayesha masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum"


"Yesha pulang" ujarnya, jam masih menunjukkan jam 9 malam, kedua orang tuanya masih ada diruang tamu sembari menonton tv.


"wah apa itu yang kamu bawa, banyak bener" ungkap Santi begitu melihatnya membawa sekitaran 5 kantung makanan.


"ini masih dikit kok ma, udah aku makan sebagian dijalan" ujarnya lalu ikut duduk disebuah sofa.


Ayesha tadinya bosan saat dalam perjalanannya pulang, bagaimana tidak yang ditemaninya pulang bukan seseorang yang sering dia temani bercanda ria melainkan Bara yang baru saja menjadi teman baginya.


"mama mau? Ambil aja tuh" lanjutnya dengan menunjuk kantung yang disimpannya diatas meja. Rasanya dia sudah merasa kenyang, cepat dari pada biasanya mungkin karena kejadian tadi yang membuatnya tidak nafsu lagi.


Santi tak menolak dan langsung beraksi menikmati makanan yang dibawa anaknya, "okelah mama gak sungkan nih" ujarnya ragu, karena walaupun yang punya anaknya sendiri tapi gak mungkin dia main ambil lagi pula anaknya sendiri yang membeli dari luar, untuk dirinya sendiri biarlah.. Itulah aturannya dalam keluarga.


"aku ke-kamar aja lah ma.. pa..-" Ayesha berdiri dengan wajahnya lesuh nan muram membuat kedua orang yang ditinggalkannya menatapnya curiga,


"apa anak kita berkelahi lagi ya ma" imbuh papanya, aryan kepada santi, istrinya.


"hm, sepertinya begitu"


"Yesha.. Jangan lupa sholat!" ucap Santi dengan sedikit teriak karena Ayesha yang sudah masuk dalam kamar.


"iya ma!" jawabnya juga dengan teriak agar terdengar.


...♤♤♤♤♤♤♤...


Tak terasa waktu telah banyak berlalu sakin cepatnya, kini matahari terbit diatas kepala.


Murid-murid sekalian usai melaksanakan sholat dzuhur dan akan masuk ke kelas masing-masing untuk melanjutkan pembelajaran pada jam selanjutnya.


Ayesha sedang berjalan bersama Moli seperti biasa, Ayesha telah menceritakan apa yang terjadi padanya semalam.


Ayesha berkata dirinya tak menyangka Kai akan melakukan itu atas bukti kemarahannya, dan mengaku kali pertama melihat Kai seperti itu.


Dalam perjalanannya menuju kelas, mereka sempat berpapasan dengan Kai dengan teman-temannya yang lain, terlihat Bara tidak ikut bersama mereka.


"Jadi, dikelas mereka gimana?" tanyanya turut prihatin dengan apa yang terjadi pada teman kelasnya itu.


"ya.. entahlah dari awal mereka juga gak akrab" jawabnya sedikit tak perduli.


Moli mengangguk mengerti, "eh liat deh!" serunya tiba-tiba membuat Ayesha langsung menatapnya.


Dilorong itu mereka berpapasan,

__ADS_1


Ayesha berjalan terus tanpa memerdulikannya, dia masih marah tentang persoalan kemarin. Begitu pun Kai, dia tidak juga memerdulikannya namun berharap ditegur dahulu.


"astaga.. Kalian itu ya!" imbuh Moli tak menyangka dengan kelakuan kedua sejoli ini.


Ayesha tidak berkata apa-apa lagi, mereka pun masuk kekelas lebih dulu disamping itu Kai,


dia merasa kesal dengan situasi yang baru saja dia alamin, "gue pikir Aya bakal negur duluan padahal nggak" ucapnnya membatin,


Kini dia berada didalam kelas bersiap untuk menerima pelajaran selanjutnya namun perasaannya seperti tercampur aduk antara kesal dan kecewa.


...----------------...


Pukul 16.10


Waktu pulang sudah tiba, murid-murid berbondong-bondong keluar dari pagar untuk pulang atau singgah dulu ditempat tongkrongan.


Karena mereka saling tak bicara jadinya, Ayesha bawa motor kesekolah.


Flashback on*


Tadi pagi, Kai ingin berangkat kesekolah bersama Ayesha namun sayangnya, Ayesha berangkat kesekolah lebih dulu bahkan lebih cepat daari biasanya.


"mama.. Aku berangkat!" serunya langsung begitu salim.


"cepet banget? gak sarapan dulu, masih pukul 6 loh" ucap Santi heran pada anak semata wayangnya itu.


"biasa, lagi pengen hirup udara segar diluar sana" Ayesha beralasan namun memilih pakai transportasi.


"pakai motor? Nggak sama Kai?" ucap papanya ikut berbicara.


Udah lah ma.. pa.." ucapnya yang melangkah kan kakinya untuk berangkat.


"gak kecepetan?" seru mamanya lagi.


