I'M Not Crazy (Love Me Please)

I'M Not Crazy (Love Me Please)
menurut


__ADS_3

Sudah satu tahun semenjak Linda cuti dari kampusnya, Atala masih di rawat di rumah sakit, hari ini mereka berencana untuk membawa pulang Atala, karena keuangan mereka sudah menipis, mobil Atala sudah mereka jual, dan mereka membeli motor bebek untuk mereka kenakan. Baik untuk berangkat kerja, menjaga Atala, ataupun yang lainnya.


Pasalnya Atala hanya ingin di jaga oleh kedua gadis tersebut, Atala tidak nyaman dengan orang lain, meskipun dokter yang menemuinya hampir setiap hari.


Bagi Atala hanya Linda yang mampu mengerti dirinya, karena itu hanya Linda yang akan di dengarkan nya.


Anisa tidaklah heran, karena Linda memang mengerti cara berkomunikasi dengan Atala. Tak jarang terkadang jika Linda libur, Linda sedikit membantu pekerjaan suster untuk membujuk beberapa pasien di rumah sakit. Hal itu semua Linda lakukan demi menjaga Atala sekaligus mencari uang tambahan pengobatan Atala.


Seperti hari ini hari terakhir Atala di rumah sakit, Linda mengajak Atala berjalan di taman rumah sakit jiwa tersebut. Atala memang terlihat masih tak terlalu merespon segala ocehan Linda. Namun Atala menurut jika Linda meminta Atala melakukan sesuatu.


Linda memang sering melibatkan Atala dalam banyak hal, salah satunya membantu dirinya merangkai bunga, ataupun mengajak Atala menulis dan menggambar di kertas. Atala menurut. Entah kenapa Atala lebih banyak menyukai menulis dan merangkai bunga.


"Kak... Hari ini kita pulang," Linda mengusap lengan Atala, membuat Atala mengangguk.


Linda menghela nafas panjang, pasalnya perkembangan Atala masih belum terlalu banyak, Linda takut ketika memulangkan Atala, perkembangan Atala akan lebih lamban. Namun mau bagaimana lagi keadaan membuat mereka harus menjalankan nasib seperti ini. Keuangan mereka sudah sangat menipis.


Dengan terpaksa mereka harus mereka harus membawa Atala pulang. Ini keputusan berat namun harus di jalani.


Bagaimana tidak hanya untuk obat bulanan saja Atala bisa menghabiskan hingga satu juta, belum lagi biaya rumah sakit Atala. Sementara gaji mereka hanya sebatas dua juta saja perbulan, jika di gabungkan besaran gaji mereka hanya sebesar empat juta.


Setelah Anisa mengurus semua administrasi, mereka segera kembali ke rumah dengan meminta ambulan, karena tidak memungkin kan Atala di bawa dengan menggunakan sepeda motor.


Sesampainya mereka di rumah, beberapa warga berkumpul, Anisa telah meminta izin kepada pak Bambang agar mereka tidak salah paham. Pak Bambang menyambut dan membantu mereka.

__ADS_1


Atala yang melihat banyak orang mengerubunginya, menjadi takut sendiri. Atala segera memeluk lengan Linda bersembunyi dari orang orang.


Ingatannya kembali kepada masa pengeroyokan nya satu tahun lebih silam, dimana ia di istirahat kan dari kantornya. Linda yang mengerti hal tersebut hanya mengusap lengan Atala dengan lembut. Linda mengantar Atala ke dalam kamar, di susul Anisa dan pak RT yang membawa beberapa pakaian Atala, dan perawatan lainnya.


Untung saja warga sekitar sudah di beri pengertian dari pak Bambang, setelah Anisa meminta izin kepada pak Bambang.


"Bapak bapak, ibu ibu, adek adek, tolong bubar ya, soalnya takutnya pak Atala tidak nyaman jika terus di kerubuni begitu. Karena pak Atala bukan tontonan ya. Jadi tolong bubar," ujar pak Bambang kepada seluruh warga, mencoba membubarkan mereka agar tidak menakuti Atala. Sudah selayaknya pak Bambang melindungi warganya, selama ia menjabat sebagai rukun tetangga atau di singkat RT.


Setelah Linda dan Anisa selesai mengurusi Atala, mereka akhirnya keluar menemui pak Bambang yang saat ini berada di ruang tamu.


