
Flashback
Nyonya Kalia bercerita tentang masa mudanya dulu yang kelam. Saat dirinya terjun ke dunia malam, melayani para pria berdompet tebal dan rela meruntuhkan harga dirinya demi uang.
Hidupnya terlunta-lunta sejak kecil, orang tuanya berpecah belah dan tak tahu bagaimana kabar mereka sekarang. Hingga akhirnya, Nyonya Kalia melahirkan dua anak kembar hasil hubungan gelapnya.
Dulu, ia berniat menggugurkan Angela dan Arsyla sejak dalam kandungan, tapi utusan tuhan datang untuk menyelamatkan dua anak itu.
Regan!
Dia datang sebagai seorang pahlawan. Memberinya kasih, dan perhatian. Menyayanginya dengan tulus dan penuh keihklasan, menerima semua kekurangannya Saling melengkapi karna keduanya sama sama kehilangan orang tua.
Mereka saling mencintai dan bermaksud melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Tapi, kenyataan pahit harus Kalia terima, saat Regan mengatakan sebuah kejujuran yang menyakitkan, kalau ternyata dirinya sudah memiliki Istri.
Tiana! Ibunya Cinderella.
"Aku tidak keberatan dia menjadi madu ku!" kata Tiana yang sangat mempertahankan Regan saat itu.
"Aku tidak mau menikah kalau kamu masih bersama dia" tegas Kalia tidak terima
Regan di landa kebingungan saat itu, dia mencintai keduanya, dia menginginkan keduanya, Tiana sudah mengalah, tapi Kalia tetap keras kepala.
"Kalau kamu nggak mau ninggalin dia, tinggalin aku!" ancam Kalia saat itu, dan berhasil membuat Regan mengalah, karna cintanya lebih besar pada Kalia sekalipun dia adalah wanita paling keji di dunia ini.
Surat cerai hampir meluncur untuk Tiana, Tapi tuhan tidak membiarkan hal itu terjadi saat mengetahui kalau Tiana mengandung benih Regan.
"Tuhan tidak ingin kita berpisah Regan, ingat!, kita pernah berjanji untuk membahagiakan putri kita bersama!"
Keegoisan Regan runtuh dan meluruskan kesalahannya, berkat Cinderella, berkat kehadirannya, Akhirnya Regan meninggalkan Kalia dan hidup bahagia bersama keluarganya yang utuh saat itu. Kebahagiaan mereka beetambah begitu Cinderella lahir.
Tentu Kalia membencinya, dia membenci Tiana, dan paling benci Cinderella yang menjadi penghalang kebahagiaannya juga kedua putrinya. Dia tidak bisa membiarkan mereka hidup bahagia. Dan melenyapkan Tiana dengan cara di bekap.
~Flashback end.
"Tapi, meskipun begitu, 6 tahun setelahnya, papah kamu bersikeras untuk merawat kamu sendirian, apalagi saat mengenal neneknya Aurora, nenek tua yang terlihat sangat membenci Mama dan selalu mempengaruhi papah kamu untuk tidak menikahi wanita seperti mama, dan membiarkan kamu bahagia bersama mereka, dan Mama tidak senang melihatnya" Pilu sekali cerita Nyonya Kalia.
Sebagai sesama wanita, air mata mereka jatuh tanpa di sadari. Ella mengerti betul apa yang di rasakan ibu tirinya.
Ibu tiri yang juga melampiaskan dendam padanya membuat Ella mengerti perasaan Nyonya Kalia, ia tahu bagaimana rasanya kesepian, sendirian, menderita, tanpa cinta dan kasih sayang orang tua. Rasanya sakit, sangat sakit, benar benar sakit.
__ADS_1
"Dan kamu tau apa yang paling membuat Mama sakit sampai sekarang?" Suara Nyonya Kalia mulai bergetar.
Ella menggelang pelan.
"Saat Angela dan Arsyla bertanya di mana ayah mereka" Suaranya makin bergetar.
"Saat mereka di ejek di sekolah dasar oleh teman temannya" Intonasinya mulai naik.
"Dan saat Mama harus meratapi nasib sial ini karna kamu!" Teriaknya dengan suara yang paling tinggi dan membuat telinganya berdengung sakit.
PRANK!
Ella menutup telinganya saat Nyonya Kalia membanting barang-barang yang bisa dia gapai.
"Semuanya terjadi karna kamu Cinderella, karna kamu yang selalu beruntung, karna kamu yang seharusnya hidup menderita menjadi mainan Tuan Tomy, tapi malah dia balik sayang padamu, Mama benci liat kamu bahagiaa!"
BRUK!
