
"Kamu sudah lama nunggu?" tanya Irwan saat ia sudah berada diteras rumah Kekasihnya Suli
"Hmm u ... udah lama banget" jawab Suli sedikit ketakutan seperti ada sesuatu yang sedang disembunyikanya, Wanita itu tampak terlihat jelas mencurigakan pandanganya terus menghadap kearah jalan yang sedang sepi
"Kamu kenapa Sayang?" tanya Irwan yang binggung dengan sikap Suli yang tidak karuan
"Haa ... aku ngkpp kok" elak Suli yang kini menatap Irwan dengan senyum palsu yang ia punya
"Kamu kenapa kok kayak lagi lihatin sesuatu?"
"Hmm a ... aa ... aku ngk ngelihatin apa apa"
"Serius?"
"Iya Sayang"
drrreeeettttttttt
"Hp kamu tuh bunyi" ucap Irwan saat mendengar sebuah deringan dari dalam tas Suli
"Bentar ya Sayang aku angkat dulu"
"Kenapa ngk disini aja ngangkatnya?" tanya Irwan ketika Suli hendak beranjak meninggalkanya dan masuk kedalam kosanya
"Hm ... hm ini"
"Ngk ada yang kamu sembunyiinkan dari aku" ucap irwan penuh selidik
"Ngk Yang ini aku sekalian mau buatin minum buat kamu"
"Tumben biasanya juga ngk pernah, lagian ngapain buat minum kitakan mau berangkat"
"Oh, ia Yang aku lupa matiiin kompor"
"Yaudah sana gih"
"Aneh" gumam Irwan setelah Suli masuk
Setelah melirik kekanan, kekiri dan kedepan, kebelakang serta memastikan kalau Irwan tidak mengikutinya, suli segera mengangkat ponselnya dan berinterasi dengan orang yang melakukan sambungan udara denganya.
"Sayang jadi ngk nih?" tanya orang itu dari sebrang
"Aduh si Doni pake bisa lagi, nih karena si Irvan nih tadi katanya lagi dirumah Neneknya segera malah datang juga kesini kan pusing gue" gumam Suli kesal
"Sayang gimana?" tanya orang itu lagi
"Hm maaf ya Sayang aku lagi ngk enak badan" ucap Suli dengan nada dibuat lesu
"Yaudah aku kesana ya Sayang lihat kondisi kamu"
"Hmm jangan Sayang aku flu takutnya nanti nular kekamu, aku ngk mau kamu sakit" ucap Suli
"Yaudah deh aku tunggu kamu sembuh biar kita bisa jalan lagi"
"Hmm iya Sayang, maafin aku ya"
"Iya Sayang ngkpp cepat membaik ya"
Sementara Irwan yang sedari tadi menunggu Suli selesai mengangkat telponya mulai merasa jenuh, Ia terus melirik kearah jam tangan yang melingkar dipergelangan tanganya dan menatap cemas kearah jalan raya
__ADS_1
"Sayang" panggil Suli dengan senyum manisnya, Irwan segera mengalihkan pandanganya kini menghadap Suli dengan semakin heran wanita itu kini sudah berganti baju dengan menggunakan rok span diatas lutut berwarna silver kekuninganya dengan berpaduan baju berwarna kuning muda dengan lengan yang hanya menutupin ketiaknya saja yang sangat cocok jika dipakai oleh gadis itu
"Kamu ganti baju?" tanya Irwan heran
"Iya Yang makanya lama maaf ya"
"Iya Sayang ngkpp kok, kamu cantik" ujar Irwan dengan membawa gadis yang ada dihadapanya kedalam dekapan hangatnya, meletakan wajah Suli kedada bidang miliknya serta mengelus kepala wanita itu dengan lembut
"Untung tadi aku kefikiran buat ganti baju jadi, ada alasan buat lama" gumam Suli dengan senyum licik yang terbit dibibirnya
"Oh iya tadi kamu kenapa ganti baju" tanya Irwan
"Tadi pas aku mau matiin kompor aku ngk sengaja nyenggol gelas yang ada diatas meja terus ketumpahan dibaju aku akhirnya sekalian aku ganti deh" ucap Suli dengan bergelud manja didada Kekasihnya itu
"Makanya hati hati dong" ucap Irwan sembari melepas pelukanya
"Iya Sayang" jawab Suli
"Tadi yang nelpon kamu siapa?"
