
Semilir angin pagi ini, terasa segar dan lebih menyejukan, Ella bangun dengan kondisi hati yang lebih tenang sekarang. Ia menggeliatkan tubuhnya kemudian membuka kaca jendela dan menghirup udara sepuasnya.
Tak merasakan hangatnya mentari karna langit yang tiba tiba saja mendung, sepertinya sekarang sudah mulai memasuki musim hujan. Ah tapi bukan masalah, Ella suka semua cuaca, sekali pun ada empat musim di sini.
Setelah merasa cukup, Ella melenggang pergi dan membuka pintu kamar Tuan Tomy yang tidak terkunci, masuk dengan hati hati agar pergerakannya tidak membangunkan pria yang masih terlelap dan terlena akan kelembutan juga kehangatan selimutnya.
Jika Ella masih lalai dari masalah ini, jiwa dari dunia Cinderella yang mana yang akan mengendalikan tuan Tomy? apa dia akan menjadi kusir kuda yang mengantarnya ke pesta dansa? yang aslinya adalah seokor kadal karna sihir ibu peri?
Tidak Tentu Ella tidak mau itu terjadi, dia sayang pada ayah barunya, tidak akan membiarkan Tuan Tomy terlibat dalam masalahnya juga. Karna itu, Ella kembali ke kamarnya dan bersiap siap.
"Nona mau kemana pagi pagi begini?" tanya Talisa saat ia memasuki kamar Ella untuk mengantarkan segelas susu hangat.
Ella tersenyum begitu sejuknya, seakan wajah ketus dan datar yang selalu di tampakan pada Talisa tidak pernah terlihat lagi. "Talisa, tolong bantu aku ya, aku mau ke rumah ibu tiri dan beresin semuanya, kamu ngerti kan?"
Dan keajaiban lainnya adalah Talisa yang tersenyum dan mengangguk setuju. "Pergilah, Saya akan mendukung Nona, semoga berhasil" kemudian memegang pundaknya menguatkan.
"Terima kasih" Ella memeluk Talisa erat, tidak tahu siapa Talisa sebenarnya, tapi Ella merasa ada ikatan yang kuat antara dirinya dan Talisa.
******************
Hanya bertameng tekad dan keberanian Ella kembali ke rumah ibu tiri, keputusannya bulat, harapannya besar, Sepatu kaca menyusahkan itu akan ia cari dalam waktu seharian ini. Itu pasti sangat mudah karna pagi ini, ibu dan kedua kakak tirinya pasti tidak ada di rumah dan sibuk debgan urusan masing masing.
Ella masuk lewat pintu belakang, dan mendapati bibi Rosy yang sedang menjemur pakaian.
Ya, bibi Rosy, apa bibi Rosy juga bereinkarnasi jadi pengasuh Cinderella yang setia? seharusnya Bibi Rosy tidak pernah mau kembali dan melayani mereka, entah ancaman apa yang diberikan Nyonya Kalia sehingga dia mau kembali dan membiarkan dirinya tersiksa seperti ini.
"Bibi!" panggil Ella begitu rindu.
__ADS_1
"Nona muda!" seru Bibi Rosy langsung berlari dan menghampirinya. "Maafkan bibi Non, bibi tidak bisa menjenguk Nona ke rumah sakit, bibi di paksa untuk tidak kemanapun oleh Nyonya" jelasnya.
"Jadi, Ibu tiri tau kalau aku di rawat?
Bibi Rosy mengangguk. "Beberapa bulan ini, Nyonya terlihat aneh Nona, dia lebih jahat dari sebelumnya"
"Apa yang dia lakukan pada bibi?" Dengan khawatir Ella bertanya, takut Ibu tiri menyakiti bibi kesayangannya.
Sementara Bibi Rosy hanya bisa menggelang. "Bagaimana kabar Nona?" dan mengalihkan perhatian.
"Seperti yang bibi lihat" senyumnya. "Apa ibu dan kakak ada di rumah?"
"Iya Nona, tidak tahu ada apa hari ini, mereka semua ada di rumah dan sedang bersantai di tepi kolam renang pagi ini"
Ella membasahi bibirnya, pasti mereka tahu apa yang akan Ella lakukan. belum sempat ia berpikir untuk dapat masuk ke rumah besar ini, Ibu tiri sudah berdiri di ambang pintu dapur dan menyeringai.
"Mama!" Bagaimanapun Ella selalu rindu, akan ibu tirinya ini. Dendam yang dia bawa sebelumnya selalu berubah menjadi rasa sakit saat berhadapan dengannya. Kenapa semua ini bisa terjadi?
"Kemari sayang!" Nyonya Kalia merentangkan tangannya memberi ruang agar Ella memeluknya.
Tapi Ella tahu, itu bukan sambutan kasih sayang ataupun sebuah kerinduan, tapi sesuatu yang berbahaya dan mematikan baginya.
Aura Ibu tiri kali ini terasa begitu berbeda, seperti yang di katakan Aurora, ibu tirinya sekarang sudah menjadi penyihir jahat yang akan membunuhnya.
"Tolong berhenti Ma, Jangan bertikai lagi, jangan buat temen temen aku menderita, cukup aku aja" Mata Ella sudah berkaca kaca, sekarang dia rapuh, lemah, dan cengeng, dia benar benar sudah menjadi Cinderella yang baik hati, bukan lagi Cinderella kuat yang selalu membangkang.
Nyonya Kalia berjalan mendekat, menyebabkan Ella melangkah mundur, tetap menjaga jaraknya.
__ADS_1
"Mama udah jahat sama kamu" Satu tetes air mata di pelupuk matanya mengejutkan Ella.
"Ayo masuk, Mama akan cerita sesuatu sama kamu di dalam" Nyonya Kalia menuntun Ella.
Bukan lagi cengkraman kuat, tapi sentuhan lembut di tangannya, membuat Ella tak bisa menolak dan mengikuti langkah Nyonya Kalia.
Mereka duduk di ruang paling lembab yang ada di rumah ini, yah, ruangan favorit ayah dulu, tempat Ella dan Ayahnya bermain, yang sejak kepergiannya ruangan ini tidak pernah tersentuh lagi. Tapi semuanya tidak berubah, tetap bersih dan licin dan pasti Bibi rosy yang selalu membersihkan ruangan ini hingga tak sedikitpun ada barang berdebu.
"Mama memang sangat benci kamu Ella, dari sejak kamu dalam kandungan" Ucap Nyonya Kalia memulai ceritanya.
Ella pun siap mendengarkan. Untuk pertama kalinya mereka duduk berdua dan mengobrol, secara tiba tiba.
"Dulu, Mama sangat benci pada Tiana"
"Siapa itu Tiana?"
"Ibu kandung kamu"
Ella tersenyum tipis, jadi nama ibunya merupakan salah satu karakter disney juga?.Ella tidak percaya ini, apa kisah ibunya seperti putri Tiana? yang rela berciuman dengan seekor katak yang ternyata adalah seorang pangeran tampan nan perkasa? lalu mereka menikah dan hidup bahagia selamanya?
Tapi khayalan Ella harus terhenti, senyumnya harus memudar saat Nyonya Kalia menceritakan kisah sebenarnya.
......................
...****************...
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...