
Dengan amarahnya Ady duduk lebih dulu disofa yang ada di ruang keluarganya dan merentangkan otot ototnya diatas sofa itu.
"Berani beraninya dia melakukan hal senonoh itu pada anakku" gumam Ady dengan tangan kanan mengepal. Ia bangkit dari duduknya dan melempar sebuah barang yang terletak diatas meja yang ada didekatnya.
Mulai dari barang berbahan plastik maupun kaca ia campakan kelantai hingga pecah menjadi beberapa bagian yang tidak akan bisa dipakai kembali hingga akan melempar sebuah guci besar yang berukuran setengah dari tinggi badanya.
Ady terdiam sejenak sepertinya ia mulai menyadari, Mengapa hal ini terjadi pada putri kesayangannya. Dengan memegangi guci itu Ady tersadar dengan apa yang dilakukanya pada masa lalu yang juga berimbas pada anaknya. Ini juga hal yang sama dirasakan oleh mertuanya dulu hingga sekarang masih membenci dan tidak menganggap kehadirannya sebagai menantu dan suami dari Rosmala.
Flashback On
Tampak seorang sejoli yang tengah tertunduk dihadapan kedua orang tuanya dengan pakaian kuyup yang dipakai oleh seorang lelaki dan wanita muda itu.
"Apa kata mu?" teriak Etnis penuh amarah sembari memegangi dadanya yang terasa sesak saat mendengar pengakuan dari mulut anak muda yang ada dihadapanya.
"Maafkan saya Pak" jawab Ady tertunduk dengan mengengam erat tangan Rosmala yang berdiri disebelahnya.
"Sebanyak apa pun kata maaf yang keluar dari mulut mu tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini" ucap Tarli yang langsung bangkit dari kursi yang ia duduki dan menatap tajam pada Ady seperti harimau yang sudah siap memakan mangsanya.
"Kami khilaf, Ma" ujar Rosmala sendu agar mendapat pengampunan dan kata maaf yang tidak akan mungkin terucap dibibir kedua orang tuanya.
"Dari awal Ayah sudah tidak suka pada lelaki berengsek ini" ucap Etnis penuh penekanan dan menunjukan jari telunjuknya kearah wajah Ady yang terus saja tertunduk tanpa berani menatap wajah lelaki dan wanita paruh baya yang ada dihadapanya.
"Tapi kami saling mencintai Yah" ucap Rosmala dengan sebulir air mata yang sudah menetes diwajahnya dan semakin menguatkan gengaman tanganya pada tangan Ady yang sedari tadi dengan erat terus memeganginya.
"Jika dia mencintaimu dia tidak akan merusak mu seperti ini" Etnis
"Ini karena Ayah tidak pernah merestui hubungan kami" teriak Rosmala yang terus membela Ady.
__ADS_1
"Kau menyalahkan Ayah dalam situasi seperti ini, dimana fikiran mu, Ros?" ucap Tarli yang membela suaminya sendiri ketimbang Anak yang terlahir dari rahimnya.
"Seandainya Ayah dan Mama memberikan dukungan pada hubungan kami, hal seperti ini tidak akan pernah terjadi" selesai berkata Rosmala membalikan tubuhnya dan menarik pergelangan tangan Ady untuk meninggalkan ruang kebesaran Etnis dan istrinya didalam rumah mewahnya.
"Mau kemana kalian?" tanya Etnis saat Ady dan Rosmala sudah melangkah selangkah dari hadapan keduanya.
"Kami mau ketenangan" jawab Rosmala tanpa menatap orang yang bertanya padanya.
"Kamu anak muda setelah melakukan hal kotor pada anak ku lalu sekarang kamu akan pergi begitu saja" ujar Etnis yang kini sudah menghampiri keduanya dan berputar mengelilingi tubuh Ady.
"Apa yang harus saya lakukan Pak untuk menebus kesalahan saya?" tanya Ady tertunduk takut karena mendapat pelontaraaan tatapan tajam dari orang tua kekasihnya yang lebih lebih dari ayahnya yang siap menghajarnya saat itu juga.
