I'M Not Crazy (Love Me Please)

I'M Not Crazy (Love Me Please)
Kepanikan El Barack


__ADS_3

Yanti baru saja mendaftarkan gugatan cerai kepada suaminya Atala. Yanti merasa sudah tak membutuhkan Atala lagi, ia sudah memiliki kekasih yang sempurna. Nomor Atala sengaja ia blokir agar tak mengganggu dirinya. Yanti telah meminta untuk di belikan apartemen oleh El Barack, dan pacarnya itu menurutinya.


Yanti segera pulang ke apartemen yang ia tinggali bersama dengan Atala, kemudian membuka lemari. Yanti bingung kenapa tempat penyimpanan baju Atala kosong. Namun Yanti teringat bahwa Atala akan segera keluar negri, demi mengemban tugasnya. Jadi Yanti tak perlu khawatir tentang gugatan perceraian yang akan di adakannya.


Uang yang di berikan El Barack juga sudah cukup untuk membayar pengacara untuk mempercepat proses perceraian mereka. Pengacara mengatakan hanya butuh satu minggu agar gugatan mereka selesai, dan mereka resmi bercerai, namun jika menginginkan lebih, cepat Yanti bisa meminta tanda tangan Atala untuk berkas mereka. Namun Yanti sudah malas bertemu dengan suaminya yang sebentar lagi menjadi mantan suaminya.


Akibat semua keegoisannya tanpa Yanti sadari anak mereka tengah berjuang melawan kanker otak, dan sangat membutuhkannya. Yanti tenggelam dalam semua kemewahan dari El Barack. Namun satu hal yang membuat Yanti sedikit gelisah El Barack tak ingin menyentuhnya, dan ini waktunya untuk mendapatkan El Barack. Yanti akan menggodanya, Yanti telah membeli baju tipis. Dan Yanti akan menguatkan posisinya.


Yanti tak ingin kehilangan tambang emasnya, yang membuat semua orang iri padanya. Akhirnya Yanti keluar dari apartemen tersebut dengan santai, meski mendapat pandangan jijik dari tetangga apartemen sekitar. Yanti tak perduli, baginya itu hanya anjing yang menggonggong.


Yanti menaiki mobil mahalnya menuju apartemen. Yanti telah menghubungi El Barack untuk menemuinya. Yanti tak ingin kehilangan kesempatan kali ini.


Tak lama kemudian ia telah memasuki apartemen mewah barunya, Yanti begitu bahagia. Kemewahan akhirnya menjadi miliknya, ia tak perlu berhemat lagi, bahkan apa yang di inginkannya kini lebih mudah ia dapatkan. Yanti memesan makanan kemudian segera mandi dengan wewangian yang menggoda. Ketika Yanti selesai dengan pakaiannya, akhirnya Yanti menuju pintu ketika mendengar bel apartemennya di ketuk, Yanti membukanya, ternyata itu adalah seorang pengantar makanan, Yanti membayar makan tersebut, dan menunggu kedatangan El Barack.


Ketika El Barack datang Yanti segera memeluk laki laki itu, dan mempersilakannya masuk. "Yanti aku ada rapat, setelahnya aku harus menemui ayah ku," ujar El Barack tak merespon sama sekali godaan dari Yanti, menurutnya ini sudah biasa dirinya sudah biasa melihat hal tersebut. Di luar negri bahkan banyak yang mejanya mengenakan bi*kini di pantai, karena itu lah El Barack tidak terpengaruh.


"Kau tidak merindukan ku?" Yanti menampakkan wajah sedihnya.


"Yanti mengertilah, aku datang kesini untuk menemui mu, dan menjelaskan mu hal ini, aku harus pergi sekarang," ujar El Barack acuh.


"Kau tak bisa menundanya? Kau tak ingin menyentuhku?" Yanti mulai meraba dada El Barack.

__ADS_1


Laki laki itu menghela nafasnya, ia mengecup bibir Yanti sebentar, kemudian mendorong Yanti keluar. Ia tak ingin kelepasan, ia tak mau berhubungan dengan kekasih gelapnya. Ia hanya merasa tertantang pada Yanti, namun kini ia mulai sedikit kesal dengan sikap Yanti yang terlalu berlebihan. "Aku harus pergi."


