IF I NEVER MET YOU

IF I NEVER MET YOU
25


__ADS_3

Bi Inah yang melihat itu jadi tidak tega dengan Sarah dan mencoba bicara pada Stevi. "Non Stevi itu tugas saya, Non Sarah tidak perlu melakukan pekerjaan itu, apalagi dia hamil besar," kata bi Inah berusaha membelah Sarah.


"Kamu jangan ikut campur ya Bi, mulai sekarang aku yang berkuasa di rumah ini, kalau kamu ikut campur, aku pecat kamu!" ucap Stevi dengan ancamannya.


Sarah yang tidak ingin dianggap hanya menumpang hidup, dia menuruti perintah Stevi untuk membersihkan seluruh rumah. Namun setelah Sarah menyapu seluruh rumah tiba-tiba, "Ah... kepalaku sakit sekali!" Sarah memegangi kepalanya sambil bersandar pada tembok karena saking sakitnya.


Lalu Sarah merasa ada sesuatu yang mengalir di hidungnya, dan ternyata itu darah. "Mungkin sakitku sudah semakin parah, aku harus bisa bertahan untuk anakku…" kata Sarah lirih sambil mengusap darah di hidungnya supaya tidak ada yang melihat.


Bi Inah yang melihat itu dari kejauhan tidak tega dan menghampirinya. "Non Sarah, apa Anda baik-baik saja?" tanya bi Inah khawatir.


"Saya tidak apa-apa bi, saya hanya kelelahan saja," jawab Sarah dengan alasannya.


"Non Sarah istirahat saja sebentar, biar bibi yang akan lanjutin semuanya, mumpung Non Stevi lagi tidur siang," kata bi Inah menawarkan bantuan.


"Terimakasih Bi, saya istirahat dulu sebentar," jawab Sarah lirih. Setelah itu bi Inah yang melanjutkan seluruh pekerjaan Sarah, yang diberikan oleh Stevi padanya.

__ADS_1


Sorenya Frans pulang ke rumah dari bekerja seharian di kantornya dan ia langsung mandi.


Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumah Frans, Sarah yang mendengar itu langsung membukakan pintunya.


Tamu itu adalah Bayu Hendrawan, Direktur PT. Banyuraga, dia datang ke rumah Frans karena tadi lupa, ada berkas yang masih tertinggal pada Frans.


"Apa pak Frans adan," tanya Bayu.


"Iya, Dia sedang mandi, anda silahkan masuk dulu, saya akan buatkan minum." kata Sarah mempersilahkan dengan sopan.


Melihat Sarah yang hamil besar dengan penampilan yang lusuh tersebut membuat Bayu penasaran.


"Maaf, anda siapanya pak Frans ya?" tanya Bayu penasaran.


"Saya..." belum sempat Sarah menjawabnya Frans datang dan memotong ucapannya.

__ADS_1


"Dia pelayan di sini, ada apa pak Bayu sampai repot-repot datang ke sini?" tanya Frans untuk mengalihkan pembicaraan Bayu.


Mendengar ucapan Frans yang tidak mengakuinya sebagai istri, hati Sarah sangat terluka, Dia sangat sedih, lalu Dia pergi ke dapur dan menangis di sana.


"Saya ke sini untuk mengambil berkas yang masih tertinggal di anda, tadi ada berkas yang belum saya terima pak." kata Bayu.


"Kalau hanya itu anda bisa menyuruh saya yang datang kan, tidak perlu anda yang harus repot-repot ke sini." kata Frans merasa sungkan.


Tidak lama setelah itu, Stevi turun ke bawah dengan penampilannya yang glamour dan elegan untuk menyapa Frans yang baru pulang dari kantor.


"Oh...ada tamu ya Frans." kata Stevi sambil berjalan melenggok-lenggok menuruni anak tangga.


Bayu yang melihat Stevi dengan penasaran langsung diperkenalkan oleh Frans.


"Pak Bayu, ini Stevi pacar saya." kata Frans, sambil mengarahkan tangannya menunjuk ke arah Stevi.

__ADS_1


__ADS_2