
Didalam butik Irwan sudah mendapati Ramli, Rita, Ady, Rosmala didalam ruangan itu yang sudah menunggunya sedari tadi diatas sofa besar yang ada ditempat itu.
Tanpa berkutik dan basa basi, Irwan duduk disebelah Ramli dan langsung memainkan ponselnya serta tidak memperdulikan orang orang yang menatapnya dengan aneh.
Sementara Afdhal dengan sopan menyalam papa, mamanya serta mama dan papa Icha yang juga berada ditempat itu.
"Nak Afdhal ya" ujar Rosmala tersenyum saat Afdhal menyalamnya pada urutan terakhir.
"Iya Bu, Ichanya mana?" tanya Afdhal dengan menaikan sebelah alisnya.
Ucapan Afdhal barusan membuat Irwan menghentikan kegiatannya dan menatap heran pada kelakuan Afdhal yang dinilainya sok manis didepan calon mertuanya. Senyum miring terbit dibibir Irwan ia meletakan ponselnya diatas meja dan melirik adiknya dengan tatapan jijik.
"Icha lagi ditoilet" jawab Rosmala.
"Ibu kira kamu yang akan jadi suami anak Ibu, ternyata Irwan" ujar Rosmala lagi dengan sedikit melirik kearah Irwan dan menatapnya tak suka.
"Saya dan Ichantidak berjodoh Bu" jawab Afdhal dengan senyum palsu dibibirnya.
"Sok banget sih Afdhal" gumam Irwan menatap sinis Afdhal.
Ntah mengapa ada perasaan tidak suka dihati Irwan saat melihat adiknya lebih akrab dengan calon mertuanya ketimbang dirinya sendiri karena tidak ingin melanjutkan terus pandangan tidak sedap yang ada dihadapanya. Irwan mengambil ponselnya yang terletak diatas meja dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan semua orang yang ada disitu tampa ada kata pamit.
__ADS_1
Brukkkkk
Tubuh Irwan terpental diatas lantai dan ditimpa oleh seorang wanita cantik dengan gaun selutut berwarna dusty yang akan lewat berlawanan arah denganya, kedua tangan wanita itu mengunci seluruh tubuh Irwan, hidung keduanya yang saling bersentuhan dan dada wanita itu yang menyentuh dada bidang milik Irwan, mata keduanya sempat saling pandang dalam hitungan menit.
"Awwssshhhh" ringis Icha saat tanganya digigit oleh seekor semut yang akan melintas.
Icha memangangi tanganya dan mengaruknya yang sudah mengeluarkan bentol berwarna kemerahan muda, tak disadari oleh Icha ia sedang berada diatas tubuh seorang lelaki kekar dan lelaki itu tetap saja menatap Icha dengan sangat dalam, entah apa yang sedang Irwan difikirkan hingga ia tidak sedikit pun merasakan berat saat tubuhnya sedang ditindih.
Menyadari kepergian Irwan, Afdhal menyapu seluruh pandangannya pada ruangan butik ini untuk mencari sosok abangnya itu hingga matanya menatap pada dua sejoli yang tengah berpandangan mesra itu.
"Bg Irwan" teriak Afdhal yang sudah berada diantara keduanya dan hanya mampu menelan ludahnya saat melihat tingkah keduanya yang dinilai benar benar diluar akalnya.
Irwan langsung bangkit dan menghempas tubuh Icha, bibirnya tak lagi mampu merangkai kata untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, sementara Icha yang belum mengerti dengan kehadiran orang tuanya masih terus mengaruk tanganya.
"Apa yang kamu lakukan Irwan?" tanya Rita yang dengan wajah memerah.
"Papa kecewa sama kamu" ujar Ramli yang masih tak percaya dengan apa yang dilakukannya.
"Pa, ini ngk ..."
"Apa pun alasanya, kamu harus segera menikahi anak saya, kamu sudah melakukan pelecehan terhadap anak saya" ujar Ady dengan mata melotot yang siap keluar dari kelopak matanya, amarahnya sudah memuncak didalam ubun ubunnya saat melihat anaknya diperlakukan tidak baik oleh lelaki lain walaupun lelaki itu calon suaminya karena belum ada sah diantara keduanya.
__ADS_1
"Kamu belum menjadi suaminya sudah melakukan hal sejorok ini" murka Rosmala langsung menarik pergelangan tangan Icha untuk berdiri disebelahnya dan menjauh dari Irwan.
"Mama ngk pernah nyaka kamu sebejat ini" ucap Rita penuh kecewa.
"Mau tidak mau kamu harus menikahi Icha besok, langsung di KUA" tegas Ramli
"Haa nikah?" ucap Icha kini berhenti mengaruk tanganya dan menatap mereka yang menatap Irwan seperti akan memakan anak muda itu dan mulai memahami suasana yang sedang terjadi diantara mereka.
"Ma" ucap Icha dengan pelan. Icha masih belum mengerti dengan apa yang terjadi.
"Kamu pulang, masalah kebaya kamu pakai kebaya mana saja yang penting kalian sah dulu, tidak usah pakai pesta pestaan" ucap Rosmala menarik tangan Icha dengan kasar agar keluar dari dalam Butik besar ini.
"Hari ini juga, kamu urus semua keperluan mereka untuk kelangsungan pernikahan keduanya besok termasuk berkas berkas untuk membuat buku nikah mereka" ujar Ady pada Ramli dengan tatapan tajam.
Kini yang tertinggal diruangan itu hanyalah Irwan, Afdhal, Ramli dan Rita, semuanya menatap tajam pada Irwan yang tertunduk.
"Papa ngk nyangka kamu sekeji itu" ucap Ramli dan langsung pergi meninggalkan mereka.
"Kamu sudah tidak bisa menghargai perempuan" ujar Rita yang mengikuti langkah Ramli dari belakang.
"Gue tahu Icha calon istri lo tapi, ngk sewajarnya lo kek gini" ujar Afdhal dengan jari yang menunjuk kearah wajah Irwan dan ikut meninggalkan Irwan seorang diri didalam ruangan ber AC ini.
__ADS_1