Tangan Ella di tarik kasar, di hantamkan ke dinding dengan keras, di benturkannya beberapa kali dengan kekuatan kemarahan. Sampai darah di kepala Ella mengucur membasahi pelipisnya.
DUG!
DUG!
keributan itu sampai terdengar oleh semua orang, termasuk bibi Rosy yang langsung berlari menuju sumber suara. Sudah ada Angela dan Arsyla yang juga baru tiba.
"Nona Muda!" teriak Bibi Rosy begitu syok, dia berlari untuk menolong Ella, tapi di tahan dengan kuat oleh Angela dan Arsyla.
"Mati aja kamu Cinderella! dendam mama sama ibu kamu, sama papah kamu udah terbalas, sekarang tinggal kamu satu-satunya yang harus lenyap!" Nyonya Kalia menarik rambut Ella, menyeretnya dan kembali membenturkan ke dinding.
"Udah mah!" pinta Ella memohon. Sakitnya sudah tak bisa di tahan lagi, Ella jatuh dan terkulai lemas.
Napas Nyonya Kalia terengah engah, air mata masih bercucuran di pipinya, begitu pun Ella yang malang, dia merangkak pelan untuk mendekati ibu tiri, dan Bibi Rosy hanya bisa memalingkan wajah tak sanggup melihat begitu tersiksanya Ella.
"Mamah...."ucapnya lirih, Ella memeluk kaki kiri Nyonya Kalia, bersujud dan memohon padanya.
"Aku sayang sama mamah, aku ngerti gimana perasaan mamah, sakitnya menjadi Mama, tapi itu masa lalu kan mah? Ayo kita saling mengobati" isak Ella memekik kuat.
"Apa salahnya kalau Mamah sayang sama Aku? kalau kakak juga sayang sama aku? aku pergi bukan karna gak sayang Mamah, aku datang ke sini juga bukan buat balas dendam, Aku cuman mau mamah sayang sama aku, sedikit aja gak papa, sekecil apapun juga nggak papa, aku butuh mamah, aku juga pengen di sayang sama mamah, aku mohon mah!"
__ADS_1
Tapi tak sedikitpum permohonan Ella ia pedulikan, hati ibu tiri sudah sekeras batu, ia tetap berpaling angkuh dan menendang nendang kakinya agar Ella melepaskan.
"Mamah nggak sudi sayang sama anak seperti kamu" Tangan Ella kembali di tarik dan tubuhnya di seret, di bawa ke salah satu ruangan yang sama sekali Ella tidak tahu.
Seperti ruangan bawah tanah yang memiliki lorong panjang, Ella di paksa masuk dan mengurung Ella di sana.
"Mah buka mah, mamah gak bisa kurung aku di sini, aku harus nyari sepatu kaca itu, aku mohon" teriak Ella seraya mengegedor gedor pintu kayu itu dengan kuat.
Mendengar ucapan Ella, Nyonya Kalia tampak berfikir sejenak, kemudian menyeringai seolah tau semuanya.
"Oh maaf sayang, tapi mama sendiri tidak tahu di mana keberadaan sepatu kaca itu, tapi kalau memang ada, Mama pasti sudah menjualnya, hahaha" tawa nyonya Kalia kemudian pergi di ikuti oleh kedua anaknya yang tak banyak bicara. Mereka sendiri amat ketakutan dan baru melihat mama nya bertindak sekejam ini.
"Dan kamu, wanita tua! jangan berani berani menolong Cinderella kalau ingin anak dan cucumu di kampung tetap bahagia" Peringatnya sebelum Nyonya Kalia benar benar pergi.
Bibi Rosy hanya bisa mengangguk, air matanya pun tak terbendung, ia mematung di depan pintu kayu itu.
"Bibi tolong bi, bibi harus bisa ngeluarin Ella, Ella harus dapet sepatu kaca!" teriaknya frustasi.
Bibi Rosy terdiam, berpikir untuk melakukan sesuatu dan tiba tiba saja teringat satu hal, "Nona dengarkan bibi"
Ella pun cepat cepat menempelkan daun telinganya di balik pintu. "Apa?"
"Nona teruslah berjalan, di balik rak buku itu, ada lorong panjang dan nona akan mendapati pintu di ujung lorong, bibi akan menunggu"
"Pintu?" gumamnya
Ella langsung membalikan badannya dan terkejut saat melihat di sekililingnya amat gelap dan lembab. "Tapi di sini gelap banget, gimana caranya Ella tau ujung lorong?" tanya Ella yang suaranya bergema.
"Ikuti saja kata hati Nona!"
Setelah itu, Suara Bibi Rosy tidak terdengar lagi, sepertinya dia sudah pergi, meninggalkan Ella yang masih berada dalam ketakutan.
......................
...****************...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1