IF I NEVER MET YOU

IF I NEVER MET YOU
37


__ADS_3

Di rumah, Stevi yang baru pulang dari shopping, sedang melihat-lihat barang yang baru saja Ia beli di kamarnya. Tidak lama setelah itu Stevi mendengar suara mobil Frans, jadi Dia segera turun ke bawah untuk melihatnya, Dia sangat senang mengetahui Frans sudah pulang ke rumah.


"Frans, kamu dari mana saja baru pulang? Aku sangat mengkhawatirkanmu." kata Stevi dengan senyuman di wajahnya.


Begitu Stevi melihat Frans masuk ke dalam rumah, senyuman di wajahnya langsung hilang, Dia sangat terkejut melihat Frans pulang ke rumah dengan menggandeng tangan Sarah.


"Apa ini Frans? Mengapa kamu membawa wanita kampungan ini pulang?" tanya Stevi dengan kesal karena melihat Sarah.


"Kemasilah barang-barangmu dan segeralah pindah ke apartementmu!" kata Frans memerintah.


"Apa kau mengusirku Frans...? Kau mengusirku hanya demi wanita kampungan seperti Dia?" tanya Stevi yang tidak terima dengan keputusan Frans.


Lalu Frans melepaskan genggaman tangannya dari Sarah, dan Ia berjalan mendekati Stevi.

__ADS_1


"Dengarkan aku Stev, aku tidak punya pilihan lain lagi, ku mohon mengertilah aku, aku tidak mungkin membiarkan Sarah tinggal di luar rumah, jadi menurutlah sekali ini saja." kata Frans sambil memegangi bahu Stevi untuk menyakinkannya.


Stevi sangat kesal dengan keputusan Frans, tapi Ia sadar dengan posisinya sekarang, yang tidak memungkinkan untuk berdebat dengan Frans, jadi Ia mengalah menuruti perintah Frans.


"Baiklah, aku akan menuruti ucapanmu kali ini." jawab Stevi dengan terpaksa.


Tidak lama kemudian, Stevi sudah selesai berkemas dengan kopernya, Ia mendekati Sarah dan menatapnya dengan tajam.


"Kau mungkin bisa mengusirku dari rumah ini, tapi kau tidak akan bisa mengusirku dari hati Frans, ingat itu Sarah." kata Stevi dengan kesal, lalu Ia segera pergi dari rumah Frans.


"Frans...tunggu...kemana kamu akan membawaku? Pelan-pelan saja!" kata Sarah yang kesakitan karena Frans menarik tangannya.


Frans membawa Sarah ke dalam kamarnya, sesampainya di dalam kamar, Frans segera mendorong tubuh Sarah ke atas ranjang, lalu Ia mencium bibir Sarah dengan paksa seperti orang yang kehausan.

__ADS_1


Sarah yang tidak suka diperlakukan Frans seperti ini, Ia menggigit bibir Frans sampai berdarah.


"Berani sekali kau menggigitku, aku belum menghukummu karena berani kabur dari rumah, lihat bagaimana aku menghukummu nanti." kata Frans dengan kesal, lalu Ia menarik baju Sarah sampai robek.


Sarah ketakutan melihat tingkah Frans yang kasar, Ia berusaha mendorong tubuh Frans supaya menjauh darinya.


"Aku memang mau kembali pulang, tapi aku tidak mau menjadi mainan ranjangmu, lepaskan aku!" kata Sarah meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari Frans.


"Dengar Sarah, aku sudah mengabulkan permintaanmu, sekarang kau harus menuruti keinginanku." kata Frans sambil menciumi leher Sarah.


"Lepaskan aku...aku benci denganmu Frans..." kata Sarah dalam tangisannya.


"Meski kau membenciku, kau tidak akan bisa lepas dari genggamanku Sarah. Seumur hidupmu kau hanya akan jadi wanitaku selamanya." kata Frans sambil menciumi setiap bagian tubuh Sarah.

__ADS_1


Frans tetap memaksakan dirinya pada Sarah, meskipun Sarah menangis menolaknya, Dia tetap menyentuh Sarah. Hari itu Frans menyentuh Sarah dengan sangat brutal sampai tubuh Sarah lemas dan tidak berdaya.


"Ingat ini, kalau kau berani kabur lagi, aku akan menghukummu lebih berat dari ini." kata Frans sambil mencium kening Sarah dan segera pergi meninggalkannya.


__ADS_2