El Barack meninggalakan Yanti sendirian. Yanti kembali menghela nafasnya kasar. Kekasihnya itu memang orang sibuk hanya bersamanya sebentar, dan harus pergi lagi, hanya harta yang memanjakannya.


El Barack baru sampai di kantornya, ia menghadiri rapat bulannya, kemudian segera menuju ruangannya. Ia terkejut melihat istri dan ayahnya telah berada di dalam ruangan yang sama. Ia sedikit mengerutkan keningnya bingung.


"Mas silahkan tanda tangani surat perceraian ini," istrinya menyodorkan sebuah surat perceraian kepada El Barack.


"Jess apa apaan ini? Kenapa tiba tiba?" El Barack terkejut bukan main.


Bukannya menjawab Jessica justru melemparkan bukti bukti perselingkuhan suaminya dengan Yanti. "Ceraikan aku sekarang," ucap Jessica dingin.


"Tidak kau tahu itu tidak akan," ujar El Barack tak kalah dingin.


"Aku mohon kau tahu aku sangat mencintai mu," ujar El Barack memohon kepada Jessica.


"Cinta ku bohong, persetan dengan cinta mu. Kau pembohong mas," teriak Jessica membuat El Barack menggeleng.


"Aku akan mengakhiri semua," ujar El Barack. "Aku tidak akan berhubungan dengan wanita manapun kecuali dengan mu sayang."


"Sejauh apa hubungan kalian, apa kalian telah berhubungan ba*dan?" Jessika memandang penuh luka ke arah suaminya.

__ADS_1


"Tidak tidak aku tidak pernah," El Barack menggeleng kemudian bersimpuh di bawah kaki istrinya.


"Hentikan, sini ponsel mu, semua akan ku balik atas nama istri mu. Jika kau benar benar serius dengan penyesalan mu, kau tidak akan menghalangi niat papa," ujar tuan Chris. "Kau tahu anak mereka saat ini masuk rumah sakit, putuskan semua komunikasi mu."


"Iya pa lakukan, aku tidak akan apa apa, asal jangan pernah meninggalkan ku. Aku hanya bermain main dengannya," ujar El Barack bersimpuh di kaki istrinya.


Jika hanya kehilangan Yanti maka ia akan bisa dengan cepat melupakannya. Namun jika kehilangan istrinya maka El Barack lebih baik mengakhiri hidupnya. Ia tak bisa, namun entah kenapa ia sedikit penasaran dengan Yanti. Dan membuatnya berselingkuh.


"Kau hanya bermain main? Kau mengorbankan rumah tangga mu dan rumah tangga orang lain," ujar tuan Chris.


Pintu ruangan terbuka tiba tiba. "Ada apa?" nyonya Chris masuk melihat kejadian yang sungguh aneh menurutnya.


"El berselingkuh dari Jessica," ujar tuan Chris kepada istrinya.


"Apa? Kau... apa yang kau pikirkan El? Di mana kau akan mendapatkan wanita sebayak istri mu? Menerima segala kekurangan mu?" Nyonya Chris menggeleng memeluk menantunya yang telah bersimbah air mata. "Mama seorang wanita, mama yang melahirkan mu. Ya tuhan salah apa aku sehingga kau menjadi tulang selingku?"


"Ma, pa, sayang maaf kan aku, aku kan memperbaiki semua, jangan tinggalkan aku jika kau melakukannya maka kau akan melihat mayat ku," ancam El Barack itu adalah satu satunya yang mampu membuat istrinya tetap bersama dengannya.


"Baik akan ku beri kau kesempatan jika terulang lagi maka kau akan aku ceraikan," ujar Jessica segera keluar dari ruangan tersebut, ia ingin menenangkan dirinya, namun belum sampai ia di lift kepalanya pusing, dan akhirnya Jessica pingsan tidak sadarkan diri.


El Barack yang menyusulnya panik segera menggendong istrinya ke rumah sakit, begitupun dengan kedua orang tua El Barack. El Barack membawa istrinya ke rumah sakit dengan cemas. El Barack terus menerus menunggui istrinya hingga akhirnya dokter keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" El Barack berdiri dari tempat duduknya.


__ADS_2