
"Kamu mau cerita apa sayang" tanya Nek Marni saat Irwan kini sudah duduk disebelahya
"Irwan mau di.... " ucapan Irwan harus terpotong saat handphone miliknya berdering, ia segera mengambilnya dari saku celananya
"Ada apa sayang?" tanya Irwan setelah mengangkat sambungan video call dengan Suli
"Temenin salon" rengek Suli
"Sayang aku lagi dirumah nenek"
"Kamu ya ngk pernah ada waktu buat ku" kesal Suli yang langsung mematikan sambungan videonya
"Siapa kamu?" tanya Nek Marni
"Calonya Irwan Nek" jawab Irwan memasukan kembali ponsel kedalam sakunya
"Nek Irwan mau cerita sama nenek" ucap Irwan mengengam kedua tangan Nek Marni yang kini posisi keduanya sudah berhadapan
"Mau cerita apa?" Marni
"Irwan mau dijodohin Mama Papa sama gadis yang Irwan sendiri ngk kenal Nek"
"Kenapa orang tua kamu malah berniat menjodohkan kamu?"
"Kata mereka Suli calonya aku matre Nek"
__ADS_1
"Oh, pantes" ujar nenek
"Respon nenek kok seperti itu?" tanya Irwan heran
"Iya nenek setuju dengan keputusan orang tua kamu"
"Kok Nenek malah belain mereka sih Nek" kesal Irwan
"Baru sekali aja mendengar percakapan kamu dengan dia Nenek saja langsung tidak menyukainya apalagi Orang tua kamu, Sudahlah Orang tua mu tau apa yang terbaik untukmu" ucap Nenek Marni yang langsung meninggalkan Irwan
"Kanapa sih semua orang malah menyetujui perjodohan ku" kesal Irwan menendang meja yang ada dihadapanya, baru beberapa kali pergerakan Nenek langsung menoleh kearahnya
"Kamu jangan merusak barang barang Nenek" ujar Nek Marni
"Nek bantulah Irwan" ujar Irwan menghampiri nek Marni
"Nenek tidak mau ikut campur dengan keputusan orang tua mu" ujar Nenek kembali meninggalkan Irwan sendirian
Drrreeeeetttt
Ponsel milik Irwan kembali berdering dan penelponya masih sama dengan sebelumnya yaitu Suli dengan malas Irwan harus mengangkatnya, Karena jika tidak pasti Pacarnya itu bakalan marah padanya dan ujung ujung akan baik jika dibelikan barang berended atau diajak shopping jika Irwan tidak melakukanya maka Suli akan tahan tidak cakapan padanya hingga berbulan bulan
"Kamu dimana sih Sayang aku sudah nungguin kamu loh dihalaman rumah aku" cerocos Suli setelah sambungan udaranya terhubung dengan Irwan
"Kan aku sudah bilang aku dirumah Nenek" jawab Irwan
__ADS_1
"Kamu balik sekarang dan temanin aku kesalon"
"Yang jaraknya itu ngk deket loh, besok bisakan?"
"Kamu maukan punya pacar cantik ya kamu juga harus berkorbanlah"
"Iya aku tau Yang tapi besok bisakan ngk harus sekarang, Aku suntuk tau ngk?"
"Aku ngk peduli sama kondisi kamu yang penting sekarang kamu antarin aku kesalon"
"Kamu egois banget sih harusnya kamu ada saat posisi aku kayak gini bukanya malah mempersulit"
"Aku mempersulit kondisi kamu? kurang penantian aku selama ini? kamu selama ini diluar negri dan kita Ldr? Ada cewek yang mau bertahan selama itu? dan ngk ada salahnya dong aku pengen berdua sama kamu karena posisi kamu sekarang ada diindonesia tapi, gitu aja kamu ngk mau"
"Yasudah kamu tunggu, aku otw"
"Gitu dong dari tadi"
*****
"Nek Nek Nek" panggil Irwan
"Ada apa lagi Irwan? Nenek tidak mau membantu kamu karena keputusan Orang tua kamu adalah pilihan terbaik buat kamu" ucap Nenek Marni setelah berada disebelah Cucunya itu
"Irwan ngk minta bantuin Nek, Irwan cuman mau pamit pulang"
__ADS_1
"Yasudah hati hati kalau begitu"