
Frans yang sudah sangat lama menahan perasaannya pada Sarah. Begitu Dia melihat Sarah, gairahnya yang selama ini dipendamnya sudah tak tertahankan. Frans langsung mencium bibir Sarah dan melumatnya, lalu Frans menciumi leher dan dadanya.
Sarah yang sudah tidak berdaya, Dia tidak melawan lagi, karena teringat ucapan Grace tadi siang, jika Dia harus menjalankan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Frans. Supaya Frans tidak suka main di luar lagi.
"Bibirmu sangat manis dan tubuhmu sangat harum Sarah." bisik Frans pada telinga Sarah.
Malam itu Frans melakukan hubungan intim dengan Sarah, di luar kesadarannya karena Dia sedang mabuk.
Paginya, mereka masih tertidur dalam posisi berpelukan dan tidak mengenakan sehelai pakaian pun di bawah selimut.
Saat Frans membuka kedua matanya Dia sangat terkejut melihat Sarah di sampingnya dalam keadaan tanpa busana.
"Apa yang aku lakukan di sini? Kenapa kau memelukku?" kata Frans sambil mendorong tubuh Sarah, sehingga membuatnya terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Aku..." Belum selesai Sarah bicara Frans langsung memotong ucapannya.
"Apa kau menjebakku semalam? Kau menggunakan cara yang rendahan hanya untuk menarik perhatianku, tidak ada bedanya kau dengan wanita murahan." kata Frans menuduh Sarah. Sarah hanya diam menunduk karena sakit hati dengan perkataan Frans padanya.
"Sudahlah..., anggap saja ini tidak pernah terjadi." Frans segera berlalu pergi meninggalkan Sarah sendirian.
Setelah kepergian Frans, Sarah menitihkan air matanya karena Frans tidak mengingat apapun yang terjadi kemarin malam, dia hanya melihat kepergian Frans dengan tatapan sedih.
"Baiklah, jangan ganggu aku! Pergilah...!" jawab Frans yang kesal karena Rani meneleponnya untuk menanyakan hal yang tidak penting menurutnya.
Akhirnya Sarah pergi dengan Rani untuk menonton pertunjukan musik klasik tersebut. Tapi Sarah terlihat tidak menikmati pertunjukan musiknya, raut wajahnya sedih dan murung seperti orang yang sedang ada masalah.
"Ada apa Sarah? Apa kamu tidak menyukai pertunjukan musiknya?" tanya Rani yang bingung melihat sikap Sarah.
__ADS_1
"Tidak, pertunjukan musiknya bagus, hanya saja aku yang tidak bisa menikmatinya, karena aku sedang banyak pikiran," jawab Sarah dengan wajah sedih.
"Coba ceritakanlah padaku! Supaya kamu bisa sedikit lebih lega, tapi jika kamu tidak ingin memberitahuku juga tidak apa, aku tidak akan memaksamu," kata Rani dengan wajah yang khawatir.
"Terima kasih Ran, tapi aku tidak bisa cerita padamu sekarang, nanti…, pasti aku akan menceritakan semuanya padamu jika hatiku sudah siap." jawab Sarah dengan alasannya.
"Baiklah, sekarang nikmati saja pertunjukannya, lupakan dulu semua masalahmu itu, kamu jangan terlalu banyak pikiran kasihan bayimu nanti," kata Rani berusaha menghibur.
Setelah itu Sarah menuruti perkataan Rani untuk melupakan sejenak semua masalahnya dan menikmati pertunjukan musiknya.
Di kantornya Frans yang masih uring-uringan, tiba-tiba didatangi oleh Aldo, dia bertanya, "Frans, kemana kau semalam tiba-tiba pergi? Clara sangat sedih karena kau meninggalkannya begitu saja."
"Sudahlah, jangan tanya apapun, aku tidak ingat apapun tentang semalam, pergilah... aku sedang kesal!" jawab Frans tidak menggubris Aldo.
__ADS_1