I'M Strong Cinderella

I'M Strong Cinderella
28. Dunia Cinderella


__ADS_3

Jam ekstrakulikuler sudah usai, Aurora keluar dari ruang seni dengan peluh yang bercucuran di pelipisya. Hari ini, setelah beberapa purnama berganti, Aurora kembaki aktif mengikuti kegiatan klub seni. Karna keinginan nenek tentunya, nenek ingin saat lulus sekolah nanti Aurora memiliki sedikitnya bakat yang dia peroleh untuk masa depannya.


"Ella udah pulang belum yah" gumamnya dengan langkah kosong menuju perpustakaan. Dimana biasanya Ella akan membaca buku saat dirinya sedang marah ataupun kesal.


Tapi justru bukan Ella yang dia dapat, ada sosok lain yang menduduki kursi langganan Ella. Ya, Abra, Pria itu bersama kegalauannya.


Tanpa permisi Aurora pun masuk. "Dimana Ella?"


Abra menoleh, "Emang gak sama Lo?"


"Gak, gue baru keluar dari ruang seni"


"Dia pulang duluan kali, tadi keliatan marah banget"


Aurora mendesah gusar, dia mondar mandir tak jelas disertai keringat yang masih berembun di dahi, hidung,.dan dagunya.


"Lo kenapa sih?"


"Kok gue khawatir banget ya, prasaan gue gak enak" jelasnya lebih kepada diri sendiri. Dia pun mengeluarkan ponselnya mencoba untuk menelpon Ella


Satu menit!


Waktu yang sangat cepat untuk gadis itu memgangkat sambungan telponnya, Namun, Bukan suara Ella yang Aurora dengar, tapi suara bising jalanan dan orang orang yang berteriak histeris di sekitarnya.

__ADS_1


"Ella, Ella Lo kenapa? Lo dimana?" Suara Aurora bergetar, dadanya nyeri tanpa sebab.


"Hallo mba, mba temennya ya?, yang punya hape ini kecelakaan" jawab seseorang dengan logat jawanya yang khas.


Mendengar hal itu, Abra bangkit dari kursinya dab merebut ponsel dari genggaman tangan Aurora. "Di jalan mana Pak?"


Saat Abra sibuk bertanya, Aurora hanya mematung dengan fikiran kosong, lututnya melemas dan hampir jatuh jika tidak keburu ditarik oleh Abra, pria itu membawanya berlari dengan raut wajah khawatir.


Sudah pasti, Abra kan sangat mencintainya, dia akan berbuat apapun melebihi apa yang akan Aurora lakukan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ella, merasakan dirinya sedang berada dalam kegelapan paling gulita dengan tubuh yang terasa remuk hingga ke tulang tulang. Kaku tak bisa di gerakan, sebanyak apapun ia mengerjapkan mata, mengharapkan cahaya, namun tak setitik cahaya pun ia dapat. Serakus apapun ia menghirup oksigen, rasa sesak di dada tak kunjung hilang.


"Bangunlah!" bisik seorang wanita bersuara lembut.


Ella kembali mengerjap, dari gelap ke terang, matanya berkedip silau begitu dirinya melihat dunia. Bukan keindahan, tapi jeritan dan siksaan yang mengelilinginya.


Ella seperti sedang berada dalam adegan drama yang dimainkan beberapa orang, dimana ia, adalah hantu tak terlihat yang tidak ada dalam cerita.


Cerita antara dirinya, ibu tiri, Aurora, dan Abra.


PRAAANK!

__ADS_1


Ibu tiri menjatuhkan sepatu kaca indahnya hingga hancur berkeping keping.


"Hahaha....Bagaimana Cinderella? hidupmu akan berakhir menyedihkan!" tawa Nyonya Kalia menyeramkan. Ketajaman tatapan yang setajam belati itu tertuju pada Ella, tidak, bukan Ella yang sedang menyaksikan drama ini, tapi Ella lain yang ada di depan Ibu tiri.


Ella yang menyedihkan, dengan sekujur tubuh penuh luka, pakaian compang camping, serta isakan paling mengiris hati.


Di sisi Ella yang menyedihkan itu, juga ada Aurora yang menangis tersengal sengal, dan Abra, pria yang akhir akhir ini mengusiknya, sedang terkapar dengan darah bersimbah di tubuhnya.


Ibu tiri pelakunya, pisau yang mengkilat dilumuri darah kental menjadi bukti bahwa ibu tiri telah menusuknya.


"Kamu!" pandangannya veralih pada Aurora. "Aku akan membunuhmu terlebih dahulu supaya tidak bisa menyelamatkan Cinderella!"


"Tidaaaaaakkkkkkk!" teriak Ella. Jangan bagian itu, ku mohon jangan sampai bagian itu!. Teriaknya sekuat tenaga, sampai badannya membungkuk dan kegelapan kembali menelannya, seperti sebuah janin yang berkembang di dalam rahim sang ibu.


Setelah beberapa lama, munculah segaris sinar di mata Ella, Ella pun mengangkat wajahnya untuk melihat lebih jelas, sinar itu makin bertambah, makin lama, makin berkumpul dan seolah masuk menyerap ke dalam tubuhnya. Setelah itu Ella tak dapat merasakan apapun lagi.


......................


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2