ICHA Is My Wife

ICHA Is My Wife
Diporotin


__ADS_3

Sembari menunggu Suli selesai salon Irwan memainkan ponselnya dan sedikit merasa jenuh dan memilih untuk keluar dari ruangan kecantikan itu untuk mencari udara luar, Namun saat akan melangkahkan kakinya keluar dari pintu tanganya keburu dicengkram oleh Suli, Irwan menatap tangan itu dengan seksama ia tau betul siapa sang pemilik tangan dan menoleh pada orang itu


"He Sayang" ujar Irwan dengan diakhirin cengiran


"Sudah selesai" tanyanya lagi


"Sudah Yang cantik ngk? " ucap Suli dengan memutarkan tubuhnya dihadapan Irwan dan disertai oleh senyuman dibibir gadis cantik itu .


"Perfeck" ujar Irwan dengan membentuk ibu jarinya dan jari kelingkingnya membentuk huruf 0 membulat dan jari lainnya berdiri tegak berjarak


"Ihhhh makin sayang deh" ujar Suli dengan bergelud manja dilengan kanan Irwan


"Yang aku lapar nih" ujar Irwan sembari mengelus perutnya


"Hm Yank aku masih mau belanja kamu temanin ya" ujar Suli menatap Irwan dengan tatapan penuh harap dan siapa pun yang melihatnya tidak akan bisa menolaknya


"Yang kita makan dulu ya aku lapar"


"Ayang aku mau belanja dulu"


"Tapi aku lapar Yang"


"Kamu mah gitu" jawab Suli dengan wajahnya yang cemberut, bibirnya mengkriting dan mengalihkan pandanganya dari Irwan, melipat kedua tanganya didada dan menghentak hentakan kakinya kelantai


"Aku bukanya ngk mau Yang nanti aku pasti belanjain kamu tapi aku sekarang mau makan dulu" Irwan mulai membujuk Kekasihnya dengan mengengam kedua tanganya seraya memberikan pengertian namun gadis itu tetap saja keinginanya harus diturutin


Sementara ditempat lain seorang gadis cantik berkulit putih bersih kini duduk disebuah kursi yang didepanya terdapat meja rias dan cermin yang memantulkan bayangan dirinya, Ia memenggang sebuah buku dan pena ditanganya menuliskan sesuatu pada benda itu


Jika saat ini do'a ku


Masih tentang mu


Bolehkah aku mengubahnya sesaat?


Jika saat ini aku


Selalu terfokus padamu


Bolehkah aku menjedanya sebentar?


Aku ingin memperbaikin


Diriku terlebih dahulu

__ADS_1


Agar jodohku kelak


Tidak menyesal memperistrikanku


Bukan berhenti


Bukan lelah dengan sikapmu


Hanya saja aku percaya


Takdir Allah


Jauh lebih baik


Sebaik apa pun skenario


Yang ku rancang


Akan hancur jika


Tuhanku tidak mengizinkanya


Gadis yang bernama Icha itu memejamkan matanya perlahan, fikiranya kembali diingatakan kejadian beberapa bulan yang lalu saat dia bersama lelaki yang dicintainya sebelum kepergianya keluar negri tanpa seijin gadis itu untuk mengantikan posisi Abangnya bekerja ditempat itu.


"Ichaaa kejar gue" teriak seorang lelaki tampan berkulit putih dengan gigi ginsulnya yang bersembunyi dibalik sebuah pohon besar


"tangkap gue Cha kalau berhasil gue beliin es krim" teriak Afdhal lagi


"Afdhal keluar dong gue takut"


"Ihh Icha ngk seru banget sih" rutuk Afdhal sedikit kesal dan mengalihkan pandanganya yang sedari tadi menatap kearah Icha dari balik pohon, Tiba tiba seuntai senyum terbit dibibir lelaki itu sepertinya ia tengah menemukan ide yang cukup cemerlang baginya


"Afdhal"


"Afdhal"


"Afdhal"


"Afdhal"


Teriakanaa Icha semakin kuat dan keras kini cairan bening mengalir dipipi chuby wanita itu, Afdhal yang menyaksikan kejadian itu dari kejauhan ikut merasa iba dan kasihan ia tak sanggup melihat wanita itu menangis didepan matanya


"JEDOR"

__ADS_1


DAGHHH


Jantung Icha berdetak lebih cepat dari sebelumnya bahkan terasa ingin copot bagaimana tidak? tiba tiba mendapat teriakan dari belakang secara spontan dari lelaki yang tengah dicarinya, Lelaki itu muncul dari belakangnya dengan senyum sumringah yang terbit dibibir lelaki itu sembari memegang kedua pundak wanita yang ada dihadapanya


"Ihh kamu tuh ya nyebeliin banget sih" kesal Icha memukul mukul lengan Afdhal dengan pelan namun terus berlanjut


"Sakit Icha" ujar Afdhal dengan mengengam kedua tangan Icha dan menatap lekat wanita itu dan ditatap balik oleh Icha


"Kamu sih nyebeliin" ujar Icha memanyunkan bibirnya dan mengalihkan pandanganya dari Afdhal


"Sudahlah jangan ngambek lagi" goda Afdhal dengan mencolek dagu Icha


Senyum itu kembali terbit saat mengingat kejadian bersama Afdhal namun sekarang semua hanya tinggalah kenangan, Lelaki yang dicintaiinya pergi meninggalkanya tanpa alasan atau bahkan tanpa izin darinya padahal sebelumnya itu hubungan mereka baik baik saja tanpa ada masalah lalu apa alasan lelaki itu meninggalkan secara tiba tiba?


Wajah cembrut, fikiran kosong, perasaan hampa, bibir yang membungkam, dan hati yang terluka kembali menyayat wanita itu, Ia terus memperhatikan tulisan yang tertera diatas kertas putih itu, Tak disadarinya air mata kembali mengalir dikelopak matanya dan mengalir begitu saja diwajah mulusnya


"Gue rindu sama loh Afdhal gue nyesel ngk nyampain perasaan gue sebelum loh pergi"


"Loh kenapa ninggalin gue"


"Loh bilang loh selalu ada buat gue"


"Tapi kenapa sekarang loh pergi"


Fikiran yang terus menyerang otak gadis itu membuatnya kewalahan dalam berfikir, tubuhnya melemas seketika, matanya membengkak, rambutnya berantakan dan tak karuan


Ia meluruskan tangan kananya diatas meja dan meletakan kepalanya diatas tangan itu


Irwan bersama Suli masih berada didalam mal besar yang menjual berbagai jenis barang dan produk, Suli yang masih disibukan dengan memilih barang barang brended yang akan dibelinya sementara Irwan menatap barang barang itu dengan biasa saja karena perutnya sudah semakin perih akibat terlalu lama menahan lapar padahal lelaki itu memiliki penyakit mag


"Sayang ini cantik ngk?" tanya Suli dengan antusias dengan menujukan sebuah tas berwarna silver berukuran kecil pada Irwan


"Cantik Sayang jadi, yang mana yang ini atau yang tadi?" tanya Irwan


"Aku mau semuanya"


"Bukanya itu banyak banget Sayang?"


"Kamu mampukan bayarnya?"


"Bukan masalah mampu atau tidak ini masalahnya kamu boros banget


"Kan sesekali Yang"

__ADS_1


"Yaudah kamu cepetan gih aku lapar nih"


"Iya bentar Sayang"


__ADS_2