I'M Strong Cinderella

I'M Strong Cinderella
22. Benci


__ADS_3

Wajah Ella tampak kusut dan tidak ada semangat untuk hidup begitu dirinya tiba di sekolah, pipi lebam bekas tamparan ibu tiri, rambut acak acakan, dan seragam kusutnya.


Bagaimana Aurora tidak khawatir dan langsung marah saat melihat kondisi Ella yang seburuk ini.


"Mending Lo tinggal di rumah Gue lagi aja, gue gak tega sama Lo, di perlakuin gini terus" Aurora yang cengeng mulai menangis, sementara yang ditangisi hanya tersenyum hambar.


"Ini tekad Gue Ra, gue gak akan mundur"


"Gue percaya sama Lo, tapi tolong, kalo Lo ada masalah, telpon Gue, hubungi Gue, jangan susah di hubungi" jelas Aurora sedikit kesal.


Ella tersenyum tipis, pasti dia susah dihubungi, karna sebenarnya Ella hampir tidak punya waktu untuk memainkan ponselnya, yah, dia terlalu sibuk menjadi pembantu tanpa upah di rumahnya sendiri.


"Iya, lain kali gue telpon Lo"


"Ya udah yuk ke kelas" ajak Aurora menggandeng tangannya, berjalan menyusuri koridor yang mulai sepi karna sebagian murid sudah ke kelasnya masing masing, menunggu bel berbunyi beberapa menit yang akan datang.


Namun Hal yang tak di inginkan terjadi, saat mereka berpapasan dengan Abra, Ella cepat memalingkan wajahnya, tak ingin melihat Abra ataupun menyapanya, pria itu sudah kurang ajar.


"Lo masih ngambek?" tanya Abra berhenti tepat di depannya.


Ella tak menjawab dan tak melihat Abra sekalipun.


"Kalian ada masalah?" tanya Aurora yang tidak mengerti apapun.


"La tolong dengerin Gue dulu" Abra mengacuhkan pertanyaan Aurora dan memegang kedua tangan Ella.

__ADS_1


Di hempaskan secara kasar oleh gadis itu. "Jangan ganggu gue lagi, gue benci sama Lo" kemudian Ella pergi meninggalkan Abra yang termenung sedih. Bahkan dia lupa mengajak Aurora.


"Kenapa sih?" tanya Auora penasaran.


"Lo harus tolongin Gue Ra!" pinta Abra dengan wajah memelas


"Tolongin apa?"


Abra menatap Aurora dengan tatapan resah dan gelisah, takut jika Ella tidak akan memafkan dirinya, sedangkan yang Aurora lihat dimatanya, Abra terlihat sangat tampan dan menggemaskan, tak ingin ia lepaskan walau sedetik saja.


************


KRIING!


Kriing!


Bel tanda istirahat berbunyi, menyudahi pelajaran setiap para guru yang membuat murid murid senang.


"Baik anak anak, waktu pembelajaran sudah habis, pelajari lagi materi hari ini di rumah, dan kita bahas minggu depan, selamat siang, selamat berisitrahat" pamit bu guru kemudian melenggang pergi.


Seperti biasa, semuanya keluar kelas menuju kantin, perpustakaan, dan keperluan masing - masing, Hanya Ella yang masih tinggal di kelas, di temani sahabat setianya.


Tak ada yang gadis itu lakukan selain mencoret coret bukunya, wajahnya benar benar terlihat badmood.


"Ke kantin sekarang Yuk, Gue bayarin" ajak Aurora yang perutnya sudah berbunyi sejak tadi.

__ADS_1


"Masih sumpek Ra, Lo duluan aja, pesenin gue kek, hehe" sahut Ella, tertawa tanpa berekspresi.


"Ya udah!" Aurora beranjak dari tempatnya, sementara Ella melipat tangannya di meja dan memebanmakan wajahnya, dia mengantuk sekali setelah semalaman tidak tidur.


Baru saja Aurora tiba di ambang pintu, Abra datang dan bermaksud untuk masuk ke kelasnya. "Gimana?"


"Gue belum ngomong, nanti aja kalo fikirannya udah tenang" jawabnya kemudian pergi.


Abra menghembuskan nafas gusar, ragu untuk masuk dan duduk di samping Ella, namun ia memberanikan diri, dan dengan sangat hati hati ia duduk tanpa sepengetahuannya.


Menatap lama mata Ella yang terpejam, memamerkan bulu matanya yang hitam tebal dan lentik, juga bibir tipisnya yang merah alami, hidung kecil, dan pipi yang sedikit Chuby, Abra baru menyadari kalau Ella sangatlah cantik, tak jemu memandangnya.


Tanpa sadar, tangannya terulur untuk menyibakan anak rambut yang menghalangi matanya, Abra menggeser tubuhnya dan mendekatkan diri untuk mengecup kening gadis itu, tapi sayangnya, decitan kursi yang tak sengaja tergeser membuat Ella bangun.


BRUKH!


Dalam keterkejutan Ella mendorong Abra sampai pria iti mundur dan menabrak kursi di sampingnya.


"Lo....Ngapain?"


......................


...****************...


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2