
Di sekeliling Ella saat ini hanya ada kegelapan, bahkan tak ada suara jangkrik ataupun hewan pengerat lainnya. gelap ini rasanya membuat Ella sesak, langkahnya merasa di batasi, ia seperti orang tuna netra yang berjalan meraba raba dinding yang masih berupa tanah merah yang lengket.
Sepertinya ini adalah ruangan khusus yang akan di buat Almarhum ayahnya, namun belum tuntas karna ayahnya meninggal, di tambah Ella tidak tahu apa sebenarnya pekerjaan Ayahnya, yang dia tahu, Ayah selalu sibuk, di hari saat dia di rumah pun, selalu ada tamu yang datang. Mengobrol hal-hal yang tidak Ella mengerti.
DUK!
Ella meringis saat dirinya menabrak sesuatu yang keras di hadapannya, tangannya kembali meraba dan mendapat buku buku yang tertata rapi di rak. Gadis itu pun menyisir buku buku tersebut hingga tiba di sisi yang lain, sama sekali tak menemukan celah untuk dapat masuk menembus rak buku itu.
Ella menarik napas dalam, makin sesak dan panas rasanya, kepalanya terus berdenyut akibat benturan di kepalanya, sejauh ini Ella sangat kuat, dia masih bisa berdiri dengam baik.
"Oke...ayo Cinderella, Lo punya seribu keajaiban" dia menyemangati diri sendiri, menekan kuat buku-buku tebal itu, dan dalam hitungan ke tiga ia mendorongnya.
Percobaan pertama gagal, berikutnya juga sama, bahkan raknya tak bergeser sedikitpun, Tak kehabisan akal, Ella bermaksud untuk memanjatnya, namun baru saja satu kakinya naik, Ella terjatuh dan tak sengaja menarik beberapa buku.
BRUK!
"Akh!" ringisnya terasa nyeri sekali.
Tapi setelahnya Ella mendengar suara sesuatu yang bergemuruh, seperti sebuah pergeseran benda.
"Apa raknya akan rubuh?" tanyanya buru-buru bangkit dan berlari mundur.
Hening setelahnya.
__ADS_1
Kesal rasanya karna Ella ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi, dia hanya bisa menggunakan ketajaman indra pendengarannya saat ini. Dia pun kembali melangkah dan meraba raba letak rak buku tadi.
Tapi aneh, tidak teraba!
Dia pun berjalan lebih jauh lagi dan memperkirakan letak rak nya, tapi tetap tak menemukannya, jauh sekali ia berjalan mengendap ngendap seperti ini, udara yang semula terasa panas sekarang berubah dingin, Ella dapat merasakan angin yang berhembus menerbangkan debu debu yang ada di sekitarnya, berhembus menerpa wajah Ella yang sudah basah oleh darah, terasa perih dan gatal saat debu debu itu menempel di area wajahnya.
Pada akhirnya Ella menyerah, dia menjatuhkan dirinya dan menangis. "Gue butuh Lo Aurora...."
...***************...
"ABRA!!!" Teriak Aurora seketika hampir membuat pria yang sedang tertidur di kelas itu jantungan.
"Apaan?" tanyanya seraya menggosok gosok telinganya yang berdengung.
Abra mengacak rambutnya yang memang sudah semerawut, wajahnya sama sekali tidak ada semangat untuk hidup. "Apaan sih Lo gak jelas"
"Kita harus pergi!"
"Hah!" Abra melihat ke arah jam yang tersemat di pergelangan tangannya. "Ini masih tengah hari, kita mau bolos?"
"Harus, Firasat gue buruk tentang Ella, kita harus ke rumah ibu tirinya"
"Yaudah ayo!" ajaknya kemudian memgambil jaket kulitnya di atas meja dan bergegas.
__ADS_1
"Kenapa sih, dia keras kepala banget, hobi banget bikin gue jantungan!" batin Aurora begitu gelisah memikirkan sahabatnya, bahkan ia tak peduli saat guru bertanya padanya, gerbang sekolah yang kebetulan sedang terbuka pun mereka lewati begitu saja.
"Heh kalian mau kemana?" tanya Penjaga sekolah seraya mengejar mereka.
"Eh, mobil gue Ra!" Teriak Abra bermaksud berlari ke arah parkiran.
Dangkal sekali fikirannya, pasti penjaga sekolah keburu menangkap merela.
"Tinggalin aja, kita pake Taxi!"
"Tapi-"
"Abra cepetan!" bentak Aurora kesal, dia menarik tangan Abra dan membawanya berlari, lolos dari kejaran penjaga sekolah. Menghentikan taxi yang serta merta selalu kebetulan lewat. Sehingga urusan mereka begitu di mudahkan.
"Kayanya kita harus masuk diam diam deh!" ucap Aurora.
"gimana kalau ketahuan?"
"Gak mungkin, di rumah yang segede itu cuman ada empat orang, gue denger kalau pengasuhnya Ella udah jadi Art lagi di sana, gue yakin dia bisa bantuin kita" jelas Aurora yakin.
"Oke good" Seperti biasa, Abra mulai suka mengacak ngacak rambut wanita sekarang ini. Tapi respon Aurora kali ini biasa saja, dia sedang serius akan keselamatan Ella.
*******
__ADS_1