I Love You Oh Friend

I Love You Oh Friend
ILYOF #5


__ADS_3

"aduh duh maa. sakit ma!" keluh Ayesha sambil teriak pasalnya telinganya sedang dijewer.


"siapa suruh kamu nyuekin mama kalau udah ketemu Riska" imbuhnya begitu kesal sampai-sampai menarik telinga Ayesha masuk kedalam rumah.


Awalnya Kai terkejut dan ingin menolong tapi mana berani dia ketika suara Harimau sudah terdengar. Dia habis digertak oleh Santi.


Tak seperti namanya, Santi yang jika diartikan umum banyak orang yang bernama Santi lemah dan lembut. Tapi berbeda dengan mamanya, dia seperti Letnan Polwan saja yang pembawaannya yang tegas.


"aku gak maksud gitu kok" ungkapnya dengan nada yang lebih rendah dari sebelumnya, Ayesha mengelus telinganya yang nampaknya sedang memerah habis dijewer.


"udah sana kamu ke kamar bersih-bersih, cuci juga pakaian kotor dikeranjang" Seru mamanya langsung seperti bos.


Riska melihat Ayesha yang masih duduk diam disofa.


"jangan dikerut begitu mukanya, lakukan saja yang mama suruh!" sambungnya lagi namun tak didengarkan.


Ayesha kesal dengan sikap mamanya, wajahnya semakin jelek akibat membentuk mutol yang dibuat-buat.


Plokk*


"mama kenapa kasar banget sih! Anak sendiri juga" keluhnya akhirnya. Santi melemparkan sebuah bantal kecil tepat diwajahnya.


"wajah kamu jangan ditekuk, udah jelek mau ditambahi jelek" ucap Santi mengubrisnya, Ayesha berdiri dengan jengkel dengan sikap mamanya.


"mau heran tapi udah keberapa kalinya" gumamnya pasrah.


...****************...


Usai mencuci baju akhirnya Ayesha mendapat waktu senggan dimalam hari.


"uh capek" ujarnya yang langsung melempar tubuhnya diatas kasur, habis bekerja keras membersikan pakaian kotor yang ada selama 1 minggu sungguh membuatnya meng capek.


Baju tersebut seharusnya dilaundry tapi agaknya dia mendapat hukuman dari ibunda ratu yang padahal dia tidak termasuk seperti itu. Untung saja semua tugasnya telah selesai dimalam itu termasuk dia sudah melaksanakan sholat isyah yang termasuk salah satu kewajibannya.


Selama mengistirahatkan dirinya diranjang dia termenung sesaat, tentang permasalahan Kai disekolah. hal itu tidak pernah terjadi, jadi bagaimana reaksi kedua orang tuanya ketika mengetahui hal tersebut, apakah mereka akan marah besar.


Ayesha bimbang padahal permasalahannya bukan tentang dirinya.


Dia menghela nafasnya kesal.


"tau ah kepala aing pening!" kesalnya dengan menutup kepalanya dengan bantal.

__ADS_1


Entah kenapa kepala Ayesha begitu cepat pusing, dia tidak mampu mempunyai beban yang berat, bahkan bila pelajaran sekolah yang dia dapatkan sedikit lebih mudah dia juga tidak mampu.


Akhirnya Ayesha memutuskan untuk tertidur sebentar.


...♧♧♧♧♧♧♧...


Pukul 04.45, suara adzan terdengar berkumandan, akhirnya Ayesha terbangun mendengarnya.


Ayesha pun bangun dari tidurnya dan langsung beranjak menuju toiled untuk mengambil wudhu.


Setelah selesai melaksanakan sholat seperti biasa dia berdoa terlebih dahulu sebelum berkemas kesekolah.


Pukul 06.00 tepat dia keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi, dia langsung duduk di sofa.


"pagi pa" sapanya dengan senyuman pada Aryan, Papanya.


Aryan tersenyum melihat anaknya bersiap begitu cepat di pagi hari, biasanya ketika Ayesha bagun begitu cepat dan bersrmangat dia mau jalan kaki kesekolah.


