I'M Not Crazy (Love Me Please)

I'M Not Crazy (Love Me Please)
polisi


__ADS_3

"Jangan jangan kamu ngikutin Linda ya?"


Atala melita orang itu hendak mendekati Linda dan mencekik Linda, Atala segera menarik tangan Linda. "Ayo ikut kakak, kamu juga ikut sini," teriak Atala menarik tangan Linda ke dalam kamar.


Linda terpaksa menuruti keinginan Atala, segera masuk ke dalam kamar yang amat sangat gelap. "Kak kita ngapain di sini, hidupkan lampunya kak," pinta Linda membuat Atala memandang tajam ke arah Linda.


Tok tok tok tok.


Atala mengalihkan pandangannya ke arah pintu kemudian melihat ke arah Linda. Atala menarik Linda masuk ke dalam kamar mandi. "Tunggu di sini kalau sudah aman kakak buka," titah Atala.


"Kak buka pintunya kak," ujar Linda terus menggedor pintu kamar mandi.


"Diam Linda nanti dia tahu kalau kamu di sana, kakak telfon polisi," ujar Atala membuat Linda semakin panik.


"Kak kak buka pintu..." Linda panik segera mencari ponselnya. Linda segera menghubungi Anisa yang saat ini tengah tertidur.


Namun ponsel Anisa di silent, sehingga ia tak dapat mendengar deringan di ponselnya, Anisa tertidur begitu pulas.


Linda semakin frustasi, ia mencoba menelfon Anisa kembali namun hasilnya sama. Terdengar Atala dari luar telah menghubungi polisi, Linda terduduk pasrah.


Anisa terkejut ketika terdengar bunyi bel dari luar apartemen Atala, Anisa melirik ke arah ponselnya, ternyata terdapat banyak panggilan telepon dari Linda, Anisa terkejut ia pikir yang menekan bell itu adalah Linda. Anisa segera berlari menuju pintu, Anisa mengintip ke luar sejenak, alangkah terkejutnya ketika melihat beberapa polisi berseragam telah berada di luar apartemen mereka. Ini terlalu pagi, apa ada yang melaporkan tentang mereka kepada polisi? batin Anisa bergejolak.


Sementara Atala telah menutup kembali telinganya ketika mendengarkan bunyi bel, pikirnya itu adalah seseorang yang ingin masuk ke dalam apartemen, dan memukuli dirinya.


"Jangan jangan, pergi pergi, pergi jangan membuka pintu, mereka akan memukuli ku," gumam Atala, sembari menelusup masuk ke dalam selimut.


"Kak, ada apa? Kak buka pintunya,"


"jangan, jangan Linda mereka akan mengambil mu, kata Jhon mereka dari planet lain, mereka ingin mengambil kamu,"


Di luar Anisa dibuat bingung dengan kedatangan polisi ke kediaman mereka, Anisa membuka pintu apartemen membuat polisi itu segera memandang ke arah Anisa. "Ada apa pak?" Anisa menampakkan wajah bingung dan khawatirnya.

__ADS_1


"Permisi seseorang telah melapor kepada kami tentang penyusupan di rumah ini, serta perbuatan yang tidak menyenangkan,"


"Maksud penghuni apartemen lain?"


"Bukan justru dari apartemen ini sendiri, ia mengaku bernama Atala," ujar polisi tersebut segera masuk ke dalam apartemen. Polisi tersebut segera mencari penguji lainya. Kemana penghuni yang lain"


"Kak Atala di kamarnya, sementara Linda sepertinya belum pulang dari kafe. Eh ini sudah jam dua setengah dua belas kenapa dia blum pulang?" Anisa mulai resah mengingat sahabatnya memilih untuk berjalan kaki, karena merasa dekat, Anisa takut Linda terjadi sesuatu.


Kedua polisi itu segera masuk ke dalam kamar Atala, namun di kunci, polisi itu mengetuk pintu kamar Atala. "Ada orang di dalam?"


"Jangan jangan masuk, apa mau kalian? Cepat pergi dari tempat ku," teriak Atala panik, semakin membuat polisi khawatir. Jika dilihat dari keadaan rumah tak ada yang mengkhawatirkan, namun terdengar suara Atala yang panik.


"Pak sebelumny saya ingin meminta maaf atas waktu bapak yang tersia siakan, sebenarnya kakak saya sakit pak," ujar Anisa merasa tidak enak.


