I Love You Oh Friend

I Love You Oh Friend
ILYOF #2


__ADS_3

Besoknya..


Kedua sejoli itu tidak pernah berbicara sepatah katapun, bahkan ketika mata mereka bertemu, keduanya malah saling menjulid.


"ih apasih!?" kesal Ayesha kepadanya.


Pagi ini mereka berangkat sekolah bersamaan yang menyebabkan keduanya harus berjalan menuju sekolah.


"elu nya yang apaan!" balas Kai yang ternyata tepat dibalik punggungnya ada Riska, mama Kai.


Riska menepuk punggung Kai pelan dan berkata, "anak ini jangan ajak Aya bertengkar terus" serunya pada Kai yang dekil.


"eh tante" ujar Ayesha lalu mendekat pada Riska dan menyaliminya.


"anak pintar" pujinya,


"gak seperti Kai, udah gak sopan.. sok jagoan lagi" lanjutnya sambil sengaja melirik lirik Kai, yang bermaksud menyinggungnya.


Ayesha tertawa sejenak dan membetulkan perkataan mama Kai, sedang Kai hanya semakin kesal karenanya.


"udah deh. Kai jalan duluan" ujarnya yang ternyata menunggu Ayesha untuk jalan bersama.


"Kupikir dia akan pergi, tapi aku lupa kalau dia Kai" batin Ayesha yang mendengar ucapan Kai jadi tersentuh.


"Yaudah deh tante, Ayesha pergi dulu. Assalamualaikum" ujarnya akhirnya yang diikuti oleh Kai dengan ucapan salam.


"Walaikum salam" ungkap Riska menjawab salam dari mereka dengan senyum yang mengembang dibibirnya pun dia melambaikan tangannya dengan haru.


:)


Dalam perjalanan menuju sekolah ternyata mereka sudah berbaikan.


Begitulah mereka, bertengkar dengan sangat mudah maka akan berdamai juga dengan cepat.


Kai pun sangat senang sehingga dia menanyakan ajakannya pada Ayesha yang kemarin.


"Lu mau nemenin gua 'kan?" tanyanya dengan penuh hati-hati karena jikalau ditolak, dia hanya pasrah dan pergi sendiri tapi jika diikuti keinginan dia tentunya memilih pergi berdua dan lebih bagus jika partnernya itu Ayesha.


"baiklah" ungkapnya dengan cepat, Kai sangat senang dengan hal itu.


"Tapi.. Ada syaratnya" lanjutnya lagi, membuat senyum lebar diwajah Kai memudar.


"syarat? Kuharap lu gak minta yang laen-laen" ujarnya yang diangguki Ayesha.


"nggak kok, sederhana saja syaratnya.. Yaitu buku yang lu beli jadi hadiah ultah aja, gak usah tuh elu pakai nembak segala ke Serly" Ayesha menerangkan syarat diinginkannya.

__ADS_1


Kai menatap heran dan aneh pada Ayesha, takut dibilang kalau perasaannya terungkap Ayesha langsung berkata, "hei! Kok lu diam? Jangan mikirin yang enggak-enggak lu!" jelasnya pada Kai yang tetap berjalan dengan mode hening.


"jangan bilang lu marah lagi??" ucapnya tak tahan kalau di teka-tekiin.


Kai menggeleng dan berkata, "menurut lu, gua cocok gak sama Serly?" tanyanya yang jelas lah Ayesha jawab.. "Tidak!" ungkapnya dengan jelas.


Walaupun Ayesha tau menurut orang-orang mereka berdua cocok tapi masa dia mengikutinya, tidak ada yang tertulis didalam kamus Ayesha untuk mengikuti argumen orang lain sementara dia punya argumen sendiri.


"ohhh~ oke-oke, kalau gitu, Serly gak jadi gua pacarin deh" ungkapnya lalu diangguki mantap oleh Ayesha.


"memang lu aja yang aneh, mau pacarin orang terus gak ada perasaan, Dasar.." ucap Ayesha dengan nada mencibir.


Selang beberapa waktu mereka tak sadar sudah sampai didepan gerbang sekolah, bagaimana tak sadar selang dalam perjalanan mereka terus berbicara hal random yang terkadang dilakukan para sahabat pada umumnya.


^-^


"hei kawan-kawan! Kalian bentar datang ya, kerumahku!" ucap Serly dengan sedikit berteriak untuk mengumumkan pesta yang diadakan dirumahnya.


tak ada terkecuali yang tidak diundangnya, sebab siapa yang tidak kenal Serly si murid berprestasi.


Malam haripun tiba..


Ayesha dan Kai datang bersama diacara tersebut.


Ayesha datang dengan mengenakan pakaian rapi tanpa melepas tanda dirinya yang tomboy, yang lebih tepatnya penampilan kedua sahabat ini tak jauh berbeda.


