ICHA Is My Wife

ICHA Is My Wife
Kembali


__ADS_3

Irwan didalam ruangan pribadinya, ruangan yang menjadi tempat privasinya dan juga sebagai tempat istirahatnya.


Duduk diatas karpet tebal yang ada didalam kamarnya didepan televisi dengan beberapa makanan ringan ditangannya dan sampah yang berserakanya didekatnya, tampa memperdulikan bungkusan bungkusan sisa cemilanya, Lelaki itu dengan asyik menonton tayangan sepak bola yang sedang disiarkan oleh stasiun televisi.


Dreeeetttttttt.


Tanganya mulai mencari ponselnya yang berada didekatnya dengan mata yang masih fokus menatap layar televisi.


"Ada apa?" tanya Irwan sembari mengunyah keripik yang ada ditangannya setelah melihat nama kontak orang yang menghubunginya.


"Boleh ketemu?" tanya orang itu.


"Mau ngapain?"


"Aku minta maaf!"


"Buat apa?"


"Aku ngk mau kita putus!"


"Apaan sih?" balas Irwan yang langsung mematikan sambungan telponya.


Irwan mulai mencerca kata kata orang tadi. Suli memintanya balik setelah dia bertunangan dengan Icha dan mengingat kembali kejadian dirumah Icha. Bukankah mamanya tidak menyukai Icha? ini bisa jadi kesempatan baginya untuk membatalkan pernikahanya dan kembali pada Suli, gadis yang benar benar ia cintai.


Namun untuk memberi efek jera pada gadis itu, Irwan berencana untuk menolak permintaan clbk Suli agar gadis itu tidak mudah untuk mengucapkan kata putus lagi.


"Akhirnya cinta ku kembali lagi." ujar Irwan bahagia dengan menyantap makanan terakhirya.


Irwan kembali memperhatikan ponselnya saat menerima notif dari orang yang sama namun, kali ini hanya pesan singkat yang dikirimkanya.


"Oh ia, aku belum transfer uang yang aku janjikan ke Suli" ujar Irwan menepuk kepalanya sendiri dan mematikan televisinya.


Setelah mengambil jaket kulitnya dan kunci mobilnya, Irwan segera keluar dari kamarnya dan pergi kebank untuk melakukan transaksi yang akan diberikanya pada Suli.


*****


Tunangan bukankah hari berbahagia.

__ADS_1


Bagi setiap orang yang melakukanya?


Namun, mengapa lamaran ku berbeda?


Justru, aku dikejutkan oleh kenyataan.


Yang bertahun tahun tidak aku ketahui.


Aku dihadiahi oleh kesedihan.


Yang menyelimutin hati ku.


Rasanya perih, teriris, luka.


Namun, apa mau ku kata?


Sebanyak apa pun air mata ku.


Tidak akan pernah bisa mengubah takdir ku?


Menjalankan dengan ikhlas.


Apa yang memang sudah menjadi jalan ku.


Dan bersyukur dengan apa yang ku milikin.


Tulis Icha pada sebuah buku yang menjadi tempat terbaiknya untuk curhat dan menumpahkan isi hatinya.


Gadis itu mengambil ponselnya yang terletak disebelahnya dan mulai membuka sosial medianya, tak diduganya ternyata lelaki yang dicintainya mendmnya setelah menghilang beberapa hari ini.


"Aku minta nomor kamu'" isi dm itu. Dengan jari jemarinya Icha mulai mengetikan beberapa angka pada orang itu dan mengirimkanya


Syukurin apa yang kamu milikin dan jangan pernah bantah apa yang sudah digariskan kepada mu☺.


Kalimat itu Icha tulis sebagai status di sosial medianya sembari menunggu balasan chatnya yang tak kunjung datang dengan foto dirinya. Sebelum acara tunanganya Icha sempat difotokan oleh Iyem dengan gaun lamaran yang dipakainya.


Tak sedikit orang yang melihat dan mengkomen status Icha itu, termasuk salah satunya adalah Irwan, lelaki yang akan menjadi Suaminya.

__ADS_1


"Alay" tulis Irwan pada postingan Icha itu.


"Biarin" balas Icha seadanya.


Belum sempat menyimpan ponselnya, Icha langsung dihubungin oleh nomor yang tidak ia kenal dan tidak tersimpan didalam kontaknya.


"Halo, Ini siapa?" tanya Icha setelah sambungan udaranya terhubung.


"Kamu ngk ngenali suara ku? "


"Afdhal!" ujar gadis itu dengan mulut membulat sempurna. Ia kembali membuka sosial medianya ternyata, benar saja Afdhal sudah melihat balasan dm darinya namun sengaja tidak dibalasnya kembali dan langsung menghubungi Icha agar dapat berbicara lebih panjang dan jelas dari sambungan telpon.


"Selamat ya!" ujar lelaki itu


"Selamat atas apa?" tanya Icha binggung.


"Kamu sudah tunangan sama Bg Irwan dan barusan aku lihat kalian sudah akrab"


"Akrab dari mana?"


"Postingan kamu"


"It ... I ... itu"


"Sudahlah Cha, Selamat ya!"


"A ... aku itu apa namanya?"


"Semoga kamu bahagia sama Bg Irwan!"


"Dhal!"


"Aku bahagia lihat kamu bahagia" ujarnya mematikan sambungan telponya secara sepihak.


Icha terus memperhatikan layar ponselnya, air mata yang akan jatuh berusaha ia tahan agar tidak keluar, perasaan hancur kembali melandanya.


"Aku pikir kamu juga mencintai ku seperti aku mencintai mu tapi, kenyataanya kamu malah pasrah banget dengan pernikahan ini, Apa perasaan aku bertepuk sebelah tangan?" gumam Icha.

__ADS_1


__ADS_2