Selang beberapa menit dia duduk didekat papanya sembari menonton tv akhirnya terdengarlah teriakan mamanya dari dapur.


"Makanan udah jadi!" teriaknya dengan nada bersemangat.


Dikeluarga mereka terbiasa melakukan rutinitas pagi dengan sarapan.


"Yesha berangkat dulu, ma.. pa.. " tuturnya dengan lembut sembari menyalimi kedua orang tuanya.


"assalamualaikum" lanjutnya lagi lalu keluar rumah.


Beberapa langkah dia berjalan keluar dari halaman rumahnya, dia berhenti tepat didepan pagar rumah Kai dan berteriak.


"Kai-!" Ayesha berteriak dengan meneriakkan nama Kai.


Disamping itu Kai sedang duduk tenang di teras.


"lu ngapain disitu, gak sekolah?" ucapnya dengan masih menggunakan suara luarnya untuk berteriak.


"Aya.. Lu lupa ya!" balas Kai diatas sana.


"ha?" Ayesha menganga sebab tak mengerti dari apa yang dimaksudkan Kai.


"turun lo sini !" ungkapnya dengan mengayun ayunkan jemarinya memanggil Kai.

__ADS_1


Kai pun turun dari teras dan menuju didepan pagar.


tepat didepan pagar dia terhenti dan berkata, "sorry kita cerita disini aja, gua gak bisa buka nih pagar" ujarnya.


Ayesha mengangguk mengerti, dan terlintas dikepalanya ingatan kemarin.


"Astaga iya juga ya! Kai, sorry gua lupa kejadian kemarin. Apa tante Riska ama Om Gilang tau?" tanyanya sedikit kaget pasalnya bisa-bisanya dia lupa akan hal itu.


Kai mengangguk atas pertanyaan yang telontar dimulutnya, "gimana bisa Kai? Coba lu ceritain" serunya begitu antusias karena penasaran.


"lu kesekolah aja dulu, pulang gue ceritain" ucap Kai sembari menunjuk arloji yang dikenakan Ayesha.


"gak! gue gak mau kesekolah, gue ijin hari ini" Ayesha mulai lagi, dia bersikap keras kepala daan jika dia berkata seperti itu maka tak mungkin bisa dibantah.


"masa gue kesekolah sedanhkan elu nggak!" lanjutnya lagi membela diri.


"ya.. Masa lu mau berdiri terus kaya gini didepan pagar, kesekolah aja sana." imbuhnya membuat Ayesha mengerti.


Terlihat jelas dari wajah Ayesha kalau tidak ingin berangkat.


"Aya!" panggilnya melihat Ayesha membatu sakin keras kepalanya, tak mungkin juga dia meninggalkannya sendiri didepan pagar.


sudah berapa kali dia membujuk agar Ayesha kesekolah tapi alhasil dia tetap saja keras kepala.


"Yesha?" panggil seseorang tiba-tiba


Kai merasa lega mendengar suara itu, "om, liat deh Ayesha gak mau kesekolah, tolong antar dia om" ujarnya pada Aryan, yang baru saja keluar rumah untuk berangkat kerja.


"kamu gak sekolah?" tanya Aryan.


"emang om gak diinfoin ya, kalau rumahku kosong soalnya papa lagi dalam perjalanan bisnis om jadi aku ijin gak sekolah, mama juga ikut" ucap Kai menjelaskan dengan jujur, memang benar adanya itu salah satu alasan dia tidak kesekolah.


Ayesha memicingkan matanya mendengar hal itu.


"lalu Yesha, kok gak sekolah? Mau diantar hm?" Aryan bertanya sembari membuka pintu mobil.


Ayesha ragu menjawab tapi Kai membisiknya sesuatu, "udah sana kesekolah berantas gosip bodoh itu" ucapnya membuat Ayesha membara.


"benar juga itu" ucapnyanya membenarkan perkataan Kai juga dengan membisik.


Akhirnya dia ikut masuk kedalam mobil bersama Aryan, papanya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2