"Ahha ini saatnya morotin Irwan" tiba tiba ide licik itu muncul dibenak Suli
"Nih kamu cek saja hp aku biar kamu percaya" ucap Suli dengan menyerahkan ponselnya pada Irwan
"Aku cuma nanya Sayang bukan curiga sama kamu"
"Iya aku mau kamu tahu aku ngapain saja selama kita berjauhan biar kamu percaya sama aku kalau aku tuh selalu setia sama kamu" ucap Suli kembali mengarahkan handphonenya pada Irwan
"Iya tapi ngk gini Sayang"
"Kalau kamu ngk lihat aku ngambek nih" ucap Suli dengan memanyukan bibirnya dan melipat kedua tanganya serta diletakan diatas dadanya
"Buka dong" ucap Suli dengan semangat
Irwan mulai membuka aplikasi telpon Suli yang tertera nama sipenelpon terakhir adalah "Mama" dan tidak pernah melakukan panggilan lainya pada pria mana pun selain dirinya, Tak hanya itu Irwan juga mengecek aplikasi chat online yang dimiliki Kekasihnya itu juga tidak ada bekas chatan atau panggilan suara maupun vidio call yang tertera didalamnya, yang ada hanya panggilan dan chat darinya dan beberapa teman lainya yang tak lain adalah teman wanitanya
"Aku lebih pintar dari kamu Irwan" gumam Suli dengan senyum miring dibibirnya dan kembali meletakan kedua tanganya diatas dada
"Ternyata aku tidak salah memilih Pacar ternyata walaupun aku diluar negri Suli selalu menjaga perasaanku" gumam Irwan menatap Kekasihnya itu dengan senyum bahagianya .
"Nih hp kamu Yang" ucap Irwan dengan menyerahkan ponsel Suli kepada pemiliknya
"Kok si Irwan ngk ada nanya lagi sih" kesal Suli dengan merubah posisinya dan menerima ponselnya kembali
"Aku bangga jadi pacar kamu" ucap Irwan dan hanya dibalas senyuman tipis oleh Suli dengan wajah yang sedikit lesu
"Kamu kenapa Sayang?"
"Tadi Mama nelpon" ucap Suli dengan lesu
"Ya kalau Mama kamu nelpon memang kenapa kok wajah kamu sedih gitu harusnya seneng dong berarti Orang tua kamu sayang sama kamu"
"Mama bilang ngk bisa ngirimin aku uang karena ada musibah yang nimpah mereka dan Mama juga bilang disana mereka makan ngk makan, Aku kasihan sama mereka pengen ngirimin uang tapi kondisi aku juga tidak memungkinkan" ucap Suli dengan suara pelan dan terdengar melemah
"Kamu mau ngirimin mereka berapa?"
"Seandainya aku punya uang aku pengen ngirimin mereka lima puluh juta selain untuk biaya kebutuhan mereka juga buat bangun usaha kecil kecilan agar mereka ngk kesulitan lagi" ucap Suli dengan tertunduk melemas
"Biaya kebutuhan kamu berapa?"
