
Tunggu!" Abra yang beberapa detik sempat termenung di tempat langsung saja berlari menghampiri Aurora.
"Lo gak usah nganterin gue, gak papa kok" senyum Aurora tulus, sebenarnya ia merasa tak enak karna Abra banyak berkorban untuk sahabatnya hari ini, lagipula kalau tidak ada Abra, Aurora pasti akan kesulitan.
"Udah sore gini mau pulang pake apa coba?"
"taxi kan banyak"
"Mahal, mending sama gue aja gratis"
Ingin, tapi Aurora harus menolak, jangan biarkan hatinya dikuasai pria itu, sudah jelas dirinya melihat, jika keanehan yang didapatinya pada Abra bukanlah sihir, tapi sinar cinta dan ketulusan. Dan pastinya hanya untuk Ella.
Karna itu, Aurora memilih untuk meninggalkannya tanpa kata, ia duduk di bangku bercat putih dan menikmati senja yang cahayanya mulai menyebar.
"Ra, ayo pulang!" ajak Abra tak henti hentinya bicara.
Aurora menghela nafas berat dan menghembuskannya dengan kasar. "Lo mau denger cerita tentang Ella?"
Abra mengangguk seperti anak kecil, tentu ia mau, cinta menyebabkan apapun yang berhubungan dengannya, pasti membuatnya tertarik dan penasaran.
*************FLASHBACK
Cinderella!
__ADS_1
Anak gadis kesayangan Regan yang manja, cengeng, egois dan baik hati, Tapi, meskipun begitu, sang ayah selalu mengabulkan apapun keinginan Ella.
keinginannya sederhana, hanya meminta ayah selalu ada di sisinya, meski pada akhirnya keinginan itu tak terpenuhi karna Regan harus meninggal disebabkan oleh penyakit.
Saat itu, Aurora selalu mengintip kebersamaan Ella dengan ayahnya.
Anak yatim mana yang tidak iri saat melihat keharmonisan antara ayah dan anak. di sayangi, di elus, di gendong, dan di timang penuh cinta, Sementara dirinya, bahkan Aurora sama sekali tidak mengenal ayahnya sendiri, bagaimana rupa, suara, dan hangatnya cinta seorang ayah. Aurora tidak tahu!
"Papah, ini Aurora, teman baruku!" Untuk pertama kali Ella mengenalkan Aurora pada Regan. "Dia nggak punya ayah, kasian Pah, Papah mau kan jadi ayahnya Aurora juga?" Dan untuk pertama kalinya Aurora merasa sangat bahagia.
Sejak saat itu, Aurora merasa hidup, Dia punya ayah, dia di sayangi, dibelikan mainan, pakaian, dan kehidupan yang layak. Regan menyayanginya dengan tulus, tidak membeda bedakan kasih sayang antara keduanya. Sebagai balasannya, Aurora berjanji akan mengabdikan dirinya pada Ella. Untuk selamanya.
"Kalau kamu Cinderella, berarti aku ibu perinya, Aku akan membantu mempertemukanmu dengan pangeran, lalu menikah dan hidup bahagia" Kata Aurora saat mereka bermain putri-putrian.
"Akulah pangeran yang mau menikahi putri cantik ini!" sahut Regan turut bermain. Dia menggelitik pinggang mereka secara bergantian.
Tawa mereka mengudara, begitu lepas dan ringan seperti kapas.
*********Flashback end
Cerita di akhiri dengan tetesan air mata yang jatuh mengiringi setiap katanya, Aurora kembali mengusapnya dengan kasar, untuk setelahnya ia tersenyum dan memandang Abra yang menatapnya dalam.
"Sekarang, Ella udah ketemu pangerannya, dan itu, Lo!"
__ADS_1
Tak ada yang bisa pria itu katakan, dia hanya tersenyum, dengan perasaan campur aduk.
"Lo juga punya kehidupan sendiri, Diri Lo juga butuh bahagia, ada saatnya, ketika Ella jadi tanggung jawab gue sepenuhnya nanti, Lo gak bisa terus sama dia, Lo juga harus nikah dan bahagia bersama orang yang Lo cintai"
Aurora terkekeh hambar, dalam hati ia membatin, kalau yang hatinya inginkan adalah Abra. Dirinya!
"PD amat Lo, yakin banget mau nikah sama Ella?" tanyanya meledek.
"Pasti dong, jodohnya Putri kan Pangeran" Abra mengangkat ngangkat sebelah alisnya.
Menyebalkan!
"Gue mau pulang, nanti malam Gue bakal ke sini lagi sama nenek!" Aurora beranjak, melihat langit sore yang sudah meredup, matahari sudah tenggelam, tinggal sisa cahayanya yang sebentar lagi akan sirna dan berubah menjadi kelabu.
"Gue juga!" Dia ikut berdiri dan menarik tangan Aurora sedikit kuat. "datang bareng, pulang bareng juga!" dituntunya tangan Aurora yang hanya bisa pasrah. ia menatap punggung Abra dengan nanar, kemudian seulas senyum terbit di bibirnya.
"Kalau kamu punya dua hati, pasti tidak akan ada cinta segitiga" batinnya terdengar konyol.
......................
...****************...
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...