Ayesha hanya memperhatikan Kai dari jarak jauh. Berbeda dengan dulu, saat ini Ayesha sudah tidak terlalu bergaul dengan teman-teman Kai makanya dia tidak terlalu mengenal siapa-siapa yang dekat dengannya, sedang dirinya sendiri saja malas bergaul, sehingga teman akrab yang dia miliki disekolah hanya Moli satu-satunya.


"ngaku deh sekarang, lu suka sama Kai 'kan?" ungkap Moli langsung menebakku.


"ha??" aku langsung terkejut mendengarnya dan memperhatikan sekeliling, dan menghelakan nafasku lega ketika tau suara pesta yang sangat besar.


Ayesha takut jikalau ada yang mendengarnya dan tersebar gosip miring dan mengganggu persekolahan Kai.


"gue tau kok yang lu khawatirin"


"tau apaan, lebih baik diam deh atau lu ganti pembahasan" ujar Ayesha. Tanpa dia tau saat ini pipinya memerah setelah ditebak oleh Moli.


Moli tak tau apa perasaan Ayesha, selama ini dia hanya menebak dari perlaku temannya, Ayehsa yang tidak pernah mengungkapkan kebenaran yang dia rasakan.


"bilang aja deh.. gue tau kalau kalian sahabatan sejak kecil tapi coba deh lu jujur sama gue, kalau jujur gue bisa bantu lu" ungkapnya menambah nambahi.


Ayesha terdiam, tatapannya berada pada Kai dari kejauhan dan terfikir sesuatu, "sejak pertengkaran kami waktu sd aku sudah menghilangkan keinginan untuk mengatakan perasaanku sebenarnya padanya, aku tak ingin bila pertemanan kami putus"


"hei.. bilang aja iya or tidak, simpel 'kan?" ucap Moli sembari menepuk pundakku pelan.

__ADS_1


"wajar bila seorang teman tau apa yang dirasakan temannya, jadi katakan saja" lanjutnya meyakinkanku.


"Ya" jawabku singkat dan senyum mengembang diwajah Moli yang khas dia miliki, wajahnya jadi terlihat lebih manis.


Moli nampak bahagia setelah mengetahui temannya ternyata bukan seorang pendeta.


"gue pikir lu gak normal loh, kan selama ini lu gak pernah tuh bilang sesuatu sama gue, hahaa ternyata.. Oh ternyata"


"apasih lo! Lo ngejek gue?!"


"nggak, gak ngejek cuman gak nyangka aja"


Ayesha menatapnya kesal karena seperti diejek olehnya, dan memilih diam sementara Moli terus menggodanya.


Semua orang berkumpul karena inti dari acara akan dimulai, Serly dengan menggunakan gaun yang cantik berdiri ditengah-tengah mereka.


Aku memperhatikan mereka dari kejauhan, nampak Kai ditarik oleh Serly untuk berdiri didekatnya saat prosesi pemotongan kue berlangsung.


"lu gak cemburu tuh liat mereka" ujar Moli sambil menatapku khawatir.


"nggak kok santai aja, gua udah terbiasa" jawab Ayesha sembari terus memperlihatkan raut wajahnya yang santai.


Moli tidak bisa pura-pura tak tau tentang perasaan temannya saat ini dan langsung menarik Ayesha untuk maju kedepan.


"Lu mau bawa gue kemana??" tanyanya terheran.


Posisi berdiri mereka saat ini jauh berbeda, yang tadinya mereka berdiri dibagian paling belakang kini berpindah tepat didekat Kai, yang berarti berada dipaling depan dan ditengah-tengah.


"hebat'kan gue" ucap Moli membanggakan dirinya mengambil posisi.


"sekarang tugas lo, lo tau yang akan terjadi setelah pemotongan kue'kan? gue harap lo hentikan" lanjutnya dengan suara membisik.


Ayesha mengangguk mengerti, "Jangan malu, ini demi masa depan kalian" Moli berkata lagi karena melihat Ayesha yang ragu.


Setelah Serly berkata sedemikian rupa untuk mengucapkan rasa terimakasihnya pada para tamu, tak lama kemudian diapun selesai memotong potongan pertama dari kue yang berlantai 3 itu.


Tiba-tiba Ayesha menghentikan pergerakan Serly yang akan menyuapi Kai pertama kali, dengan berkata "Stop! Gue boleh gak yang pertama?" ungkapnya tiba-tiba dengan percaya diri.


Serly terkejut dan memperhatikan Kai yang tidak disangka malah mengambil potongan yang dipegangnya dan menyuapi Ayesha.


Pemeran utama pesta kian berganti akibat tingkah mereka. Kai sedikit tertawa melihat Ayesha.


Serly seakan dijahili oleh kedua sahabat ini.


"kalau gitu kami pamit dlu.. Serly makasih ya udah ngundang kami" ujar Kai tanpa malu sembari memberikan hadiah buku yang dibelinya sepulang sekolah, Serly termangu memperhatikan mereka berdua pergi dengan santuy sentosa.

__ADS_1


"Baik guys kita lanjut yuk" ucapnya dengan berusaha tersenyum senetral mungkin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2