ICHA Is My Wife

ICHA Is My Wife
Masa kecil


__ADS_3

Malam kini telah datang senja telah berlalu, Icha gadis mungil itu terbangun dari tidurnya yang sebelum ia tertidur diatas meja riasnya. Matanya langsung mengarah pada jam dinding yang bergantung dikamarnya, jam menunjukan pukul 07.08 waktu sudah menunjukan akan habisnya waktu magrib dengan segera ia mengambil handuknya yang tergantung dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.


Pukul 07.15 gadis itu selesai dengan kegiatan mandinya ia sengaja mandi cepat agar tidak betul betul ketinggalan waktu sholat magribnya, tanpa mengerikan rambutnya dan mengunakan celana sepaha dan bertentop ia segera melakukan kewajibanya sebagai umat Muslim.


Selesai melakukan sembayangnya ia segera memakai baju yang menutupin tubuhnya dan memakai rok dibawah lututnya, Ia juga menambah beberapa polesan make up diwajahnya dan memberi sedikit warna pada bagian bibirnya.


Icha melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang menjadi privasinya dan berjalan menuju kamar Orang tuanya yang berada dilantai bawah


"Ma" panggil Icha sembari mengetuk pintu kamar itu


"Masuk saja Sayang" jawab wanita itu dari dalam ruangan


Sesuai intruksi Icha memasukin kamar Orang tuanya itu dan melihat Mamanya yang tengah mempercantik dirinya didepan cermin dengan dibantu beberapa alat kecantikan yang tentu jumlahnya lebih banyak dari punya Icha.


"Papa mana Ma?" tanya Icha. Ia mulai menghampiri Ibunya itu dengan memandang seluruh ruangan ini dengan seksama, rasanya jika melihat kamar ini ia selalu ingin menangis terlalu banyak kenangan yang tersimpan didalamnya, bagaimana dulu ia diperlakukan baik oleh kedua Orang tuanya sebelum keluarganya hancur seperti ini


"Papa masih ada meeting Sayang" jawab Rosmala sembari memberi maskara pada bulu matanya dengan pandangan yang terus menatap kearah cermin


Setetes air mata jatuh dari kelopak mata Icha saat melihat kasur Orang tuanya, kasur yang berusai 20 tahun lebih itu, lebih tua dari usianya, pelan pelan Icha menghampiri kasur itu dan duduk diatasnya dengan tangan yang mengenjot pelan pada spring bednya.


"Icha mau tidur ditengah" ucap Anak perempuan berusia lima tahun itu berusaha lepas dari pelukan Papanya dan beranjak untuk berada diantara keduanya.


"Ngk boleh gitu dong Pa, Icha sama Mama" ucap Rosmala yang tak ingin kalah dan langsung menarik tangan Icha dari Ady Harmansyah. Ketiga sedang berada diatas ranjang yang ada dikamar Ady dan Rosmala.


"Sakit Ma" ringis Icha. Karena terlalu bersemangat wanita itu menarik Putrinya dengan kuat dan membalikan posisinya membelakangin Ady yang berstatus sebagai Suaminya. Ady yang juga ingin memeluk Anak tunggalnya itu berusaha untuk merebut Icha kembali dari Rosmala dengan mengelitikin punggung Istrinya dari belakang.


"Curang kamu Mas" ujar Rosmala yang merasa geli dan akhirnya Icha terlepas dari pelukanya dan diambil ahli oleh Ady

__ADS_1


"Icha mau ditengah" marah Anak itu. Merasa dirinya dioper oper kesana kemari membuatnya sedikit letih. Ia langsung bangkit dari pelukan Papanya dan berdiri diantara keduanya serta menatap mereka dengan tajam satu persatu. Ady berpura pura takut dengan tatapan Anaknya itu dan membalikan tubuhnya membelakangin Icha begitu juga dengan Rosmala.


Sekarang Anak kecil itu merasa diabaikan keberadaanya dan tidak ada lagi yang memperebutkannya membuhatnya merasa kesepian, Papanya mengacuhkanya begitu pula dengan Mamanya, akhirnya ia memilikin akal untuk berpura pura sakit agar Orang tua kembali mengarah padanya dan tidak membelakanginya lagi.


