
Dengan keadaan mempelai pria yang tidak memungkinkan untuk di kunjungi tamu dalam waktu yang sangat lama dan ramai, maka dari itu para tamu membubarkan dirinya sendiri, tanpa menunggu acara yang biasanya ada di dalam acara akad nikah.
Terlebih ini adalah pernikahan luar biasa, dan sangat amat sederhana, meski di hadiri oleh keluarga Lyansi, dan Ahmed yang merupakan anak sulung dari keluarga Kostak.
"Habis ini kita," bisik Ahmed yang masih bisa terdengar oleh Linda saat bersuah foto sebentar.
"Ayo kak senyum dulu," bisik Linda mengarahkan Atala untuk tersenyum. setelah fotografer tersebut mengulang fotonya untuk kedua kalinya.
Memang Atala, memang sulit untuk di ambil foto tersenyumnya oleh fotografer, dan Linda lah yang sering mengingatkan Atala.
Setelah semua kembali ke rumah masing masing, tinggallah Atlas dan Anisa. Anisa berencana untuk membantu Linda membereskan rumah yang kini resmi telah di tempati oleh Atala dan Linda.
"Linda ini sabun mana? Kok ga ada?" Anisa terus membuka tempat sabut dan lemari yang biasa mereka jadikan tempat.
"Besok aja Nis, ga baik tengah malam nyuci, nanti tulang kamu bermasalah," ujar Linda dari arah belakang. "Kamu mau tidur di sini?"
"Bentar nanya sama mas Atlas dulu ya, takutnya dia ga sempat," ujar Anisa segera mendekat ke arah Atlas yang tengah memainkan laptopnya.
Atala yang sejak tadi memperhatikannya tampak sangat penasaran dengan apa yang dilakukan Atlas, namun tak berani untuk mendekat.
"Mas mau nginap di sini dulu atau tidak?" Anisa tiba tiba berdiri di samping Atlas. Membuat Atlas melepaskan laptopnya dari pangkuan. Atlas memandnag ke arah Anisa, dan meraih tangan Anisa.
"Terserah kamu saja, kalau kamu ngantuk kita tidur di sini," ujar Atlas mengusap kemudian mengecup tangan Anisa.
Wajah Anisa memanas mendapat perlakuan semanis itu terhadap Atlas. "Kita nginap di sini saja," ujar Anisa sedikit gugup.
Linda yang mengintip dari arah dapur, manjadi tersenyum sendiri. Sepertinya Anisa benar benar menemukan laki laki yang tepat untuk melalui hidup bersama.
"Ya sudah kamu mau istirahat sekarang?" Atlas memeluk pinggang istrinya sembari mengusap punggungnya.
__ADS_1
"Em..."
"Istirahat sekarang aja, kan ini semua sudah selesai, besok aja nyucinya," ujar Linda dari arah belakang. "Kami juga mau istirahat, takut kak Atala kelelahan."
"Ya sudah, kami ke kamar dulu ya," ujar Anisa. Atlas segera merapikan laptop dan juga ponselnya. Kemudian mengikuti Anisa dari arah belakang.
"Kami istirahat dulu," ujar Atlas sebelum akhirnya menutup pintu kamarnya.
"Ayo kak," ujar Linda ke arah Atala.
"Mereka tidur satu kamar," ujar Atala memandang ke arah kamar yang bisa di gunakan oleh Anisa dan Linda.
"Iya mereka kan sama seperti kita, sudah menikah, sudah menjadi pasangan suami istri, jadi kalau tidur di tempat yang sama tidan apa apa," jelas Linda membuat Atala mengangguk.
"Iya kita suami istri, Atala boleh peluk Linda nanti kan," Atala mengikuti Linda yang sudah membuka pintu kamar mereka.
"Iya kak, ayo istirahat dulu kita, kemudian gosok gigi," ujar Linda segera menggandeng suaminya ke arah kamar mandi.
Degup jantung Linda memompa terlalu cepat hingga wajah Linda menjadi memanas, seluruh udara rasanya sangat sedikit, ruangannya seakan sangat sempit.
Ini adalah kami pertama mereka berada di atas pembaringan hanya berdua dengan status suami istri. Linda memeras tangannya, memejamkan matanya. Berpura pura tidurbitu lebih baik.
