I'M Strong Cinderella

I'M Strong Cinderella
38. pulih


__ADS_3

Setelah beberapa minggu di rumah sakit, akhirnya Ella pulang hari ini, seorang suster pun datang untuk melepas selang infusan di tangannya pagi ini.


"Siapa nama suster?" tanya Ella begitu tahu kalau yang datang pagi ini, adalah suster yang pernah memberinya makan waktu pertama kali dirinya sadar.


"Kiran!"


"Oh, namanya unik ya" senyum Ella terdengar Akrab.


Seperti biasa, wajah suster Kiran selalu kaku dan jutek. "Sudah nona!"


"Makasih Suster"


Suster Kiran hanya mengangguk, dan beranjak pergi, tapi lagi lagi seseorang datang dan masuk ke kamar Ella.


Rapunzel!


Lagi!


"Hey, Kamu kesini sendiri lagi?" Ella tersenyum sumringah.


"Aku nggak sendiri, kakak mau menjemputmu!"


"Oh begitu" sambil mengangguk ngangguk. "Eh, Kamu ke sini? pagi pagi? tapi, cahaya mataharinya?" Ella melotot saat menyadari satu hal, kulit putih Rapunzel terpapar sinar matahari, tapi terlihat baik baik saja.


"Aku udah sembuh, sebenarnya semalam itu, aku tau kamar kamu dari suster Kiran, dia mengantarku sampai depan pintu" jawab Rapunzel dengan senyumnya.


Senyuman yang terlihat aneh dan menyeramkan, bahkan pagi yang hangat ini jadi dingin terpengaruh senyum itu.

__ADS_1


"Kamu bohong!" Ella mulai merasa takut, tiba tiba saja tubuhnya bergetar, ia berdiri dan menjauh dari Rapunzel.


"Kenapa aku berbohong? Kamu tidak tahu apapun saat beberapa bulan ada di rumah sakit"


"Karna itu jelasin sama aku semuanya, apa yang sebenarnya terjadi?" Nafas Ella mulai sesak, dirinya pun ambruk ke lantai, bersimpuh dengan lemas.


"Sebaiknya jangan sekarang Rapunzel, Nona Ella masih belum pulih sepenuhnya, nanti setelah dia sehat, kamu jelaskan semuanya, ayo!" Ajak Suster Kiran yang langsung di turuti bocah itu.


Ella memegang dadanya, keringat dingin sudah berucuran di dahi, otaknya berpikir keras, Ada apa sebenarnya? kenapa tidak ada seorang pun yang memberitahunya? mereka semua malah memberi tanda tanya besar dalam hidupnya


***************


Ella sudah di jemput Tuan Tomy, tentu saja ia kembali ke rumah besarnya, kembali menikmati kamar baru yang baru saja dimilikinya. Di antar dan di rangkul ke dua sahabatnya.


"Waah, rumahnya gede banget!" decak Aurora kagum.


"Banyak buku juga di sini!" Abra menarik buku paling atas, dan tanpa sengaja, sesuatu melayang jatuh dari sisinya.


"Ambil fotonya!" titah Ella spontan, ia jadi teringat, jika saat itu melakukan hal yang sama dengan Abra, menjatuhkan foto yang lagi lagi posisinya terbalik.


Cowok itu membungkuk dan mengambilnya, membalik foto itu dan memperlihatkan gambar wanita cantik di sana.


"Cantik!" puji Abra melontarkan kalimatnya tanpa sadar. Membuat Aurora langsung menghampirinya dan merebut foto itu dari Abra.


"Kaya artis korea, ini pasti Idol Korea" tebaknya memperlihatkan foto itu pada Ella juga.


"Ini...." matanya Terpaku pada bola mata seorang wanita di foto itu, Cerah sekali, senyumnya terukir indah dengan balutan gaun indah dan rambutnya yang di sanggul. Ella mengenalnya, Wanita cantik itu.

__ADS_1


"Itu Kiran, anak Papah!" jawab Tuan Tomy dengan nada yang begitu sedih.


"Oh, Suster ini anak Papah, dia udah nikah?, tinggal dimana dia?"


Sebelum menjawab, Tuan Tomy menghela nafas berat, duduk di sisi ranjang, dan memegang ke dua pundak Ella.


"Kiran memang bercita cita menjadi seorang Suster, meski Papah pilihkan hal luar biasa lainnya, anak itu tetap keras kepala, tapi...." kalimatnya terjeda, Pria itu seakan lupa caranya menghirup oksigen.


"Dia meninggal dua tahun lalu, bahkan di hari pertamanya bekerja" lanjutnya setelah beberapa menit terlewat.


Bagai mendengar petir di siang bolong, Ella terkejut setengah mati, matanya melotot hampir keluar dari rongganya, Lalu siapa wanita yang memberinya makan hari itu? dan melepas selang infusan di tangannya? dan Rapunzel? mereka...mereka.....


"Akhh!" Ella memegang kepalanya yang berdenyut hebat. Sakit bagai di tusuk seribu tombak.


"Ella!" teriak Aurora histeris, Semua jadi panik, Tuan Tomy langsung menyuruh Talisa untuk menelpon dokter pribadi, Abra mengambil Air bening di atas nakas dan diberikan pada Ella.


"Sakiit!" ringis Ella tak tahan, dan hanya Aurora yang melihat kejadian aneh yang terjadi pada diri Ella, tapi bukan saatnya ia menjelaskan keanehan ini, mereka tidak akan mengerti, sehingga Aurora memutuskan untuk diam dan berniat mengelus punggung Ella, tapi belum sempat tangan itu sampai, Ella sudah kembali menegakan tubuhnya.


"Aku gak papa, aku mau istirahat sebentar!" pintanya dengan tubuh yang terasa begitu lemas.


Mereka pun terpaksa meninggalkan ruangan, membiarkan Ella berbaring lemah di ranjangnya. Aurora mengerti, jika kejadian tadi membuat Ella sangat Syok, dan menguras cukup banyak energi yang baru saja ia pulihkan.


......................


...****************...


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2