
Kai dan Ayesha keluar dari halaman rumah Serly dengan wajah yang riang gembira.
"kenapa lu ngikutin gua" teriak Ayesha yang sedang mengendarai motor, mereka bergiliran, karena Kai yang membawa motor saat pergi maka saat pulang Ayesha lah yang punya giliran.
Mereka berdua berbicara dengan berteriak karena angin yang begitu kencang membuat suara mereka menjadi kecil.
"ya, emang gak boleh?" teriaknya membalas ucapan Ayesha.
"Boleh sih, Boleh banget.. Masalahnya lu buat malu Serly, entar lu dibully loh" ungkapnya dengan masih tertawa.
"biarin, yang penting sama lu!" Kai juga ikut tertawa kencang setelah berkata demikian.
Keesokan paginya.. Hari ini bukanlah hari libur.
"Bangunn!" teriak mama tepat ditelingaku.
Pagi itu rasanya aku sangat mengantuk, semalam kami tidak langsung tidur ketika pulang padahal jam sudah menunjukkan jam 11 malam, tapi Kai malah mengajak nobar bola dirumahnya yang menyebabkan aku tidur dijam 4 pagi.
"maa.. jangan teriak ditelingaku" Ayesha menyentuh daun telinganya lalu menutupnya.
"makanya bangun, liat jam sudah menunjukkan jam 6, kamu mau terlambat kesekolah?"
"5 menit lagi ma! Kai juga pasti belum bangun" ujarnya lalu menyembunyikan wajahnya dibawah bantal.
"dasar anak ini, Bangun! Tidak ada alasan.. Kamu gak sholat subuh juga 'kan?!" teriak mamanya lalu mulai menarik Ayesha agar turun dari tempat tidurnya.
Namun alhasil usahanya nihil untuk menarik Ayesha, "hari ini kamu gak dapat uang jajan!" tegas mamanya lalu pergi.
"ih ma.. Kenapa?"
Ayesha terduduk dan tak tak dipedulikan lagi, mamanya keluar dengan kesal dari kamarnya.
"Rasa ngantukku jadi hilang 'kan" ungkapnya sembari mengacak-acak rambutnya.
Diapun beranjak dari duduknya lalu bergegas kesekolah, sedang ditempat lain terjadi hal yang sama.
Kai terduduk dimeja makan dengan termangu menahan rasa kantuknya, dia sudah berada disana selama 5 menit.
Jam sudah menunjukkan jam 07.30
"sana kesekolah, mama cuman buat bekal buatmu soalnya pasti gak sempat kalau mau sarapan" ucap Riska dengan suara lembut.
"makanya jangan begadang!" ujar seseorang yang baru saja keluar kamar, dia andika, papa dari Kai.
__ADS_1
"iya pa.. Lain kali nggak kok" Kai menurut dan salim kepada kedua orang tuanya.
"Kai pergi.. Assalamualaikum"
Kai keluar dari rumahnya dan betapa terkejutnya ternyata sudah ada Ayesha yang berjongkok dihalaman rumahnya.
"loh??" ucapnya bingung.
"Motor gue disita" ucapnya singkat dan berarti mereka berdua akan berangkat menggunakan motor Kai.
Jarak sekolah dan rumah mereka lumayan jauh sehingga memerlukan 45 menit jika berjalan kaki dan 20 menit jika naik motor.
Karena tinggal beberapa menit lagi mereka terlambat, akhirnya mereka memilih menggunakan motor yang terpampang digarasi.
♧♧♧
Mereka tiba kesekolah dengan tepat waktu, kini mereka sudah berada dikelas masing-masing.
Kelas Ayesha berjarak antara 3 ruangan dengan kelas Kai, kelas XII-IPA D. Sedangkan Kai berada dikelas A, dimana banyak murid-murid pintar disana.
"Hei Kai!" ujar Bagas, teman duduk Kai.
"hmm?" Kai hanya mendehem menjawabnya.
