I'M Strong Cinderella

I'M Strong Cinderella
32. Siapa Tuan Tomy sebenarnya?


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, sudah ada seorang pria berjas hitam yang setia menemani Ella di sisinya, bersama seorang wanita yang duduk membaca buku.


"Permisi!" Ucap Aurora begitu dirinya masuk dan membuat mereka menoleh ke arah pintu secara bersamaan.


"Siapa?" tanya Tuan Tomy dengan tatapan asing.


"Kami temannya Ella!" jawab Abra tak suka, dia ingat kalau om om itu yang mengantarkan Ella ke sekolah.


"Siapa Om sebenarnya?" Aurora mulai mengintimidasi


"Saya, Papah barunya Ella"


"Bukan itu maksud Aku, kenapa Om tiba tiba muncul dan ngambil Ella?"


Masih dengan wajah datar Tuan Tomy menjawab. "Ibu tirinya yang mengorbankan Ella sebagai pelunas hutangnya pada Saya"

__ADS_1


Aurora mendesah lelah, Pria itu masih tidak mengerti juga dengan maksud perkataannya.


"Emangnya berapa hutang yang dia punya sama Om? biar aku aja yang lunasin semuanya" sahut Abra lantang, tak berpikir dua kali, dan yakin kalau sebesar apapun hutang itu, Orang tuanya pasti mampu membayar karna mereka bekerja tanpa henti.


"Kamu masih kecil, tidak akan mengerti" jawabnya enteng.


Baru saja Abra akan berdebat, mulutnya ditutup rapat oleh Rapunzel yang masih ada dalam gendongannya. "Jangan berdebat, Kakak harus ngendaliin emosi" bisiknya.


Akhirnya suasana hening sesaat, sepi menghampiri, sampai lembaran setiap buku yang dibaca Wanita itu terdengar dan menarik perhatian.


Luar biasa, Wanita itu tau kalau Aurora memerhatikannya diam diam. Tapi siapa peduli, ia sudah tidak tertarik lagi pada wanita aneh itu, dan memilih untuk melihat ke arah lain dengan perasaan canggung. Pergerakannya tak nyaman karna ada Tuan Tomy. Berharap agar pria itu cepat pulang.


"Jangan salah faham dan menilai saya buruk, saya tau kalian teman baik Ella, tapi saya juga punya maksud baik dengan membawa Ella pulang ke rumah saya, Hari itu, saya melihat dia..." jelas Tuan Tomy Akhirnya memilih bercerita.


***************** Flashback

__ADS_1


Dahulu, Tuan Tomy adalah rekan kerja Regan,. Mungkiin saat itu Ella masih sangat kecil, sehingga tidak mengenali kalau yang membawanya pulang adalah rekan kerja ayahnya yang baik.


"Papah!" Tengah hari itu, bibi Rosy terpaksa membawa Ella yang menangis ke ruang meeting nya, menyebabkan pembahasan mereka sedikit terganggu.


"Maaf tuan, tapi nona muda tidak berhenti menangis dan terus memanggil manggil tuan" ucap Bibi Rosy tertunduk dalam, takut tuannya marah.


Tapi jauh dari dugaannya, Regan justru tersenyum dan memangku Ella kecil berusia tiga tahun ke pangkuannya. "Jangan nangis kalau mau sama Papah, Ella anak pinter kan?"


Gadis kecil itu mengangguk lucu, hidungnya memerah seperti badut, membuat orang orang di sekitarnya merasa gemas, termasuk Tuan Tomy, yang hatinya meleleh melihat keduanya.


Dia senang saja melihat Ella bermanja dan memeluk Regan dengan tubuh mungilnya, seringkali ia berdoa untuk kebahagiaan mereka tanpa balasan apapun dari tuhan.


Tapi semua itu tidak berlangsung lama ketika Regan pergi untuk selamanya, selama itu juga Tuan Tomy tidak memerhatikan kehidupan Ella bersama Keluarga tirinya. Dia pikir hidupnya baik baik saja bersama ibu tiri, dan untuk dua tahun terakhir Tuan Tomy tidak pernah melihat keberadaan Ella, Dia tidak berfikir buruk karna yang dia tau Nyonya Kalia adalah wanita yang baik.


****Flashback end

__ADS_1


"Saya baru menyadari keadaannya, saat Ella sedang duduk sendirian malam hari, dengan wajah pucat dan memar hampir di seluruh tubuhnya, Saya tidak tahu kenapa, melihatnya menderita membuat saya menyesal, karna itu, dengan alasan hutang, saya membawa Ella pulang, Saya ingin memberi seluruh kasih sayang padanya, sama seperti yang Regan lakukan dulu" jelas Tuan Tomy mengakhiri ceritanya.


__ADS_2