Namun pergerakan tempat tidur kini terasa, Linda yakin itu adalah Atala, Linda dapat merasakan nafas Atala yang menerpa wajah sebelah kirinya. Linda saat ini berbaring terlentang, dan Atala berada di sebelah kirinya.
Atala yang tersenyum memandang wajah Linda, segera memeluk pinggang Linda. Rasanya perasaan Atala tak karuan, yang jelas ia merasa sangat senang dan bahagia.
"Atala sayang Linda," bisik Atala mengecup pipi Linda dan berbaring dengan tangan yang melingkar di pinggang Linda.
Linda menjadi bahagia segera membalikkan badannya, dan masuk ke dalam pelukan Atala, Linda sangat bahagia. Cintanya akhirnya berhasil ia dapatkan, entah ini merupakan keberuntungan atau aji mumpung untuknya.
__ADS_1
Malam ini tidak sama seperti malam pertama pengantin lainnya, mereka hanya berbaring dengan sebuah pelukan tanpa adanya ritual malam suci. Berbeda dengan pengantin sebelah, di mana Atlas yang telah beraksi kini telah berhasil menjadikan Anisa miliknya sepenuhnya. Anisa yang kini masih di garap oleh Atlas hanya bisa pasrah dengan segala kenikmatannya.
......................
Subuh menjalang, Atala ikut duduk di dapur membantu Linda sedikit sedikit. Atala semakin mampu membantu Linda. Sementara Linda sengaja tidak membangunkan Anisa dan Atlas, pasalnya ia sempat mendengar sebuah suara keramat dari kamar yang Anisa dan Atlas tempati.
Semua jajanan telah selesai mereka susun, kini Anisa baru saja terbangun. Anisa memandang tidak enak ke arah Linda.
"Maaf ya aku baru bangun, lagian kamu kok ngga bangunin aku?" Anisa segera duduk di samping kakaknya Atala.
"Engga enak lah kan kamu pasti capek," ujar Linda tanpa sengaja. Bukan maksud menyindir Anisa, namun Linda lupa memfilter bibirnya saat berbicara.
Wajah Anisa berubah menjadi mereka, menyadari hal itu Linda pura pura tidak melihatnya. "Hm... Itu..."
"Lah memang kamu ga capek? Dari kemarin hingga semalam bantuin acara kami, pasti kamu capek kan?" Linda segera meralat maksudnya membuat Anisa bernafas lega. Ia takut Linda mendengar pertempuran pertama mereka tadi malam. Pasalnya Atlas cukup lama melakukannya, di mulai jam sepuluh malam hingga jam dua tengah malam.
"Ya sudah bantuin angkat ini dulu ya," ujar Linda menyodorkan sebuah wadah yang telah di susun kue kue jajanan pasar.
Sementara Atala ikut di belakangnya juga membawa beberapa wadah yang juga talah penuh makanan. Atala segera membuka warung mereka dengan menyusun etalase, serta menyusun beberapa keranjang, dan menggantung tali yang telah di isi bumbu dapur, dan kopi kopi instan.
Anisa tersenyum melihat betapa besarnya kemajuan Atala, berterimakasih saja tidak cukup untuk Linda. Bahkan saat ini Atala kembali masuk menyusun beberapa gula dan rokok, di tempatnya yang biasa Linda tempati. Atala kembali ke dalam dan mengambil dua kursi untuk dirinya dan Linda. Anisa segera menyusun kue kue, membuat Linda yang diam diam mengintip menjadi tersenyum.
Linda memang membiasakan Atala melakukan hal tersebut, agar Atala melakukan banyak kegiatan fisik, sehingga baik jiwa dan fisiknya dapat menjadi sehat dengan beriringan.
Linda datang dan tersenyum ke arah Atala, membuat Atala merasa bangga. Sementara Anisa pamit ingin membangunkan suaminya.
"Linda aku mau pipis," ujar Atala berjalan ke arah kamar mandi.
Namun langkah Atala terhenti ketika melihat Atlas memeluk Anisa dari arah belakang. "Sayang lagi buat sarapan ya?"
__ADS_1
Tampak Atlas memeluk dan mencium Anisa dari arah belakang, Atala tersenyum kemudian berjalan pelan menuju toilet.
"Aku mau seperti mereka, aku mau begitu dengan Linda," gumam Atala sembari menyelesaikan hajatnya.