__ADS_1
"Aku sudah ngk penting sama diri aku yang penting sekarang mereka bisa makan" ucap Suli dengan menatap Irwan dengan seksama
"Iya aku ngerti perasaan kamu, gimana kalau biaya kamu beberapa bulan ini aku yang tanggung tapi untuk sementara aku kasih dua puluh juta dulu dan nanti aku juga bakal kasih kamu lima puluh juta untuk ngirimin Mama kamu" ucap Irwan yang langsung disambut sumringah oleh wanita matre dan pembohong yang ada dihadapanya
"Beneran Sayang?" tanya Suli dengan mengengam erat tangan Irwan dan menatap lelaki itu dengan mata yang mengeluarkan binaran sempurna dan bahagia yang tampak dengan jelas
"Iya Sayang"
"Tapi aku jadi ngk enak sama kamu"
"Aku nih siapa kamu sih Yang, Aku ini pacar kamu jadi kalau kamu ada masalah maka aku yang harus bantu kamu"
"Maafin aku ya Yang sudah nyusahin kamu gini" ujar Suli dengan mengecilkan volume suaranya dan melepas gengaman tanganya
"Kamu ngk nyusahin kok" balas Irwan tersenyum
"Aku sayang sama kamu" ujar Suli yang langsung memeluk tubuh kekar Kekasihnya itu
"Yang kamu ganti baju gih"
"Ada yang salah ya Yang" tanya Suli dengan memperhatikan seluruh lekukan tubuhnya setelah melepaskan pelukanya dari Irwan
"Ngk ada Sayang"
"Terus?"
"Aku cuman ngk mau wanita yang aku cintai jadi tontonan lelaki bajingan diluar sana"
"Hm iya Yang aku ngerti"
"Yaudah kamu ganti baju gih"
"Aku masuk dulu ya"
Menunggu Suli menganti pakaianya Irwan memilih untuk duduk dikursi yang tersedia didepan kosan Suli sembari memainkan ponselnya, Tiba tiba matanya menuju pada sekerumbunan Ibu ibu yang tengah selesai berbelanja yang lewat di depanya, merasa penglihatan Ibu ibu itu tertuju padanya Irwan membalasnya dengan senyuman yang dipunyanya walaupun Ibu ibu itu menatapnya dengan sinis
"Kebiasaan si Suli tuh" ucap salah satu diantaranya
"Iya, cowok gonta ganti yang datang ketempatnya"
"Dasar, Anak gadis zaman sekarang ngk cukup sama satu lelaki"
"Moga aja Anak kita ngk begitu modelanya"
"Ihhh amit amit deh"
Sementara Suli disibukan dengan memilih pakaian yang tergantung dengan rapi dilemari besarnya, Sebenarnya wanita ini hanya memiliki sedikit pakain yang sopan yang lainya rata rata kurang bahan dan menampakan bodinya dengan jelas
"Tuh si Irwan buat repot aja sih ngapain juga pake segala ganti baju" cerocos Suli kesal
Hampir sebagian bajunya sudah dikeluarkan dan terletak dengan serak diatas kasur namun, ia masih belum menemukan pakaian yang cocok untuknya, Hingga akhirnya ia memilih sebuah kaos berwarna hitam lengan panjang dan rok putih sepanjang betisnya, Wanita ini sangat risih dengan pakaian seperti ini tetapi ia juga tidak bisa menolak permintaan Irwan karena ia harus selalu tampil baik dihadapan pasanganya itu. Ia juga menganti alas kakinya dengan sepasang sepatu berwarna abu roko untuk menyesuaikan ootdnya hari ini
Irwan menatap pangling pada gadis yang berdiri dihadapanya tampak sopan dan memikau dari pada sebelumnya, Irwan memang lebih menyukai gadis yang menutup lekukan tubuhnya karena ia juga termasuk lelaki yang posesif terhadap pasanganya
"Kan gini tambah cantik Sayang apalagi kalau dibalut hijab pasti nambah cantiknya" ucap Irwan dengan senyum bahagianya
"Apaan sih nih cowok pake nyuruh nyuruh gue segala pake hijab nih aja gue sudah risih apalagi pake jilbab panas" gumam Suli dengan pandangan tak suka pada Irwan
"Yaudah yok berangkat Yang" ajak Suli yang langsung berjalan didepan Irwan
__ADS_1