I Love You Oh Friend

I Love You Oh Friend
ILYOF #6


__ADS_3

Waktu kian berlalu, Ayesha kini sudah berada dirumah.


Ayesha sedang berteleponan dengan Kai, yang padahal mereka tetanggaan. Kedua orang tuanya juga sudah tau kalau Kai sedang menjalani hukuman yang kebetulan dalam beberapa hari kedepan kedua orang tua Kai tidak berada dirumah sebab sedang melakukan perjalanan bisnis diluar kota.


Ayesha menceritakan kejadian yang terjadi saat dia kesekolah dan berkata, "lu tau gak, disekolah tafi Serly membantah hubungan kalian diteman-teman dan serunya mereka malah menuntut kebersamaan kalian" ujarnya begitu kesal dengan kesan teman-teman disekolah yang memaksa kalau Kai dan Serly bersama.


"gue tau, diforum sekolah juga tersebar"


"Oh ya? Gue gak nyangka dia bilang gitu loh" Ayesha mengingat-ingat kejadian malam itu, dilihatnya saat itu Serly kesal acaranya diganggu.


Tapi berbeda disisi lain, Serly kesal walau sebentar hanya karena prisesi kuenya diganggu dan seperti dibuat malu. Namun dia juga kesal bila dijodoh-jodohkan padahal itu tidak benar, sudah 2 tahun imajinasi mereka mengembang, dia sudah tak tahan akan hal itu.


"Gue bosan dirumah" ucap Kai dengan menghelakan napasnya berat.


"gimana luka lo?"


"udah baikan, tenang aja"


"oke"


Telepon pun diakhiri oleh Kai, karena merasa mengantuk dia menutup telepon untuk tidur.


Beberapa hari kemudian..


Andika dan istrinya Riska pulang kerumah. Siang itu adalah hari libur, dan hari yang tepat untuk bersantai ria ke pantai, Ayesha sedang berada dihalaman memperhatikan Santi, ibunya yang sedang memperbaiki tanaman.


Mobil kedua orang tua Kai berlalu melewati depan rumahnya, betapa senangnya Ayesha begitu melihat lewatnya mobil tersebut.


"hei hei ! Mau kemana kamu??" tegur Santi melihat Ayesha yang tadinya duduk malas malah tiba-tiba melompat.


"Tante Riska udah pulang ma!" serunya begitu antusias.


"Riska?"


"oi, apaan sebut-sebut nama gue" seseorang tiba-tiba berkata demikian, membuat Ayesha semakin antusias mendekatinya, dengan berlari lalu memeluknya.


"eh Aya?"


mata Ayesha berkaca-kaca sembari memeluknya, Riska bingung dengan situasi yang terjadi.


"dasar anak songong" gumam santi sedikit pangling melihatnya padahal sendirinya ibu anak itu.


"tente.. perjalanan bisnisnya kok lama banget, tujuh hari loh" ucapnya dengan sendu, membuat Riska tergerak mendengarnya.


Disamping itu terlihat Kai diatas teras kamarnya sedang mengintip kejadian tersebut.


"mulai lagi dia, Aya.. Aya..-"


Kai menggeleng sembari sedikit tertawa dengan penampakan yang dilihatnya.


"Kamu rindu ya? Kenapa gak telepon tante aja" ucapnya sembari mengelus pucuk rambut Ayesha.

__ADS_1


Ayesha berhasil menciptakan situasi yang diinginkannya, "iya rindu banget sama kai, tapi takut diamuk tante" ucapnya membatin, dia mengangkat kepalanya sedikit, ya saat itu dia melihat Kai dengan senyum menungging.


Keduanya seakan memiliki telepati yang terhubung sehingga bisa saling mengerti.


Kai mengangkat tangannya dan memberi jempol pada Ayesha, "Good Job!" serunya terbaca dari gerak mulutnya.


"udah-udah, cukup adegan sadnya" Santi sudah tak tahan dengan situasi didepannya, melihat tingkah anaknya yang romantis dengan orang lain membuatnya cemburu, bahkan mereka sangat jarang berpelukan.


"ih apasih ma!" ucap Ayesha yang ditarik paksa olehnya.


Ayesha tau akan hal itu, "udah ketebak, thank you mom" gumamnya yang sebenarnya sangat senang. Sambil terus mempertahankan dirinya yang kesal dia malah berjalan masuk kerumah Kai tanpa ragu dengan wajahnya yang jutek.


"astaga anak ini, buat mama frustasi saja" ungkap mamanya dengan kesal melihat tingkah anaknya yang aneh tidak seperti anak pada umumnya.


"gak ikut masuk? Aku punya oleh-oleh loh"


"gak! Kasih ke Ayesha saja, aku masih harus menyelesaikan ini"


"oke"


Santi akhirnya kembali pada kesibukannya yaitu merawat tanamannya dengan baik, dia seorang penyuka tanaman dan hobi mengoleksi berbagai tanaman, itulah mengapa lebih banyak terpampang pot-pot bunga dihalaman rumahnya dibanding dengan halaman rumah milik Riska family.