"terus?" ujar Kai tak peduli dengan gosip yang tersebar.
Kai masih stay pada posisi telengkup diatas meja. Dikarenakan karena kantuk berat diapun tertidur hingga waktu istirahat selesai, membuatnya kesal karena guru yang begitu cepat datang dan siap mengajar.
Berbeda dengan dikelas A, dikelas D ini ada Ayesha yang sudah sedari tadi tak terbangun dari tidurnya. Bahkan Moli sudah berusaha membangunkannya tapi Ayesha begitu keras mempertahankan pwnya, posisi wenak untuk tidur.
Adzan waktu dzuhur pun berbunyi, mereka yang beragama Islam keluar bersiap untuk melaksanakan sholat.
Usai melaksanakan sholat..
"tadi gue mau kasih tau ke lo sesuatu" ungkap Moli sembari melipat mukena yang telah ia gunakan.
"apa itu?"
"katanya lo ngerebut Kai dari Serly loh" ucapnya begitu antusias dan berwajah kesal.
"ha??" Ayesha terngangah mendengar gosip miring tersebut.
"siapa yang nyebarin?" tanyanya akhirnya.
__ADS_1
"siapa lagi kalau bukan fansnya Serly" ungkapnya membuat tawa Ayesha pecah.
"loh kok lu malah ketawa" Moli menatapnya heran.
"Hahahaa biarin ajalah mereka hanya krucul-krucul bodoh, memangnya gosip akan bertahan berapa lama" ucapnya yang beranggapan bersikap tidak peduli adalah sikap yang paling tepat.
"lo itu ya! Jangan entengin sesuatu gitu, kalau memang gosipnya cepat hilang tapi dalam beberapa hari itu masa lo gak terganggu?"
Ayesha tak berkata apapun dan terus berjalan tanpa menoleh sekalipun.
"hei itu cewe lo tuh!" teriak seseorang dari belakang.
Dia Bara, Murid dari kelas A yang terkenal mencari masalah. Dia berteriak begitu lantang didekat Kai.
Mereka sekitaran 5 orang, dan sedang berjalan sejejer menuju kelas masing-masing usai dari mushalla.
"Cewe tomboy! Cowo lu ada disini nih" teriaknya lagi dengan nada mengejek.
Kai menatapnya dengan jengkel.
Ayesha berbalik karena menurutnya dialah yang dipanggil, ketika berbalik terlihat tak jauh beberapa langkah dibelakangnya Kai dan teman-temannya.
"lu mau samperin?" tanya Moli yang sadar keberadaan mereka.
"nggak deh, ngapain juga gua kesana" ungkapnya tidak peduli lalu kembali berjalan, namun baru berapa langkah mereka berjalan terdengar suara berisik dari kejauhan.
Ayesha merasa curiga dengan suara itu, dan akhirnya ia berbalik untuk mengecek asal suara itu dan benar saja kecurigaannya benar.
Ayesha dan Moli panik, keduanya berlari ke sumber suara.
Buk* Buk*
Terlihat Kai yang sedang memukul Bara dengan tinju bergiliran dari kedua tangannya yang mengepal.
"Astaga! Kalian kenapa malah menonton, lerai mereka" ucap Moli yang terkejut dengan sikap ke 4 murid laki-laki lainnya.
Sedangkan Ayesha yang baru saja tiba langsung bergabung dan dengan kasar malah menendang punggung Kai sekuat tenaga.
"Kai dasar tolol, berhenti gak?!" Teriaknya karena Kai memukul Bara dengan kuat sehingga suaranya terdengar kecil.
Murid lain tiba satu persatu karena ingin melihat pertunjukan yang terjadi, namun ketika tendangan dari Ayesha sudah melayang membuat Kai tersadar, akhirnya perkelahian pun terhenti.
Bara terlihat bonyok setelahnya, akhirnya ia dipapah ke ruang UKS, lalu Kai dipanggil keruang guru terlebih dahulu selagi Bara sedang diobati.
__ADS_1