"Kamu harus nikahi Ros, anak saya dan tidak ada alasan apa pun untuk menolaknya"
"Tapi Pak, orang tua saya sampai saat ini belum memberikan restu pada hubungan terlarang kami" jawab Ady.
"Tapi Yah, Mas Ady belum siap menjadi seorang suami apalagi menjadi seorang Ayah dari anak yang tengah kukandung ini"
Dengan bodohnya Rosmala berkata seperti itu dengan mudah dan entengnya ia berkata demikian. Apa dia sudah benar benar dilanda cinta hingga tidak bisa melihat kesalahan yang telah Ady lakukan padanya.
"Jika dia belum siap lalu, mengapa dia bisa menodai mu?" tanya Tarli menatap kelakuan bodoh yang dilakukanya anaknya dengan tajam, kemarahanya semakin bertambah dan semakin menjadi saat Rosmala mengelus perutnya yang masih kecil dan datar dihadapanya.
"Saat akan menikahi anak bapak setelah saya sukses, saya janji Pak"
Mendengar penuturan dari Ady, seuntai senyum terbit dibibir Rosmala sepertinya gadis ini benar benar sudah dibutakan oleh cinta hingga tidak menyadari kalau dirinya sudah diperbudak oleh Ady, kekasihnya
.
__ADS_1
Dengan kasar Etnis menarik tangan Rosmala kesebelahnya karena melihat anaknya memang sudah benar benar bodoh dan diluar nalarnya.
"Suatu saat kamu akan merasakan apa yang saat ini rasakan" ucap Etnis yang kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan semua orang yang ada ditempat itu.
Flashback Of
Ady mulai menutup matanya perlahan menikmati keheningan didalam dirinya dan mencoba mencerna kalimat terakhir yang keluar dari mulut mertuanya sebelum ia menghalalkan Rosmala sebagai Istrinya.
"Apa mungkin ini maksud dari ucapan Ayah Etnis" gumam Ady.
Bagaimana ia dulu melakukan pelecehan terhadap Rosmala dan dengan mudah pula ia berkata kalau dirinya belum siap menjadi seorang suami dan ayah dari anak Rosmala. Wajar membuat setiap orang tua marah ketika Anaknya diperlakukan seperti itu oleh lelaki bangsat yang baru dikenalnya.
Sekarang hal yang sama didapatnya, Irwan melakukan pelecehan umum dihadapanya sendiri, barulah sekarang ia mengerti kalau karma itu benaran ada dan terjadi dikehidupan nyata. tetapi, Icha lebih beruntung daripada Rosmala karena Icha dapat diterima oleh keluarga Irwan dan belum sempat melakukan hal kotor itu sedangkan Rosmala ia sudah dinodai dan bahkan tidak diterima oleh keluarga Ady.
Amarah Ady tidak lagi tertuju pada Irwan, calon menantunya, melainkan pada dirinya sendiri yang dulu tidak bisa menjaga wanitanya dengan baik dan sekarang Icha adalah buah dari perzinaanya dan ikut menanggung atas dosa dosa yang dilakukannya pada Rosmala.
Sementara Rosmala yang kini berada didalam kamar Icha bersama anaknya duduk diatas ranjang empuk milik Icha yang saling berhadapan.
"Ma, dengerin Icha, Kak Irwan ngk ngapa ngapain Icha" ucap Icha mengengam tangan Rosmala dengan erat.
"Terjadi atau tidaknya hanya kamu dan Irwan yang tahu pasti yang jelas besok adalah pernikahan kalian, seluruh berkas sudah dipersiapkan oleh keluarga Hotmadia, besok kita hanya datang kepenghulu saja" jawab Rosmala sembari melepas gengama tangan Icha.
"Ma, itu kecepatan, Icha ngk diapa apain"
"Ini sudah keputusan dan kamu harus terima semua ini"
"Ma" ucap Icha dengan sendu, mata yang berkaca kaca dan penglihatan yang penuh harap agar Rosmala mendengar penjelasan darinya.
__ADS_1
"Sudah Icha, kamu jalanin saja" jawab Rosmala, kini berjalan keluar untuk meninggalkan Icha didalam kamarnya.