ICHA Is My Wife

ICHA Is My Wife
Putus


__ADS_3

Irwan dan Suli kini berada disebuah restoran mewah yang menyediakan berbagai jenis makanan konglomerat, Irwan tampak dengan nikmat memakan makanan yang ada didepanya, Sedangkan Suli dia sibuk memainkan ponselnya dan tampa memperhatikan lelaki yang ada dihadapanya


"Yang ambilin itu dong" ujar Irwan. dengan menujuk makanan berkuah yang ada didekat Suli


"Yang ambilin itu" ujar Irwan. lebih keras lagi karena ucapan pertamanya diabaikan oleh Suli yang terus menatap ponselnya dengan asyik.


"Yang"


"Oh ini Yang" ucap Suli. sembari memberikan lelaki itu makanan yang diinginkanya dengan mata yang terus menatap layar handphonenya


Brughhhhh


Irwan membanting dengan keras sendoknya diatas meja dan mengalihkan pandanganya dari wanita itu serta mengigit bibir bawahnya dengan kesal, Namun Suli tetap saja lebih memperhatikan handphonenya dari pada memandang pria yang tengah marah padanya dengan sesekali senyum yang terbit dibibir gadis cantik itu yang membuat Irwan semakin menaruh amarah padanya.


Ekhemmm


Irwan mulai memberikan kode agar Kekasihnya mengerti dengan perasaanya namun, tetap tidak ada respon yang didapatnya sebenarnya ada apa dihp wanita itu hingga Suli begitu mengabaikanya


"Ehmkhemmm


Kali ini Irwan mengeraskan volume suaranya sembari memukul meja dengan kuat hingga seluruh pengunjung direstoran menatap kearah mereka dengan kata lain mereka menjadi tontonan bagi mereka, Irwan tak peduli dengan tatapan itu ia semakin kesal dengan wanita dihadapanya yang terus saja mengabaikannya


"Yang kamu apaan sih malu tahu dilihatin orang" ujar Suli. yang kemudian meletakan ponselnya diatas meja makan dan melototkan matanya pada Irwan, Dalam kondisi yang tengah marah dan mendapat perlakuan seperti itu membuat Irwan semakin jengkel pada wanita itu .


Tak kalah melotot Irwan juga menatap gadis itu dengan cara Suli, Ia langsung membanting hp Suli kelantai dengan keras yang membuat hp itu hancur berkeping keping, Suli menatap Irwan seakan tidak percaya dengan apa yang lelaki itu lakukan padanya dan setelah itu ia mengutip pecahan pecahan hp itu.


"Apa yang kau lakukan haaa? kau sudah gila? atau kau sudah tidak waras?" murka Suli. Dengan melempar belahan hp itu pada dada bidang Irwan, Irwan menatap benda yang tengah melayang itu dimana akan singgah setelah pecahanya terjatuh dilantai Irwan kembali menatap Suli dengan amarah yang semakin menjadi.


"Kau yang sudah gila, aku yang sedari tadi bersamamu tapi kamu abaikan" ucap Irwan. Dengan menujuk kearah wajah Suli


"Lalu kenapa kamu tidak suka? Haa?" ucap Suli. Sembari mendekatkan wajahnya dengan Irwan dengan tatapan menatang


"Harusnya aku ya yang marah sama kamu"

__ADS_1


"Yaudah kamu marah aja tapi kita putus"


"Yaudah aku terima"


"Ok fine"


"Byyy"


Irwan hendak meninggalkan gadis itu yang masih berdiri ditempatnya, Namun ia kembali menghampiri Suli dan langsung disambut oleh senyuman sumringah dari Suli


"Pasti minta balikan nih" gumam Suli. Menatap sinis kearah lelaki yang akan mendatanginya dan melipat kedua tanganya didada.


"Kita putus tapi aku akan tetap penuhin janji aku buat bantu Ibu dan kebutuhan kamu" ujar Irwan. Senyum miring akhirnya keluar dari bibir seksinya sembari mengambil kacamatanya yang tertinggal diatas meja. Lelaki kekar itu kembali melangkahkan kakinya meninggalkan tempat ini dengan tangan kanan yang dimasukan kedalam tanganya yang membuat gayanya semakin keren dan setiap wanita yang melihatnya pasti jatuh hati padanya.


