
Asclepius hampir tidak bisa lolos dari kematian ketika dia lahir: ibunya meninggal saat melahirkannya, tetapi dia diselamatkan oleh Apollo yang mengeluarkannya dari rahim ibunya dan membawanya ke centaur - setengah kuda dan setengah manusia yang merupakan makhluk mitos untuk mengajarinya belajar kedokteran. Centaur, Chiron, mengikuti arahan Apollo dan Asclepius tumbuh dengan pengetahuan yang luas tentang pengobatan, penyembuhan – jauh lebih hebat daripada Apollo atau Chiron.
Dia menjadi sangat kuat sehingga mampu menyembuhkan semua manusia, termasuk manusia yang sekarat, dan bahkan bisa menghidupkan mereka kembali setelah mati. Beberapa legenda menyatakan bahwa Athena, dewi kebijaksanaan, memberi Asclepius darah Medusa, dan dengan darah ini , dia menemukan cara untuk membangkitkan orang. Orang-orang mencintainya dan memanggilnya pahlawan. Akhirnya, dewa lain memperhatikan hal ini, dan banyak dari mereka tidak menyetujuinya.
suatu ketika Asclepius mulai menghidupkan kembali orang-orang dari kematian, misalnya Tyndareus, Glaucus, Capaneus, Hymenaeus, dan lain-lain. Beberapa sumber mengatakan bahwa dia bahkan membawa kembali Hippolytus dari kematian sesuai permintaan Artemis dan menerima emas untuk tindakan tersebut.
Namun, Hades tidak senang dengan ini dan menuduh Asclepius mencuri rakyatnya. Ini karena semakin sedikit orang yang sekarat karena Asclepius menyembuhkan mereka, yang berarti semakin sedikit jiwa yang diterima di Dunia Bawah.
Hades mengeluh kepada Zeus tentang hal ini. Zeus khawatir Asclepius akan mengajari orang lain seni kebangkitan. Jadi, dia memutuskan untuk membunuh Asclepius dengan petir. Apollo sangat marah dengan tindakan ini dan pergi untuk membunuh para Cyclops yang membuat petir untuk Zeus.
Namun, Zeus cukup perhatian untuk menyadari bahwa Asclepius telah menawarkan jasa besar kepada umat manusia dan memutuskan untuk mengubahnya menjadi konstelasi sehingga dia bisa hidup selamanya di langit. Konstelasi ini disebut Ophiuchus, yang diterjemahkan menjadi The Serpent Holder atau Pemegang Ular.
...-Selesai-...
"kenapa Zeus menghukum Asclepius? Dia kan seperti malaikat yang menolong banyak orang, bukankah itu bagus?" tanya Aurora begitu Talisa menutup bukunya.
"Hukuman yang dijatuhkan pada Asclepius dimaksudkan untuk menunjukkan manusia fana hanya boleh mencapai batas tertentu dalam tatanan alam dan dilarang baginya untuk melampaui tatanan alam itu. Dengan membunuh Asclepius dengan petir, Zeus ingin memastikan bahwa populasi manusia lainnya mengerti bahwa ada jurang tanpa jembatan antara mereka dan para dewa." jawab Talisa bijaksana.
__ADS_1
Lama mereka merenung, memahami maksud dari cerita Talisa, dan Ella menyadari satu hal, dia menatap Aurora yang menatapnya dengan sorot mata yang sama. Saling tersenyum untuk setelahnya, dan kembali berpelukan.
"Semua tentu ada imbalannya, Dan mungkin itu konsekuensinya, kenapa umur gue harus di kurangi beberapa tahun setelah nyelamatin oranglain, karna bagaimanapun kita gak abadi fi dunia ini, semua sudah ada batasannya masing-masing"
"Nona sepertinya keturunan dari dewa Asclepius"
Keturunan?" ia mengangkat sebelas alisnya "aku memang percaya beberapa hal yang gak masuk akal, tapi buat perkataanmu tadi aku nggak setuju, aku cuman seorang wanita yang di beri kelebihan oleh tuhan, bukan titisan malaikat, dewa, ataupun yang lainnya, aku bukan reinkarnasi siapapun, aku hanya aku, Aurora!" jelasnya menegaskan dan memegang kuat pemikirannya.
"Tapi, kisah para dewa menarik juga" Abra menyahut, bahkan bertepuk tangan pelan.
sementara Ella, dia baru menyadari sesuatu tentang Abra, responnya biasa saja, tidak bingung setelah mendengar percakapan mereka. Apakah dia sudah tahu tentang semuanya? tentang kekuatam Aurora? kalau begitu, mereka sudah saling mengenal, apa mereka mulai dekat saat dirinya tak sadarkan diri? Tidak!, jelas penampilan mereka yang kacau menandakan jika keduanya sedang tidak baik baik saja.
"ah, nggak papa" iris matanya kembali pada mata Aurora. "Rapunzel ada di mobil?"
"Hah?" tanya keduanya mendadak cengo.
"Kok malah hah? kalian dateng bareng dia kan tadi? katanya dia mau nunggu di luar aja selagi kalian masuk"
__ADS_1
Mendengar pernyataan Ella, keduanya malah saling pandang dengan raut wajah yang terlihat penuh tanda tanya.
"Gue sampe terharu, Rapunzel keluar goa demi ikut jenguk gue" ucapnya lagi dengan nada terharu yang di buat buat. Itu yang mereka lihat, padahal Ella memang terharu, sangat.
Keduanya tetap terpaku, tapi setelahnya Abra angkat bicara. "Sebenernya-"
Krieet!
Bertepatan dengan itu, datang tuan Tomy yang langsung memberi sapaan hangat untuk mereka semua.
"Waah sudah ramai" senyumnya halus, ia membawa bangak makanan untuk mereka.
Kehadirannya itu, membuat topik sebelumnya terlupakan. , berganti dengan obrolan hangat dan canda tawa yang memenuhi ruangan.
......................
...****************...
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...