
Di sebut apa kalau bukan brengsek namanya, mencium anak gadis orang tanpa izinnya terlebih dahulu, begitu lancang dan kurang ajarnya Dia. Seorang cowok yang mengatakan jika dirinya ingin menjadi pangerannya. Dan malam tadi telah mencuri kesempatam dalam keterpurukannya.
Ella benci dia!
"Sebelum ke dapur tadi, bibi pergi ke kamar nona, tapi tidak ada, darimana Nona semalam?" tanya Bibi Rosy berani bertanya saat dirinya siap memasak sarapan untuk pagi ini.
Ella yang sedang memotong timun itu menghentak hentakan pisaunya sedikit kesal. "Gak kemana mana"
"Apa Nona nggak tidur semalaman?" Tanya Bibi Rosy lagi, bukan kepo, hanya khawatir saja pada nyonya mudanya ini, wajahnya sungguh terlihat menyedihkan.
"Nggak Bi" jawab Ella ketus, tanpa sebab dirinya menjadikan Bibi Rosy pelampiasan kemarahannya.
"Oh Iya..." Ella mendadak ingat sesuatu dan hal itu membuat Moodnya berubah seketika. "Ella boleh nanya sesuatu?"
"Apa itu?"
"Apa Bibi udah ada di sini sebelum papah meninggal?"
"Bibi ada di sini bahkan sebelum Nona lahir"
Bagus sekali, Ella berharap dapat jawaban yang memuaskan untuk pertanyaannya.
"Berarti Bibi ada saat pembacaan surat wasiat yang di tulis Papah?"
Bibi Rosy merasa heran, Mengapa nona mudanya ini menyinggung-nyinggung soal surat wasiat? Namun tanpa berpikir buruk, Bibi Rosy tetap menjawab.
"Tentu saja Nona, yang bibi dengar hanyalah penyerahan seluruh kekayaan Papahmu pada Nyonya Kalia"
"Bibi tidak pernah membacanya sama sekali?" tanya Ella merasa ragu.
__ADS_1
"Bibi tidak bisa membaca, Apa Nona lupa?"
Ella tersenyum kikuk dan menggaruk tebgkuknya yang tak.gatal. "Maaf...kalau begitu, Apa Ella bisa minta liat surat wasiat itu sama Ibu tiri?"
"Coba saja Nona,.lagipula nona sudah berhak mengetahuinya" jawab Bibi Rosy bertepatan dengan sarapan pagi ini yang siap di hidangkan.
"Heh anak ingusan!" panggil Arsyla dengan malas. Kalau tidak terpaksa, tidak mungkin si cantik ini menginjakan kaki ke dapur. "Di panggil Mamah suruh ke ruang tamu, sekarang"
"Iya"
Setelah itu Arsyla pergi kembali, meninggalkan rasa penasaran bagi Ella, mengapa Ibu tiri memanggilnya? Apa dia melakukan kesalahan lagi?
Untuk jawaban itu, Ella buru buru menemuinya, berjalan cepat dan tiba tiba langkahnya melambat saat melihat seorang pria berjass hitam sedang mengobrol dengan Nyonya Kalia.
"Ah sayang, sini Nak!" panggil Nyonya Kalia terdengar halus.
Ella berjalan menghampiri dan menatap Nyonya Kalia penuh tanda tanya.
"Oh Cantik, seperti yang anda katakan, saya menerimanya" senyum pria itu ramah.
Ella yang tidak mengerti apa apa balas tersenyum dan sempat menyapanya, walau ada guntur saling menyambar di hati, Ella sembunyikannya dengan senyum pelangi.
"Perusahaanmu aman untuk satu bulan yang akan datang" ucap pria itu lagi, kemudian pergi setelah memberi tepukan pelan di rambut Ella.
"Kenapa Mah? Aku di jadiin alat buat nyelamatin perusahaan Mamah?" tanya Ella tembak langsung.
"Oh, pintar kamu sayang, Mamah tidak perlu repot repot menjelaskan"
"Tapi sayangnya, Aku gak mau" ucap Ella lantang.
__ADS_1
PLAK!
ucapannya yang terdengar kurang ajar sekali di telinganya melayangkan tamparan keras yang membuat Ella langsung terhuyung.
Arsyla dan Angela yang sepertinya baru bersiap untuk berangkat kuliah, menyaksikan penyiksaannya terlebih dahulu.
"Jangan kurang ajar Lo Ella, Lo harusnya bersyukur masih bisa hidup numpang di sini" sahut Angela.
"Kalian lah yang sebenarnya hidup menumpang"
"Heh, apa kamu lupa?, kalau ayahmu memberikan semuanya pada Mamah"
"Oh ya?, Aku nggak percaya, aku pengen liat salinan surat wasiat yang di tulis Papah, lagian aku udah berhak tau karna usiaku udah 17 tahun" jawab Ella dengan nada tenang namun mengancam.
Kali ini Nyonya Kalia terdiam, tangannya bergetar, entah karna takut ataupun marah.
"Tanyakan saja pada Pengasuhmu itu!" jawab Nyonya Kalia dengan suara gemetar.
"Kenapa? Mamah takut ketahuan berbohong karna surat wasiat yang Mamah bacakan itu palsu?"
PLAK!
Ella habis di siksa ibu tiri dengan pukulan dan tamparan keras, membuat sekujur tubuhnya terasa nyeri dan memar, tapi Ella tidak akan menyerah, dia akan tetap berusaha mendaoatkan surat wasiat itu, agar memudahkannya untuk menaklukan Ibu dan kedua kakak tirinya yang Ella yakini tidak akan berubah, akan tetap jahat seperti penyihir.
......................
...****************...
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...