
Sore itu Frans pulang dari kantor setelah bekerja seharian Dia lelah, jadi begitu sampai rumah Dia langsung duduk di kursi ruang tamu.
"Bi Inah...tolong buatkan aku teh hijau bi, aku haus." teriak Frans memanggil bi Inah.
Tapi bi Inah tidak kunjung datang menjawab panggilan Frans, tidak lama kemudian Sarah yang datang padanya.
"Ngapain kau ke sini, aku panggil bi Inah bukan kau, bi...cepat ke sini!" kata Frans memanggil bi Inah lagi.
"Bi Inah tidak ada di rumah, Dia sedang ke pasar untuk belanja bahan makanan, aku akan buatkan untukmu teh hijaunya." kata Sarah sambil berlalu pergi ke dapur.
Beberapa saat kemudian Sarah datang membawa segelas teh hijau di tangannya.
"Ini silahkan diminum tehnya." kata Sarah sambil menyodorkan gelas di tangannya.
Frans mengambil segelas teh itu, tapi karena Ia sedang dilihatin Sarah, Ia jadi tidak fokus dengan pikirannya, sampai Ia meminum langsung teh yang masih panas tersebut.
"Ah...panas..." teriak Frans kesakitan karena lidahnya terkena air teh yang masih panas. Dan secara reflek Ia melepaskan gelas itu dari genggaman tangan kanannya dan jatuh mengenai tangan kirinya.
__ADS_1
"Aduh...panas..." teriak Frans kesakitan sambil mengibas-ngibaskan tangan kirinya.
"Pyar..." (sfx suara gelas pecah).
Sarah yang melihat itu langsung khawatir pada Frans. "Mana tanganmu, biar aku lihat." kata Sarah sambil meraih tangan Frans.
"Ini harus segera diobati supaya tidak melepuh, tunggu di sini aku akan ambilkan air es dan salep luka bakar." kata Sarah sambil berlalu pergi mengambilkan Frans air es dan salep luka bakar.
Tidak lama kemudian bi Inah tiba di rumah. "Tuan...ada apa ini? Apa tuan terluka?" tanya bi Inah yang melihat pecahan gelas yang berserakan di lantai.
"Aku tidak apa-apa, bibi bersihkan saja ini semua." jawab Frans.
Kemudian Sarah kembali dengan membawa air es dan salep luka bakar di tangannya, Ia duduk di samping Frans.
"Sini tanganmu...!" kata Sarah. Frans menyodorkan tangan kirinya yang terluka, terkena tumpahan air teh yang panas tadi.
Sarah merendam dulu tangan Frans di ember yang berisi air es, lalu Sarah mengelap tangan Frans dengan handuk.
__ADS_1
Frans menatap Sarah yang merawat tangannya yang terluka dengan sangat lembut dan hati-hati.
"Ah..." teriak Frans kesakitan saat Sarah mengoleskan salep luka bakar di tangannya.
"Maaf...aku akan lebih pelan lagi." kata Sarah.
Frans terus menatap wajah Sarah, dan semakin mendekat sampai Sarah menyadari, jika wajah Frans semakin dekat dengan wajahnya.
Sarah mendongakkan kepalanya, dan tatapan matanya bertemu dengan mata Frans yang menatapnya dengan panas. Frans terus menatap wajah Sarah dan Ia hendak mencium bibirnya, bibirnya hampir menyentuh bibir Sarah namun,
"Duk..." (sfx suara sapu jatuh).
"Maaf tuan saya tidak sengaja." kata bi Inah dengan menunduk karena merasa bersalah karena datang di waktu yang tidak tepat.
Mendengar suara bi Inah yang menjatuhkan sapunya, pikiran rasional Frans kembali, dan Ia segera mengalihkan mukanya dari Sarah.
Lalu Frans berdiri seolah-olah tidak terjadi apapun.
__ADS_1
"Lanjutkan pekerjaanmu." kata Frans pada bi Inah. Setelah itu Frans kembali ke kamarnya, Dia memikirkan apa yang baru saja ingin Dia lakukan pada Sarah.