Ibuku Sayang Ibuku Malang

Ibuku Sayang Ibuku Malang
Chapter 46


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, begitu juga dengan waktu yang terus berjalan tiada henti, tak peduli panas, hujan, terik matahari, bahkan meskipun petir menyambar-nyambar, waktu tetap akan berjalan tanpa mau terhenti meski hanya satu detik.


Seiring dengan berjalannya waktu, Melati dan Vero pun jadi semakin dekat dan semakin akur. Sepertinya kali ini usaha Vero sedikit ada kemajuan, tidak jalan di tempat seperti beberapa bulan sebelumnya. Sikap Melati pun tak lagi terkesan cuek dan dingin seperti sedia kala. Bahkan saat ini, tak hanya sekali dua kali pipinya kedapatan memerah saat mendapat pujian dari Vero, namun sangat sering. Melati juga semakin sering tersenyum bahkan untuk hal yang tidak jelas, oh Melati, apakah hatinya mulai melunak?


*Tintin*


Suara klakson mobil yang begitu nyaring, sontak terdengar seolah begitu memekakkan telinga Melati yang saat itu tengah berjalan seorang diri, di tepi jalan yang berjarak tak jauh dari Resto tempat ia bekerja. Melati yang terkejut sontak langsung membalikkan badan untuk melihat mobil siapa yang ada di belakangnya.


Dalam hitungan detik, Vero pun keluar dari mobilnya dengan keadaan raut wajah yang terlihat begitu sumringah. Sedang kan Melati, ia masih terlihat mematung, seolah begitu tercengang memandangi siapa yang saat itu ada di hadapannya.


"Hai." Sapa Vero saat menghampiri Melati.


"Ka,,, kamu."


"Hehe iya ini aku, kenapa?" Tanya Vero yang terus menampilkan senyumannya yang sangat manis.


"Kenapa wajahmu terlihat sangat tegang saat melihatku?" Tanya Vero lagi.

__ADS_1


"Ah ti,,, tidak. Aku,,, aku hanya sedikit kager saja." Jawab Melati sembari cengengesan.


"Kamu kaget ya? Eeemm maaf ya, maaf karena sering membuatmu kaget."


"Oh eeemm iya, tidak apa-apa, lama-lama juga aku akan terbiasa." Melati pun akhirnya tersenyum tipis.


Jawaban Melati pun sontak mengundang gelak tawa pada Vero.


"Oh ya, kenapa kamu kemari?" Tanya Melati polos.


"Menurutmu untuk apa?? Ya jelas aku ingin menjemputmu."


"Iya." Jawab Vero dengan tenang, seolah tidak ada grogi sedikit pun saat itu.


"Ta,, tapi..."


"Ah sudah lah, tidak usah banyak tapi-tapian. Ayo ikut saja, lagi pula ada yang ingin aku bicarakan padamu." Jawab Vero sembari mulai menarik tangan Melati.

__ADS_1


"Bicarakan apa dulu?" Melati sontak menarik kembali tangannya, karena ia terlihat begitu merasa penasaran, namun juga merasa gugup di waktu yang bersamaan.


"Iya makanya ikut saja dulu denganku." Vero pun menarik kembali tangan Melati, dan terus saja menariknya menuju mobil.


"Masuk lah." Vero pun kembali tersenyum tipis, saat ia membukakan pintu mobilnya untuk Melati.


Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, melati pun akhirnya masuk ke dalam mobil dan duduk begitu saja membawa rasa penasarannya yang terus mengganggu saat itu.


Vero bergegas memasuki mobil dan dengan cepat langsung melajukan mobil mewahnya, menyusuri jalanan yang masih cukup ramai kala itu. Vero melirik ke arah jam tangan yang sedang ia kenakan, saat itu waktu sedang menunjukkan pukul 19:30 malam.


"Kamu sudah makan Melati?" Tanya Vero sembari kembali menoleh singkat ke arah Melati yang kala itu masih diam.


"Aku?? Eeemm aku makan nanti, saat tiba di kos." Jawab Melati yang terlihat sedikit cengengesan.


"Yang aku tanya, sudah atau belum, Melatiiiiii."


"Oh hehee be,, belum." Melati pun kikuk.

__ADS_1


"Kebetulan, aku juga belum makan, ayo kita cari makan dulu."


"Ah tidak perlu, kamu bisa langsung mengantarkan aku ke kos saja." Melati yang merasa masih sangat gugup dan tidak percaya diri, lebih memilih untuk makan mie instan di kosnya dari pada harus terus bersama dengan Vero yang nantinya membuatnya dia semakin sulit mengendalikan perasaannya.


__ADS_2