I'M Strong Cinderella

I'M Strong Cinderella
24. Picik


__ADS_3

Merenggangnya hubungan Ella dan Abra, menjadi hubungan dekat antara Aurora dan Abra, bagaimana tidak, berbagai cara Abra lakukan untuk mendapatkan maaf dari Ella setelah ia hanya melakukan kesalahan kecil saja, Dan dengan keras kepalanya Ella tetap pada keangkuhannya. Menyebabkan Abra frustasi dan bingung harus melakukan apalagi setelah beberapa cara yang disarankan Aurora gagal.


"Ra masa Lo nyerah gitu aja sih, katanya mau bantuin gue" bujuk Abra dengan duduk merosot tak ada tenaga. Bikin malu Aurora karna mereka di perhatikan orang orang yang juga datang ke cafe.


Ya, di hari libur ini Abra mengajak Aurora bertemu untuk membahas rencana berikutnya, sedari tadi yang dia lakukan hanya mengeluh, mengeluh, dan mengeluh. Seperti anak kecil.


"Ella itu orang yang gak bisa nerima kesalahan cowok dua kali, emangnya kenapa sih Lo pake cium dia segala?" tanya Aurora.


"Gue bermaksud nenangin dia karna gue gak tega liat dia nangis pilu banget, gue gak bermaksud cium di sana sumpah, kejadian itu terjadi gitu aja" jelas Abra terlihat sangat bersalah.


Aurora tersenyum hambar. "Ya udah sih, lupain aja, anggap ciuman itu gak pernah terjadi, Lo juga jangan selalu minta maaf tiap ketemu dia, nanti dianya jadi inget terus kejadian itu"


"Jadi?"


"Lo diemin dia aja selama beberapa minggu,, Ella pasti ngelupain hal itu dan biasa lagi saat ketemu Lo"


Mendengar itu Abra tersenyum, dengan refleks ia menarik tubuh Aurora dan mendekapnya, bergoyang ke kanan dan ke kiri seperti anak kecil. "Lo emang temennya yang paling baik"


Ayolah jantung, berhenti berdegup kencang, Aurora tidak boleh baper ataupun terbawa suasana, syarafnya akan putus kalau dia di kecewakan terus.


******

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain, si gadis yang sedang di bicarakan itu sekarang sedang ada dalam sebuah masalah besar, dimana Tuan Tomy datang untuk menjemputnya.


Ya, Tuan Tomy, orang yang pernah Nyonya Kalia perkenalkan padanya di hari itu.


"Pergilah, kamu akan bahagia di sana!" senyum Nyonya Kalia memberi pelukan menusuk bagi Ella.


"Itu benar, Saya sangat pandai dalam menyenangkan wanita" sahut Tuan Tomy terlihat tulus, tapi Ella tidak sebodoh itu, ada racun mematikan di balik senyum tampannya.


"Aku nggak akan pergi sama Om" ucap Ella begitu berani. "Kalo Om mau buat perusahaan Mamah bangkrut atau bahkan ditutup, gak masalah buat aku, memangnya apa yang bisa aku dapatkan? aku akan jadi korban pelunas hutang dan bakal jadi istri yang awalnya jadi mainan om terus akhirnya aku sangat di cintai sama om gitu? Aku nggak suka tema novel kaya gitu, aku Cinderella, aku baik hati, cerita aku gak mau kaya novel novel itu, terlalu Klise" jelas Ella tak menyadari kalau saja ucapannya di dengar para penulis, ia akan di serbu emak emak se Indonesia. Mengerikan bukan?


PLAK!


"Anak kurang ajar, Apa kamu ingin mamah merobek mulutmu?" Tanya Nyonya Kalia tenang namun mengancam.


Ella terdiam, pipinya yang sering di tampar itu sudah tak dapat lagi merasa sakit, Tapi Tuan Tomy yang melihatnya sangatlah terkejut, dibantunya Ella berdiri, dan mengusap darah segar di bibirnya. Pria itu mengangkat dagu Ella, menatap matanya lekat, mencari sesuatu di mata itu dan menemukan penderitaan di sana.


"Kamu boleh menganggap jika kisahmu seperti di novel novel, tapi saya bersungguh sungguh, saya ingin membawamu bukan untuk di jadikan istri, tapi seorang anak, s kamu bisa sekolah setinggi apapun dan meraih mimpimu, apa kamu tidak mau?" tanya Tuan Tomy menjelaskan kesalah fahaman ini.


Dari nada bicaranya, dia memang terdengar bersungguh sungguh, tapi Ella takut, kalau pria itu membohonginya saja.


"Kalau kamu tidak percaya, saya siap menerima surat perjanjian apapun yang kamu berikan untuk menjaga keamananmu, barang kali saya melakukan hal merugikan kamu, kamu bisa mengungkit dan melaporkan saya" ucapnya lagi kali ini membuat Ella meragukan kebohongannya.

__ADS_1


Ella menelaah netra Tuan Tomy, mencari kesungguhan, tidak sedikitpun menemukan kebohongan di sana, pegangan tangan di pundaknya pun terasa hangat seperti seorang ayah.


Benarkah itu? Tuhan mengutus malaikat untuknya? atau Iblis yang sedang menyamar jadi malaikat? Sulit di percaya!


"Jadi...Anda menginginkan Putri tiri saya untuk di jadikan anak angkat? bukan seorang istri?" tanya Nyonya Kalia sama salah faham, kalau tau begitu putrinya saja yang di biarkan pergi bersama pengusaha kaya ini, mereka bisa menguasai hartanya juga. Pikiran Nyonya Kalia mulai picik kembali.


"Bukan Nyonya, Saya tidak menjelaskan karna anda langsung mengizinkan tanpa bertanya terlebih dahulu"


"Baiklah, Ella akan mengemas barang barangnya dan pergi bersama Anda Lusa" ucap Nyonya Kalia tiba tiba berubah fikiran.


"Nggak Mah, kalau begitu, Aku mau ikut sekarang, aku siap" tolak Ella merasa hal buruk akan terjadi padanya setelah Tuan Tomy pergi, Ella mengenal betul ibu tiri dan keserakahannya.


Tuan Tomy pun setuju, Ella pergi bersamanya tanpa membawa apapun, tak memikirkan apapun, hanya ingin ketenangan dalam hidupnya walau hanya sejenak.


......................


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2