I'M Not Crazy (Love Me Please)

I'M Not Crazy (Love Me Please)
Atala yang menurut


__ADS_3

Hari ini jadwal seperti biasanya, jika Linda masuk kerja makan Anisa yang akan menjaga Atala, dan begitupun selanjutnya. Linda juga masih menerima pesanan buket untuk acara acara spesial orang orang.


Linda saat ini tengah kembali dari tempat ia bekerja, utangnya kepada bosnya juga telah lunas. Jadi gadis itu seakan tidak punya beban ketika memberhentikan mobilnya. Belum lagi hari ini adalah hari gajiannya. Linda berencana untuk kembali membujuk Atala untuk mencukur kumisnya dan janggut nya. Serta merapikan rambutnya. Memang kemampuannya tak sehebat para pemilik barber shop namun setidaknya rapi itu sudah cukup.


Linda kembali menjalankan mobil Atala ke rumah sakit, pasalnya saat ini Anisa berada di rumah sakit. Memang mereka tidak menginap di sana, namun mereka akan ke rumah sakit ketika pagi, dan bergantian ketika siang menjelang sore, dan akan kembali ke rumah ketikan malam hari. Begitulah kegiatan mereka.


Anisa memarkirkan mobil tersebut di tempat biasa kemudian membawa barang belanjaan mereka ke dalam ruangan Atala. Mobil Atala memang belum mereka jual, pasalnya saat ini mereka belum terlalu membutuhkan uang, uang dari tempat Atala memang masih banyak, sehingga untuk biaya rumah sakit mereka masih punya. Sementara untuk makan sehari hari hari mereka bisa menghemat dari gaji mereka.


"Sudah datang? Loh kok bawa banyak makanan?" Anisa memandang ke arah belanja dari Linda, Anisa kemudian tersenyum karena mengingat bahwa memang hari ini adalah awal bulan. Dan sudah semestinya mereka mendapatkan gaji bulanan. "Oh gajian toh?"


"Iya dong, ini ada makanan kesukaan kak Atala, sama makanan untuk kita," ujar Linda semangat.


"Ya sudah aku pergi dulu ya," ujar Anisa segera meraih kunci mobil dari Linda.


"Hati hati," ujar Linda tersenyum.


"Kak ayo bangun," ujar Linda mengusap pelan wajah Atala, hingga laki laki itu mengalihkan perhatiannya ke arah Linda. Atala tersenyum ke arah Linda kemudian bangun dari tidurnya. Atala mendudukkan tubuhnya di hadapan Linda.


"Linda kok Jhon tidak ada lagi ya ke tempat ku?" Atala memandang ke arah Linda menanyakan anak kecil hayalan nya, yang dulu menemani dirinya.

__ADS_1


"Iya kak, kan kakak sudah mulai sembuh," ujar Anisa menyisir rambut acak yang sudah gondrong milik Atala dengan tangannya.


"Aku merindukan Putra," ujar Atala meneteskan air matanya.


"Kalau kakak sembuh kita akan ke sana," ujar Linda kembali mengusap wajah penuh janggut dan kumis tersebut. Linda menelusuri wajah yang kini tampak lebih tua dari usianya, badan yang tak lagi sekekar dulu, serta pandangan yang seolah meminta pertolongan.


Linda segera membawa Atala ke dalam pelukannya, mencoba memberinya kekuatan agar dapat tegar dan mengikhlaskan segalanya. Agar lebih cepat untuk sembuh. Atala membalasnya dengan melingkarkan tangannya di pinggang Linda dan menyenderkan kepalanya di bahu Linda. Linda mengusap lembut tubuh Atala, sembari memanjangkan doa di dalam hatinya.


Setelah sekian lama hening Linda segera melepaskan pelukannya, dan menangkup wajah Atala. "Kita cukur rambut kakak ya, sama janggutnya."


Atala hanya mengangguk menuruti keinginan dari Linda, Linda tersenyum menuntun Atala ke arah samping jendela, yang menampakkan pemandangan taman belakang rumah sakit. Linda mulai mengikat rambut Atala yang gondrong dan membasuh wajah Atala dengan krim pemotong janggut, Linda akan membersihkan seluruh wajah Atala dari rambut halus.