"nggak! Entar jalanannya udah rame, Assalamualaikum.." setelah mengatakan itu motor yang dikendarainya sudah melaju begitu cepat.


Kai yang mendengar suara brum motor langsung keluar dari rumahnya, dia mengira suara itu berasal dari rumah Ayesha daaan ternyata benar dari sana.


"om, Aya udah pergi kah?" tanyanya pada Aryan yang terlihat tengah bersiap-siap keluar.


"eh iya, baru saja tuh dia keluar"


Kai mendengus mendengarnya, "sampai kapan dia mau marah?" ucapnya membatin, banyak pertanyaan yang timbul dibenaknya karena terkadang Ayesha yang marah biasanya tak membutuhkan 1 hari untuk redah.


flashback off*


"lu mau langsung pulang?"


"iya"


"ayolah gak usah pulang dulu"


Moli menarik lengannya agar tidak dapat menjalankan motor,


"hm iyaa" ujarnya dengan pasrah.

__ADS_1


"Yes!" serunya dengan semangat.


Moli pun menyuruhnya naik diatas motor, dia menyarankan untuk menitipkan motor miliknya disekolah saja, terus pulang dia bisa kembali dan mengambilnya.


Kai memperhatikan mereka dari kejauhan dan bertanya tanya, "hei-! Kamu tau nggak mereka berdua mau kemana?" tanyanya pada seseorang yang diketahui dari kelas D,


"mereka? gak tau tuh, tapi mungkin mereka pergi nongkrong kali" jawabnya,


Kai terdiam mendengarnya, dia tidak pernah ikut nongkrong sama sekali sejak dia SMA, Ayesha selalu menjadi panutannya, jika Ayesha tidak pergi maka Kai pun sama.


"kenapa Kai? Lu mau ikut?" ucap seseorang ikut berbicara, dia Andra pacar dari Heny cewe yang baru saja berbicara.


Mendengar ajakan itu Kai bingung, "kalau gue kesana, apa bisa ketemu mereka?" tanyanya sedikit ragu tapi, Andra mengaku kalau hal itu sudah pasti karena tongkrongan yang mau dia datangi, dimana pusat anak-anak melepas penat.


"cari aja, pasti ketemu" ungkapnya, yang mulai memutar gas.


"mau ikut gak lu" lanjutnya, "kalau mau cepetan hidupin motornya ikutin kita" seru Heny melanjutkan perkataan pacarnya.


Disisi lain..


Ayesha terus mengekor dibelakang Moli dari belakang, kini dia sedang berada dilokasi yang disebutkan Moli namun dia tidak menyangka kalau tempat nongkrong yang sering disebut-sebut itu ialah sebuah cafe.


Cafe ini bertempat dijalan yang tak jauh dari sekolah berada, namun anehnya cafe tersebut sangat terpencil didalam lorong-lorong jalan.


Banyak murid-murid dari sekolah kami yang muncul disana bahkan dari sekolah lain pun.


"nah kita duduk disini aja" ucap Moli ketika mendapati tempat duduk yang nyaman.


Tempat yang dipilihnya berada disudut ruangan, dimana akan terlihat orang-orang dari sudut mana pun. Tujuan sebenarnya Moli datang kesana hanya untuk melihat banyaknya kakak maupun adik kelas ganteng,


Biasa nongkrong yang menguntungkan sekalian cuci mata.


Disamping itu, "yo! Gas" sapa Andra terhadap temannya Bagas.


Kai, Andra dan Heny akhrinya sampai, keduanya membawa Kai dihadapan teman-temannya waktu SMP yang sekarang besekolah di SMA Garuda Indonesia.


"yo, lu bawa teman baru?" jawabnya seketika menatap Kai yang dilihatnya berwajah baru.


"ohh ini, temen gue mau cari cewe nya?" ucapnya, namun Kai tidak mengelak. Sudah banyak yang mengira mereka sepasang kekasih apalagi sejak kejadian itu,


jadi menurutnya percuma untuk dibantah karena ada lebih banyak orag lain yang tau.


"cewe? Lu mau cewe?" tanya Bagas pada Kai, dia salah paham mengiranya datang hanya untuk mencari cewe unt dipacari.


"nggak, gak gitu maksudnya.. - "ucapnya terpotong oleh Kai.


"udah lah, gue kesana dulu" ujarnya tanpa menoleh lagi dan laangsung pergi,


Andra tertawa kecil, "dia memang seperti itu" ujarnya setelah capek menjelaskan.


"Sayang, teman kelas kita Moli biasanya duduk disana bukan?" tanyanya akhirnya begitu mengingat-ingat.


"ya! Tempat yang pantas untuk tak terlihat" ungkap Heny membiarkan, Kai akan susah mencari apalagi dengan banyaknya orang, dan suara yang ribut yang ditimbulkan masing-masing.


Mereka membiarkan Kai mencari padahal tau dimana jelas kemungkinan Ayesha berada tapi Kai malah pergi sendiri dan tidak menyempatkan diri berkenalan pada teman-temannya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2