I Love You Oh Friend

I Love You Oh Friend
ILYOF #1


__ADS_3

Tahun ini kami beranjak diusia 17 tahun dan ditahun depan tentunya kami akan dikenal sebagai mahasiswa.. 7 tahun lebih berlalu dengan kami berada disekolah yang sama dan 7 tahun lebih juga aku mencintai Kai dalam diam.


Aku akui itu, mencintai seseorang dalam diam sangat sulit, menahan amarah kecemburuan dan bahkan menyembunyikan apa yang sebenarnya kita rasakan itu sangat menyusahkan. Terkadang aku berfikir, bagaimana jika kuungkapkan saja perasaan ini, tapi.. Kupikir lagi jika aku ditolak atau pertemanan kami putus, tidak! Aku tidak mau hal itu terjadi.


Setidaknya jika dia tak jadi milikku, dia tetap berada disisiku.


~


Sore hari kian menjelang hingga malam. Setelah selesai mandi Ayesha keluar kamar untuk ikut makan malam. Sementara makan..


"Assalamualaikum" seru seseorang yang berada diajang pintu


"Walaikumsalam.. Eh, Kai? Masuk nak! Kita makan bareng" ujar mama ketika melihatnya, sedang aku yang melihatnya hanya menatap datar.


Biasanya kalau Kai datang jam malam seperti itu dia ingin cerita sesuatu padaku, entah itu kekesalannya yang ada dirumah, disekolah, kalau dia sedang sedih pun datang padaku dan menceritakannya selayak seorang kakak.


Kai masuk dan duduk di kursi yang terletak didekatku, sempat sebelum itu Kai sempat mencari gara-gara padaku, entah itu sebuah ritual ketika kami bertemu intinya sedikit-sedikit bertengkar, baikan, bertengkar, baikan lagi.


"apa-apaan kau!" bentakku dengan mata memicing ketika dia menyentil kepalaku.


"kau punya kaki kagak tau aturan dimeja makan ga??" Ungkapnya dengan santai sembari duduk.


Aku geram mendengarnya, memangnya tak bisa? kaki dinaikkan diatas kursi juga. Kan gak kelihatan.


Dukkk*


"Sana kau! Jangan duduk dekatku!" ucapku sambil terus menendangnya hingga tersungkur kelantai, Sorry kalau kasar tapi ini gaya Ayesha yang memang selalu bebas.


"Ayesha!" teriak mama dan papa yang hanya bisa menggeleng.

__ADS_1


"lebih baik jangan makan kalau hanya ingin bertengkar, Ayesha kamu masuk kekamar! Mama gak pernah ajarin kamu kasar gitu ke orang lain" lanjutnya dengan nada yang mulai kesal dengan tingkahku.


"Yasudah..!" Seruku dengan wajah yang merajuk layaknya seorang anak-anak. Entah mengapa aku seperti ini, aku sangat menolak jika dimarahi ataupun diceramahi.


Selang beberapa waktu aku menuju kedalam kamar, ternyata Kai mengekor dibelakangku. Aku sudah menebaknya dasar Kucing! Walaupun sudah mengejar dan mengajak berkelahi masih aja mengekor.


"kenapa? Gak ikut makan lu sama bokap nyokap gue?" ucapku menanyakannya seraya tak peduli


"udah makan kok" jawabnya singkat lalu ikut duduk.


Suasana kamar hening, sehingga membuat Ayesha memancingnya untuk berbicara.


"Ngomong yang mau diomongin, jangan diam baek gitu" ucapku mulai kesal terhadapnya, pasalnya waktu makanku hilang karnanya yang muncul.


"Dih kesal amat kedengarannya, padahal dia yang salah"


"kalau mau ngeceramah mendingan lu keluar deh dari kamar gue, gue risih dengarnya"


"Ha??!" jawabnya terkejut, dan saking terkejutnya Ayesha sambil memperngangah kan mulutnya begitu lebar.


"bukannya biasanya lu kalau mau buku tinggal pesan gak perlu datang ke tempatnya? Tumben lu pengen kesana, ada apa emang??" lanjutnya begitu sadar dan menutup mulutnya yang sempat melongo.


Kai adalah salah satu murid berprestasi disekolah dan sangat hobi mengkoleksi buku dan membacanya hanya saja dia begitu malas untuk ketempat atau pusatnya langsung seperti diperpustakaan ataupun ditokoh buku, biasanya dia hanya membeli lewat online.


"Kenapa kau begitu terkejut, aku hanya ingin membeli buku yang berbeda" jawabnya dengan wajah yang tidak meyakinkan.


"untuk??" tanyaku lagi padanya


"masa lu gak ngerti sih, gue pengen ngehadiain buku buat seseorang" jawabnya dengan menepuk jidatnya kesal.

__ADS_1


Begitu mendengar jawabannya entah seperti ada suara patah dibuatnya, "Lagi-lagi??" ucapku membatin, ini sudah keberapa kalinya Kai seperti itu, mungkin kali ini dia ingin menghadiahkan kepada seseorang yang ulang tahun tapi.. Kuharap dia tidak mengungkapkan perasaannya begitu cepat.


Aku heran, bagaimana bisa banyak orang didunia ini yang bisa langsung begitu saja menyatakan suka pada seseorang dan timbul perasaan baru, apa perasaan itu benar adanya atau hanya mainan belaka? Kalau begitu kenapa hal itu berbeda denganku, yang masih tetap bertahan pada orang yang sama??


"apa lu ingin nembak dia?" tanyaku pada akhirnya.


Kai mengangguk dengan pasti dan yakin.


Seketika salah satu ujung bibirku menungging...


"hahahaaa, apa itu Serly? kutebak lu bakalan ditolak seperti sebelumnya!"


Ayesha tertawa dengan nada yang aneh tapi masih tetap dengan sentuhan mengejek, begitupun dengan kata-kata yang terlontar dibibirnya.


Serly murid yang berperingkat kedua dikelas kami setelah Kai yang merupakan peringkat pertama, banyak murid-murid lain yang memang memuji kebersamaan mereka dan bahkan ada yang menjodoh-jodohkannya, kupikir hal itu tak akan mempengaruhi Kai, namun ternyata tidak..


Nampak terlihat pada raut wajah Kai yang terpancing emosi mendengar ucapanku.


"Kenapa lo berkata demikian? Bukannya lo mendukung hubunganku tapi malah sebaliknya kau mengharapkan kami tak bersama"


"Dasar bocah alay, lu pulang aja deh sana.. Gue malas urusin hubungan lo" serunya dengan nada judes.


"Oke!" ucapnya juga dengan tegas lalu berjalan menuju pintu.


"Oh iya.. jangan bilang kalau hubungan lo sama Serly lebih penting dibanding gue!" Ayesha langsung menyembunyikan dirinya dibawah selimut, Kai pun keluar setelah menutup pintu dengan keras.


Akhirnya pertengkaran ditutup dengan pertengkaran.


Sedangkan mama dan papa Ayesha hanya menggeleng melihat dua sejoli yang saling bertengkar.

__ADS_1


"Dasar anak dungu" ucap mereka satu pemikiran.


###


__ADS_2