I'M Strong Cinderella

I'M Strong Cinderella
23. Bukan seorang pangeran


__ADS_3

Lo jangan kurang ajar ya!" sungut Ella amat murka.


Abra gelagapan, hampir saja ia tak bisa memgendalikan diri lagi, betapa bodohnya dia, membuat Ella akan semakin mebencinya.


"Dahi Lo lebam, Apa yang ibu tiri Lo lakuin?" tanyanya begitu menyadarinya.


"Bukan urusan Lo" ketus Ella langsung saja pergi, namun dengan cepat Abra berhasil menahan tangannya.


"Tolong maafin Gue La, gue khilaf!" pintanya benar benar memelas.


"Lo bukan Pangeran, Lo cuman pria brengsek yang suka nyari nyari kesempatan" tegasnya melepaskan tangan Abra dan pergi, tapi lagi lagi dia berlari mengejarnya.


Ella benar benar muak, ia berlari lebih cepat darinya, sambil terus mengumpat, sementara Abra mengejar dengan memohon. Rela meruntuhkan harga dirinya demi seorang gadis.


Gadis yang entah kenapa sangat dia cintai!


"Ella Lo mau kemana?" tanya Aurora begitu berpapasan dengannya, ditangannya penuh dengan makanan.


Ella tampak tak peduli, ia berlari cepat tanpa mengatakan apapun pada Aurora.


Mereka jadi kejar kejaran seperti Tom and Jerry, Sementara Aurora berperan sebagai majikan Tom yang selalu menyalahkan kucing Malang bernasib sial itu.


"La berhenti! Dengerin gue dulu!" Teriak Abra lumayan kesulitan mengejar Ella yang larinya cepat.


Bruk

__ADS_1


Dugh


"Aduh, jalan yang bener dong! Punya mata gak sih?" Teriak para siswi yang tak terima di senggol Abra secara kasar demi mengejar gadis egois itu.


"Duh Lo lagi, ini bukan Pasar woiy" teriak mereka untuk yang kedua kalinya saat Aurora melakukan hal yang sama.


"Ella berhenti" teriak Aurora dengan suara cemprengnya, namun tetap saja Ella keras kepala, sungguh, dia hanya akan berhenti kalau Abra juga berhenti mengejarnya. Dia tidak mau melihat wajah lelaki itu karena selalu teringat ciuman semalam.


Sesekali Ella melihat ke belakang, memastikan jaraknya dengan Abra, tapi naasnya, Ella tak sengaja menginjak tali sepatunya yang lepas tepat saat ia hendak menuruni tangga.


Bruk!


"Ella!" Teriak mereka bersamaan.


"Lo gak papa?" Tanya Abra saat sudah ada di sampingnya untuk membantu Ella.


"Awas, Jangan sentuh gue" bentaknya.


"Dahi Lo berdarah!" Abra tetap berusaha membantu.


"Pergi, jangan ganggu gue, gue benci sama Lo!"


"Gue harus bantu!"


"Abra Stop!" Lerai Aurora yang langsung membuang makanan yang baru saja di belinya dan membantu Ella berdiri. "Gue gak tau masalah kalian apa, tapi tolong, Lo jangan ganggu Ella sekarang"

__ADS_1


"Tapi-"


"Abra Please!" Aurora memelas, dia tidak ingin hal buruk lainnya terjadi.


Akhirnya pria itu pun memilih diam meski hatinya semakin merasa bersalah, membiarkan Ella yang berjalan tergopoh-gopoh karena tampaknya sebelah kakinya terkilir.


*****************


"Lo kenapa sih? Kaya anak kecil tau" dengusnya Aurora yang saat ini mengobati luka Ella di UKS.


"Gue benci sama Abra, gue gak bisa maafin dia" jawab Ella dengan amarah yang masih meluap luap.


"Apa masalahnya? Cerita sama gue"


"Gue kira dia beneran Pangeran buat gue, tapi gue salah, dia cuman cowok brengsek yang berani cium gue di saat keadaan gue bener bener kacau" jelas Ella membuat Aurora menghentikan balutan perban di dahinya.


Di cium? Apa yang di maksud Ella adalah ciuman? Kenapa hal itu terdengar menyakitkan baginya?


Ella yang keceplosan hanya bisa mengutuk dirinya di dalam hati, dasar ceroboh!


"Maaf, kalo gue bikin Lo cemburu, gue gak bermaksud buat nyakitin Lo, tapi, kalo sekiranya kelakuan gue kaya.pelakor yang nusuk Lo di belakang, gue minta maaf Ra, sekarang gue pastiin gak akan ada sepotong hati pun buat dia"


Demi mendengar hal itu, Aurora tersenyum tipis tanpa adanya kebencian. "Cowok bukan cuman dia kali, ngapain juga gue harus cemburu, gue gak akan ngelakuin hal hal yang buat hubungan persahabatan kita renggang, lagian masa depan kita masih panjang, Kita masih punya banyak cita cita dan harapan, termasuk ending yang hapy ever after bersama orang yang kita sayangi, yang berjuang bareng dari awal"


Wujudnya saja Aurora, tapi hatinya seperti malaikat, terkadang Ella ingin membedah dada Aurora dan melihat isi hatinya, terbuat dari apakah dia?

__ADS_1


__ADS_2