BRAKKK


Irwan membanting setir mobilnya dengan kasar dijalanan yang tampak sepi dan jarang dilalui oleh orang, Perasaan frustasi kini tengah menyelimutin hatinya, penyesalan mengiyakan permintaan putus dari Kekasihnya terus menghantuinya, tetapi jika ia tidak mengiyakan permintaannya wanita itu akan terus seenaknya padanya karena ini bukanlah pertama kalinya Suli minta putus dan selalu ditahan oleh Irwan.


"Bodoh banget sih gue kenapa gue langsung mauin saja, Gue masih sayang sama loh tapi kenapa loh seenaknya sama gue" teriak Irwan dengan mengeluarkan seluruh volume suaranya saat itu untuk meluapkan rasa emosinya.


Satu notif masuk kedalam ponsel Irwan penuh semangat ia mengambil handphonenya yang terdapat didalam sebuah laci kecil yang ada didalam mobilnya dan menatap layar ponselnya, satu detik setelah itu senyum yang tadinya sempat terlintas kini memudar.


"Irwan Papa tunggu dirumah"


Dengan malas Irwan kembali meletakan ponselnya ketempat semula tanpa membalasnya, ia sempat mengira bahwa notif itu berasal dari Suli yang ingin meminta maaf padanya tetapi itu hanyalah sebuah harapan.


Huuuuhhhfff


Irwan menghela nafas pelan dan melepaskanya secara perlahan, meletakan kepalanya diatas setir, Dengan posisi badanya semakin melemah, kepalanya semakin dipenuhin oleh fikiran yang terus mengingatkanya dengan Suli, matanya selalu melihat bayangan gadis itu, ucapan Suli masih tergiang ngiang ditelinganya, memorinya selalu dingatkan tentang kenanganya bersama wanita itu.


"Aku masih berharap kamu minta maaf padaku dan menarik kembali kata kata mu" lirih Irwan.


Ddrrrreeeeeetttt

__ADS_1


Handphone milik lelaki itu kembali berdering namun kali ini adalah sambungan udara dari orang yang sama dengan sebelumnya


"Irwan cepat kamu pulang ada hal yang harus segera dibahas" ujar Ramli dengan tegas.


"Mau bahas pernikahan Pa?"


"Sudahlah kamu cepat pulang"


"Iya Papa kasih tahu dong alasanya dulu"


"Iya"


"Ok aku otw"


Seakan tidak berfikir secara panjang lagi, Lelaki itu kini menurut pada perintah Orang tuanya toh jika dia menolak tidak ada alasan yang bisa digunakannya lagi, Sebelumnya ia menolak karena memiliki hubungan dengan Suli dan sangat mencintai gadis itu namun sekarang hubungannya sudah berantakan sejak beberapa menit yang lalu jadi, tidak masalahkan jika ia menurutin keinginan Orang tuanya untuk bersanding dengan wanita yang telah mereka pilihkan.


Irwan segera melajukan mobilnya kearah rumahnya dengan kecepatan diatas rata rata, jalan seakan miliknya sendiri, hambatan yang ada dilaluinya begitu saja semua terasa seperti angin berlalu bagi Irwan, Sesampainya ditujuanya Pria itu memparkirkan mobilnya dipekarangan rumah yang berukuran sangat luas dan lebar


"Ada apa Pa?" tanya Irwan. pada Ramli dan Rita yang sudah berada diruang tengah rumahnya itu sembari memainkan kunci mobilnya ditanganya


"Nanti malam kita kerumah Adi Harmansyah untuk melamar Icha sebagai Istri mu" ujar Ramli


"Ok" jawab Irwan yang langsung beranjak dari tempatnya menuju kamar pribadi miliknya


"Kenapa Irwan Ma?" tanya Ramli pada Istrinya itu setelah kepergian Anak sulungnya dan menatap Irwan dengan tatapan aneh dan mencurigakan


"Biasanya dia selalu nolak Pah ini kok dia nurut banget" Ucap Rita melakukan hal yang sama dengan Suaminya


"Apa dia sudah putus dari Suli?" Ramli


"Ahh itu tidak mungkin Pa, Papakan tahu betapa cintanya Anak Papa kegadis matre itu"


"Mungkin Irwan lagi ada masalah sama pacar kesayanganya itu" ujar Ramli sembari merangkul Rita

__ADS_1


"Bagus deh kalau begitu kalau bisa sampai putus sekalian biar tidak ada yang menghambat pernikahanya dengan Icha"


"Papa setuju Ma"


__ADS_2