"Keluar tinggalkan kami," terdengar teriakan Atala dari dalam kamar membuat polisi tersebut tidak mengindahkan ucapan Anisa, polisi tersebut segera masuk dan dengan mendobrak pintu kamar Atala. Terlihat Atala tengah meringkuk di dalam selimut. "Pergi siapa kalian? Apa mau kalian?"


"Kak mereka polisi, kakak memanggil polisi?" Anisa mendekati Atala.


"Jangan mereka hanya menyamar," ujar Atala berlari ke sudut ruangan.


Semua orang terkejut mendengar suara Linda di bilik kamar mandi. Seorang polisi segera membuka pintu untuk Linda. Anisa segera berlari memeluk Linda.


"Ada apa ini sebenarnya?" polisi tersebut bingung dengan laporan yang mereka terima, mereka seperti di permainkan.


"Mohon maaf saya, saya mewakili kakak saya. Sebenarnya kakak saya sering berhalusinasi," ujar Anisa bingung tidak tahu penyakit yang kakaknya derita.


"Maksudnya kakak kamu sakit jiwa?"


"Iya pak," ujar Anisa, sedikit ragu.


"Kak mereka bukan penjahat mereka polisi," ujar Linda pelan mendekati Atala.

__ADS_1


"Polisi?" Atala membeo.


"Iya polisi, kan tadi kakak menelfon polisi," jelas Linda.


"Pak tadi ada yang mengikuti Linda ketika pulang dari bekerja, orang itu juga sering mengintip saya dari arah balkon," ujar Atala segera mengadukan keluhannya setelah mendapat penjelasan bahwa itu adalah polisi.


Polisi itu segera memandang ke arah Linda, sementara yang lain segera mencari di balkon, dan di seluruh ruang apartemen.


Linda menggeleng ketika menyadari pandangan polisi tersebut. Membuat polisi itu mengangguk mengerti, polisi itu segera mengajak Anisa untuk keluar dari ruangan.


"Begini saya benar benar mohon maaf, sepertinya kakak kamu mengalami gangguan jiwa, dan tampak lebih condong ke arah skizofrenia dilihat dari gejalanya, sebaiknya di bawa ke rumah sakit jiwa," ujar polisi tersebut.


"Bagaiman caranya? Dia sangat sulit untuk di bujuk, sudah beberapa kali ia di bujuk namun selalu menolak karena merasa tidak sakit," Anisa merasa frustasi dengan apa yang menimpanya.


"Begini saja malam ini kami akan membantu membawa kakak kamu ke rumah sakit jiwa, dan meminta satu ruangan untuknya, kemungkinan besok akan diperiksa dokter," ujar polisi tersebut langsung di angguki oleh Anisa.


Polisi tersebut segera masuk kembali ke dalam kamar dan melihat keadaan Atala, polisi itu segera mendekat. "Bapak Atala, kami bisa meminta waktu anda untuk meminta keterangan di kantor? Kami kehilangan orang tersebut, kami akan meminta anda menceritakan detain orang tersebut agar segera dapat tertangkap."


"Iya pak," ujar Atala membuat polisi tersebut tersenyum.


Polisi itu segera membawa Atala ke dalam mobil mereka, sementara Linda mengikuti mereka dari belakang. "Nis kamu di apartemen aja, besok pagi kamu kerja bukan?"


"Iya lalu bagaimana dengan mu? Pasti kamu sangat lelah," ujar Anisa khawatir.


"Tidak apa apa, aku kan masuk siang, jadi bisa menjaga kakak, lagian besok jadwal masuk ku jam sembilan, di sana aku bisa tidur," ujar Linda membuat Anisa akhirnya mengalah, dan tetap berada di apartemen. Meskipun dirinya paham bahwa ia tak mungkin bisa tidur nyenyak malam ini.


.


.


.

__ADS_1


.


Buat teman teman semua, mohon maaf othor kemarin libur panjang karena membangun pisik dan psikisnya othor ya, kemarin othor mencoba menggali mengenai penyakit kejiwaannya dari sumbernya, dan itu benar benar menguras emosi, dari penyebabnya, hingga bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari hari, itu benar benar membuat othor merasa emosi othor terbawa, Jadi othor merasa harus istirahat dulu, belum lagi salah satu keluarga othor ada yang meninggal, dan baru kemarin selesai nujuh harinya, terimakasih telah mendengar curhatan singkat othor, jangan lupa like, komentar, dan dukungan lainnya.


__ADS_2