"Terimakasih pak," ujar Linda meletakkan nampan berisi air putih dan roti tawar. Hanya itu yang mereka punya.


"Maaf pak hanya ini," Anisa menyambung ucapan Linda.


"Baik pak terimakasih banyak pak," ujar Anisa mengangguk.


"Kalau ada apa apa segera lapor, saya permisi dulu assalamualaikum," ujar pak Bambang. "Oh ya besok orang yang akan memasang trali datang, bapak dan ibu akan datang memantau ya."


"Iya pak sekali lagi terimakasih banyak," ujar Linda tersenyum. "Walaikumsalam," ujar keduanya serentak.


"Lin kita pesan aja ya, soalnya capek banget nih," ujar Anisa diangguki Linda yang telah berbaring terlentang di depan tv. Anisa segera ikut berbaring memainkan ponselnya memesan makanan. "Kamu mau makan apa Lin?"


"Sama aja lah, bertiga di samain," ujar Linda menghela nafas. "Puasa bentar lagi ya, pasti kita banyak lemburnya, gimana cara jaga kak Atala ya?"

__ADS_1


Anisa memandang Linda, di mata Anisa, Linda sangatlah hebat, bahkan mengorbankan pendidikannya demi Atala. Entah lah Anisa bingung hati seperti apa yang dimiliki oleh sahabatnya ini. Tapi semua sangat terlihat tulus, tak mengharapkan imbalan apapun.


Tiba tiba Atala keluar dari dalam kamar yang dulu di tempati Linda. Atala memperhatikan dua orang gadis cantik yang tengah berbaring dengan pandangan yang sedikit kabur. Atala memicingkan matanya mencari dan memindai keduanya dari atas. Atala tengah memindai dan mencari Linda.


Saat Atala tengah diam mencari yang mana yang Linda, tiba tiba gadis yang dicari membalikkan badannya, dan memandang ke arah Atala. "Ayo kak sini," ujar Linda membuat Atala tersenyum. Anisa segera ikut mengangkat kepalanya tersenyum ke arah Atala.


"Iya kak sini," ujar Anisa segera telungkup dan menepuk lantai.


Atala dapat memindai Linda dari suaranya, Atala dengan wajah datarnya segera mendekat ke arah Linda yang tadi di dengarkan nya.


Anisa tersenyum, ia tahu bahwa kakaknya nyaman bersama Linda. Bahkan Linda dapat mengerti tentang apa keinginan Atala, mungkin itu yang membuat Atala nyaman dengan kehadiran Linda.


Atala berbaring di samping Linda dan memainkan rambut Linda. Atala menyukai kegiatan ini, ia seperti tengah melakukan sesuatu hal yang di sukai nya. Atala menyukai kegiatan mengenai tangan, Atala suka mendengar suara suara dari Linda, terlebih ketika Linda bercerita dan mencoba mengajak dirinya bercerita. Linda terlihat tidak risih atau marah, meski terkadang harus menahan sakit dan terdengar sedikit ringisan dari bibirnya jika Atala menarik rambutnya sedikit kencang.


Anisa tersenyum melihat hal tersebut, kehadiran Linda memberikan efek yang besar untuk Atala. Anisa bahagia dengan hal tersebut, membuatnya berharap lebih terhadap hubungan keduanya.


Bunyi ketukan membuat Anisa segera bangkit dan mendekat ke arah pintu, Anisa segera menerima pesanan dan membayar atas makanan mereka. Linda bangun dan menuntun Atala untuk ikut terbangun juga.


Linda segera berdiri ke mengambil tiga sendok untuk mereka. Linda segera membuka makanan dirinya kemudian membuka makanan untuk Atala. Namun tiba tiba Linda ingin buang hajat, Linda segera berdiri meninggalkan Anisa dan Atala.


Anisa segera mencoba menyuapi Atala, namun Atala menolaknya memalingkan wajahnya agar tidak di suapi Anisa. Anisa menghela nafas panjangnya, memang kakaknya begini, hanya Linda yang bisa menyuapinya. Anisa tersenyum pasrah menunggu Linda tadi yang pergi ke kamar mandi sebentar.


"Lind tu bayi besar kamu nunggu kamu," ujar Anisa cemberut ke arah Atala.

__ADS_1


Linda terkekeh segera mendekat ke arah Atala, "Ayo makan dulu kak," Atala mengangguk mendengarkan perintah dari Linda.


__ADS_2