I'M Strong Cinderella

I'M Strong Cinderella
27. Kecelakaan


__ADS_3

Seperti janjinya, Tuan Tomy mengantar Ella ke sekolah pagi ini, dibalik mobil mewah dan mengkilat yang baru pertama kali Ella naiki, gadis itu keluar dengan pesonanya, kulitnya yang berwarna kuning langsat itu tampak bersinar saat mentari menyentuhnya, rambut panjangnya mengibas seakan memberi efek slow motion. Dan jangan lupakan wajah cantiknya.


Pandangan orang orang seketika dibuat terpaku padanya, bukan, khususnya pada mobil sport merah Tuan Tomy, apalagi tuan Tomy nya. Semua orang tau kalau Ella anak yatim piatu dan miskin, hidup saja masih menumpang, dan kedatangannya yang seperti itu langsung membuat orang orang berasumsi kalau Ella menjual diri pada Om om cabul.


Kabar buruk cepat menyebar seperti angin, dan sudah sampai di telinga kedua sahabatnya sekarang. Aurora dan Abra.


"Cewek munafik!" seru Abra begitu melihat Ella berjalan santai melaluinya.


Namun seperti tuli, Ella tetap berjalan dengan pandangan lurus, tak melirik atau menggubris gunjingan orang orang. Ella selalu tak peduli dan tidak peka akan dirinya yang cukup populer karna kecantikannya. Untuk apa? Tidak perlu merasa spesial karna masih banyak berjuta wanita cantik di dunia ini.


"Karna ciuman itu, Lo bertindak seolah lo cewek paling suci yang gak pernah tersentuh siapapun, tapi ternyata apa? Lo ternyata serendah ini!" teriak Abra tak terima di acuhkan. Menarik perhatian siswa lainnya.


Ella berhenti melangkah, merasa dirinya di rendahkan, kemudian ia berbalik dan mengangkat sudut bibirnya dengan sinis "Seperti yang Lo bilang, Mending Lo diem aja deh, jangan mengklaim orang kaya gitu sementara Lo sendiri gak tau apa apa"


Abra terdiam, di buat mati kutu oleh ucapannya sendiri, tapi tak menyerah, ia menghampiri Ella dan menatap iris cokelatnya mencari jawaban.


"Jadi, siapa om om yang nganterin Lo?"


"Bukan urusan Lo" jawab Ella ketus, ia melangkah kembali, namun Abra mencegahnya dengan menghalangi jalan ella.


"Minggir!" bentak gadis itu tidak seperti biasanya. Menimbulkan banyak orang yang langsung mengerubungi mereka untuk menyaksikan tontonan gratis. Tak terkecuali Aurora.

__ADS_1


"Gak bisa, Lo harus kasih tau gue dulu" tegas Abra dengan kukuh.


Ella menarik nafas panjang, menahan sebentar, dan menghembuskannya bersama teriakan melengkinganya. "Mau gue jual diri, mau gue bunuh diri atau apapun itu terserah gue, emangnya Lo siapa mesti gue kasih tau? Dan kenapa juga gue harus ngasih tau Lo? Ha?"


"Karna Gue suka sama Lo" jawab Abra cepat, biarkan saja orang orang memberinya cap lebay dan penuh drama, tapi itulah faktanya. "Karna gue gak mau terjadi sesuatu sama Lo, karna gue khawatir, dan karna gue gak mau kehilangan Lo!"


Dalam sesaat, netra yang dipenuhi tatapan api kemarahan berganti menjadi sebuah air yang menganak sungai di matanya. Ella terharu, terpana, dan ingin menangis. Tapi Ego menghancurkan segalanya, Ella tetaplah egois.


"Tapi gue benci sama Lo!" Ella mendorong Abra sekeras mungkin, bahkan tubuh kekarnya tak mampu menahan kuatnya dorongan Ella sampai dirinya terjatuh ke lantai.


"Ella Lo apa apaan sih?" Tanya Aurora tak bisa menahan diri lagi, ikut sakit saat melihat orang yang disayanginya di perlakukan begitu oleh sahabatnya sendiri.


"Lo kenapa sih La? gue tau Lo lagi ada masalah tapi gak usah ngelampiasin kekesalan Lo Sama Abra juga, dia gak salah apa apa" tak henti hentinya Aurora membela Abra.


"Udah ya, gue capek ngomong sama kalian, mulai sekarang gak usah ngomong lagi sama gue, anggap aja kalian gak pernah kenal gue"


Kali ini kepergiaan Ella berjalan dengan mulus, meninggalkan dua insan yang saling pandang keheranan atas sikap Ella yang tiba tiba menjadi tempramental seperti itu. Seperti tidak punya hati.


"Gak nyangka ya, orang yang deketnya kaya Upin Ipin sekarang musuhan kaya Tom and Jerry cuman gara gara cowok" bisik mereka yang melihat kejadian beberapa menit lalu.


Abra mendelik tajam, setajam pisau yang langsung membuat mereka membubarkan diri dan pastinya menyebar gosip murahan yang akan viral dalam beberapa hari saja.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kenapa sih, Aurora sama Abra gitu banget, bikin gue kesel akhir akhir ini" ella ngedumel sambil berjalan menuju halte tempat dia biasanya menunggu bus.


Ella harus menyebrang jalan menuju halte. Suasana masih sepi karna sebagian besar murid- murid mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang mereka ikuti. Ella sendiri sebenarnya mengikuti ekskul menari, tapi sudah hampir sebulan ia membolos. Mungkin sudah dikeluarkan.


Begitu dilihatnya jalanan sepi, Ella mulai menyebrang jalan dengan santai, namun tiba tiba saja sudut matanya menangkap bayangan nenek penjaga toko barang antik di dekat pohon yang ada di samping halte, karna penasaran Ella berhenti melangkah, kakinya refleks berbelok, dan di situlah tragedi itu bermula, sebuah mobil mewah dengan kecepatan tinggi datang dari arahnya dan menghantam Tubuh Ella sampai terpental sejauh sepuluh meter.


BRAAAK!


SWUUSH!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


......................


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2