"Aduh aduh sakit" ringis Icha sambil memegangin kepalanya dengan posisi yang sudah tekenyans diatas rajang


"Kamu kenapa Sayang?" tanya Rosmala yang langsung mengecek kepala Icha untuk melihat bagian yang terlihat sakit


"Mana yang sakit Nak?" tanya Ady mengecek seluruh tubuh Icha dengan seksama


"Haahahaaaa" tawa Anak itu pecah seketika ketika Mama dan Papanya memegang tubuhnya bersamaan. ia memegangin perutnya yang terasa perih karena terlalu terbahak bahak dalam tertawa


Karena merasa ditipu Anaknya, Ady langsung mengelitikin ketiak Icha membuat Anak itu terus bertawa kencang bahkan Rosmala ikut membantunya dalam mengerjain Anaknya itu.


"Sudah sudah Icha capek" ucapnya berhenti tertawa.


"Sayang kamu kok diam aja?" tanya Rosmala yang kini membalikan tubuhnya untuk melihat Putrinya yang sedari tadi hanya terdiam


"Iya Ma" jawab Icha tersenyum palsu


"Kamu kenapa?" tanya Rosmala yang melihat ada kesedihan diwajah Anaknya, ia segera melangkahkan kakinya dan menghampiri Icha yang terduduk diatas ranjang.


"Icha ngkpp Ma" balas Icha lagi tersenyum


"Kamu habis nangis" tebak Rosmala yang melihat mata Anak gadisnya itu tampak memerah


"Iya Ma" jawab Icha pada akhirnya membuat Rosmala langsung membawa Anaknya kedalam kedekapan hangatnya.

__ADS_1


"Maafin Mama ya Sayang karena Mama dan Papa kamu menderita seperti Ini" ujar Rosmala yang mengerti alasan mengapa Anak gadisnya itu menangis pasti karena ia dan Suaminya yang tidak pernah akur dan damai setelah hampir lima belas tahun ini selalu bertengkar pikirnya.


"Mama ngk salah kok, Icha cuma terharu aja sebentar lagi Icha bakal ninggalin Mama dan Papa beserta rumah ini dan juga Bi Iyem yang selalu merawat aku"


"Kamu harus jadi Istri yang baik, rumah tangga kamu tidak boleh seperti Mama dan Papa, Anak kamu harus bahagia" pesan Rosmala mengengam dengan erat kedua tangan Anaknya itu.


"Kamu sering sering sharing sama Bi Iyem yang telah berumah tangga lebih dari tiga puluh tahun tapi tidak pernah cek cok dengan Suaminya, Bi Iyem lebih pantas kamu jadikan panutan dari pada Mama yang hanya terus membuat mu menangis" ucap Rosmala dengan derain air mata yang mengalir diwajahnya


"Keluarga Kak Irwan akan datang besok Ma untuk melamar dan meminta secara baik baik aku dari Mama dan Papa, aku sangat berharap mendapat restu atas pernikahan ku dengan Kak Irwan agar aku memproleh kebahagian dunia dan akhirat bersamanya"


"Mama pasti restuin Sayang kalau itu yang buat kamu bahagia dan Mama yakin kalau Irwan akan menyanyangin mu sepenuh hati"


"Amin Ma, oh ia Ma, Papa besok dirumahkan?" tanya Icha penuh harap


"Besok Papa pasti bisa nanti biar Mama yang bilangin" ucap Rosmala tersenyum


"Tapi aku pengen Wali nikah aku Papa Ma" ujar Icha menatap wanita itu dengan mata yang tidak bisa dibohongin tampak keinginan yang sangat besar dan harapan yang kuat terpancar dari bola matanya.


"Kalau itu tidak akan pernah bisa Sayang" jawab Rosmala tertunduk lesu karena mengingat hal bodoh yang pernah dilakuinya bersama Ady sewaktu mereka masih muda.


"Kenapa Ma?" tanya Icha penasaran


"Tidak lama lagi kamu akan tahu Sayang"


"Kenapa Mama tidak memberi tahunya sekarang bukanya aku sudah cukup dewasa dan layak untuk mengetahuinya"


"Sudah tapi bukan ini belum saat yang tepat" jawab Rosmala. Wanita itu melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan diikutin oleh Icha dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2