Perlahan tapi pasti wajah tampan Atala mulai kelihatan, membuat Linda tersenyum ke arah Atala. Atala hanya memandang datar wajah Linda yang tersenyum ke arahnya. Bagi Linda tidaklah masalah, pasalnya saat ini Atala menurut untuk di rapikan saja sudah syukur.


Lima belas menit Linda selesai membersihkan seluruh wajah Atala kini wajah itu kembali menampakkan wajah tampannya. Linda tersenyum senang, kini hanya tinggal di mandikan saja, agar bau tidak sedap dari Atala hilang.


"Ayo kak sekarang kita mandi ya," ujar Linda membuat Atala memandang kembali ke arah Linda.


"Mandi?" Atala memandang bingung ke arah Linda, seolah seperti anak kecil yang di bujuk oleh ibunya.

__ADS_1


"Iya, setelah itu kita makan makanan kesukaan kakak," ujar Linda segera menggandeng tangan Atala ke kamar mandi.


Linda mulai gugup ketika mendudukkan Atala di atas toilet duduk, dan membuka kancing baju Atala satu persatu. Sungguh dirinya wanita biasa, namun mau bagaiman lagi, Atala tak ingin di mandikan selama ini, entah apa yang merasuki Atala sehingga menurut ketika dimandikan.


Setelah menyisakan celana bokser yang di pakainya, karena Linda tahu bahwa Atala tak mengenakan pakaian dalam maka Linda mulai memandikan Atala dengan air hangat, Atala lagi lagi hanya menurut, matanya memandang lurus memandang dinding. setelah memandikannya hingga dua puluh menit, Linda segera mengenakan Atala pakaian mengganti bokser dengan merem merem melek. Kemudian menuntun Atala ke tempat tidur.


"Ayo makan sekarang kak," ujar Linda segera membuka sate kesukaan dari Atala. Linda segera menyuapi Atala dengan telaten kemudian menuntun Atala untuk kembali beristirahat. Linda mengusap lembut kepala Atala membuat laki laki yang kewarasannya itu hilang dan berangsur membaik kembali.


Linda tersenyum setelah melihat Atala kembali terlelap, kini penampilannya jauh lebih baik, dengan wajah yang sudah bersih meski badan yang sedikit membengkak. Mungkin ini semua akibat pengobatan yang di jalani oleh Atala, memang efek sampingnya adalah berat badan bertambah, gairah **** menurun, kejang ,mulut kering, penglihatan kabur, pusing dan lain lain.


Dan salah satu efek samping yang mengenai Atala adalah berat badan yang bertambah, mulut yang kering, dan penglihatan yang sedikit kabur.


Linda yang kelelahan tertidur di kursi dengan tangannya yang bertumpu pada tempat tidur Atala. Linda terdengar sedikit mendengkur, mungkin efek kelelahan, karena jika malam hari Linda masih harus membuat buket untuk pesanan pelanggannya.


Atala membuka matanya ia melihat Linda dengan seksama, meski pandangannya sedikit kabur, namun Atala tersenyum ketika melihat Linda tertidur dengan nyaman, menurut Atala.


Seorang dokter datang mengecek keadaan Atala, membuat Linda terbangun, Atala segera memandang ke arah pintu masuk, dan menyaksikan dokter mendekati mereka.


"Selamat sore pak Atala, bagaimana keadaanya sekarang? Sudah baikan?" Atala hanya mengangguk tak berniat menjawab sapaan dokter tersebut. "Ibu Linda, wah pak Atala sudah tampan dengan dicukur begini. Terimakasih ya buk sudah mencukur pak Atala, sehingga tampannya semakin timbul."

__ADS_1


Linda hanya tersenyum menanggapi ucapan dokter tersebut, Linda segera berdiri hendak menuju kamar mandi, namun Atala segera menarik baju Linda, seolah meminta Linda untuk tidak meninggalkannya.


"Oalah, tak mau di tinggal ibu Linda ya? Ya sudah tidak apa, biar di temani ibu Linda ya," ujar dokter tersebut tersenyum.


__ADS_2