...****************...


Mereka akhirnya masuk kedalam kediaman Riska family, terlihat Kai yang tengah duduk disofa ruang tamu. Sembari duduk dia terdiam kaku tanpa mengatakan sepatah katapun ketika Riska memasuki rumah.


Ayesha mengedipkan matanya sebagai tanda rencana selanjutnya akan dimulai.


Riska masuk kedalam ruang tengah tanpa memerdulikan Kai yang berada diruang tamu, sedang Ayesha mengekor dibelakangnya.


"oh ini kue berikan padanya" jawabnya langsung dan memberikan sekotak kue pada Ayesha.


"gitu aja?" ujarnya dalam hati sedikit kecewa karena Riska yang tak berkata apa-apa lagi.


"mn.. Tante udah baikan kah dengan Kai?"


"udah" jawabnya tanpa menoleh.


"boleh gak kalau Aya ajakin Kai keluar?"


"boleh"


"beneran?"


"iyaa"


Riska menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan Ayesha dengan singkat, terdengar dari suaranya dia sangat malas membahas akan hal itu.


"tente bohong, tante belum baikan 'kan ama Kai" Ayesha bertingkah kesal selayaknya anak kecil.


Dia melipat kedua tangaannya didepan dada dan mulutnya terlihat manyun kedepan.

__ADS_1


"bohong? Nggak kok tante beneran suer."


Riska memperlihatkan dua jarinya untuk membuktikan kebenaran dari ucapannya, herannya dia tidak mengeluh dan risih dengan tingkah Ayesha yang terlihat seperti anak-anak itu, bahkan jika dilihat dari usia Ayesha yang sudah beranjak 17 tahun.


"mana buktinya, Aya butuh bukti. Bukan omongan semata." ujarnya lagi, Riska termangu setelahnya.


"nah kan, tadi pas tante masuk rumah aja gak negur-negur Kai padahal dia ada diruang tamu loh. Udah lama banget tante marah ama Kai, mau sampai kapan tante seperti itu."


Ayesha berbicara menggunakan logak yang digunakan anak kecil pada umumnya, dan dengan berlagak seperti sedang merajuk sampai-sampai Riska bingung menghadapinya apa lagi yang dikatakan Ayesha barusan membuatnya tidak bisa berkata-kata.


"ayolah.. Tante Riska jangan seperti ini..-" Ayesha sembari menggerak gerakkan bahunya berkata demikian.


"Kai, OI KAI-!" Lanjutnya sembari berteriak.


Disisi lain Kai tengah duduk dan berbincang ala kadarnya dengan sang ayah.


mendengar teriakan Ayesha sang ayah memotong pembicaraannya dengan Kai, "sepertinya Aya memanggilmu" ucapnya.


"Ya, aku tau pa"


Kai bangkit dari duduknya begitu cepat dan melangkahkan kakinya kedalam.


Dia agak ragu saat langkahnya berada diajang pintu, dan memberi kode pada Ayesha yaitu lirikan sederhana kearah mamanya.


"itu dia, tante.. Katanya Kai pengen keluar capek dirumah terus."


Kai terkejut dengan pernyataannya yang tiba-tiba, matanya bahkan sampai membelalak.


Riska tak berkata apa-apa, dia merasa gengsi padahal pada anaknya sendiri.


"hukuman sudah kujalani ma, apa mama masih marah padaku?" ungkap Kai akhirnya mengambil posisi didepan Riska.


"masih" jawabnya singkat.


"aku mengakui kalau bersalah, aku tak akan mengulang kesalahan yang sama lagi, maafin aku ma"


Kai menunduk sembari mengakui kesalahannya didepan Riska dia juga tak lupa mengucap kalimat maaf, Riska tak tahan akan hal itu.


"janji? Janji gak bakal berantem lagi?" tak terasa ternyata Riska tak dapat membendung air matanya hingga menetes keluar.


Kai tak tahu akan hal itu, dia mengangguk dengan kepala yang masih menunduk.


"mama gak mau kamu jadi anak berandal Kai.. Makanya, maafin mama karena udah membatasi mu" ucapnya, Riska juga merasa bersalah sudah membatasi anaknya untuk tidak keluar rumah, bahkan sampai absen disekolah.


"itu 'kan memang hukumanku, jadi wajar..-


ma?"


Riska memeluk anaknya, dengan sangat erat. Terlepas rasa rindu yang dia rasakan meluap keluar. Kai juga sama, dia membalas pelukan tersebut dengan begitu hangat. Pelukan sang ibu.


Ayesha masih stay berada disana, matanya berkaca-kaca memperhatikan interaksi ibu dan anak itu.

__ADS_1


"apa aku boleh ikut?" ucap Ayesha pada mereka.


Tanpa menunggu lama lagi mereka yang mendengarnya langsung menarik Ayesha untuk bergabung.


__ADS_2