
Frans turun dari mobil sambil menggandeng tangan Sarah, begitu dia masuk ke dalam rumah, di sana sudah ada Grace yang menantinya.
"Mama..., apa yang Mama lakukan di sini?" tanya Frans yang terkejut melihat kedatangan Grace yang tiba-tiba ada di rumahnya.
"Mama punya tamu spesial untuk kamu."
"Tamu spesial, siapa?"
"Stevi...."
Grace memanggil seseorang wanita. Dialah Stevi Mackenzie, wanita yang paling Frans cintai dalam hidupnya, dia sudah kembali dari Paris.
__ADS_1
Stevi muncul dalam tampilan mini dress selutut warna hitam, dan memakai high heels yang tinggi, dengan rambut panjang di curly, benar-benar penampilan yang sangat elegan. Frans yang melihat itu langsung terpesona, dan melepaskan genggaman tangannya dari Sarah, dia langsung berlari memeluk Stevi.
"Stev... kamu sudah kembali...? Aku tidak percaya ini … ini bukan mimpikan?" tanya Frans yang terkejut melihat Stevi ada di depan matanya.
"Ini bukan mimpi Frans, aku sudah kembali ke sini dan tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, kamu mau memaafkanku, kan?" kata Stevi meyakinkan Frans.
"Tentu saja, aku pasti akan memaafkanmu," jawab Frans dengan tersenyum bahagia. Lalu pandangan Stevi tertuju pada Sarah dengan perut besarnya.
Frans terdiam dengan pertanyaan Stevi, lalu Grace menyautinya, "Itu Sarah, gadis desa yang hamil karena kesalahannya Frans, kamu sih dulu pergi meninggalkan Frans."
Mendengar itu, Stevi langsung melepaskan pelukan tangan Frans padanya. Frans berusaha menjelaskan pada Stevi, jika perasaanya tidak berubah sedikitpun padanya, "Dengarkan aku dulu Stev, ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan, apapun yang terjadi aku masih tetap sama mencintaimu."
__ADS_1
Stevi berjalan mendekati Sarah dan menjabat tangannya. "Baiklah ... yang sudah terjadi biarlah, tapi karena aku sudah kembali, aku akan menempati posisi yang seharusnya jadi milikku," ucap Stevi sambil menatap Sarah dengan tatapan sinis.
Sarah yang mengerti maksud ucapan Stevi tersebut ditujukan padanya, dia ingin segera pergi dari sana. "Kalian lanjutkan saja bicaranya, aku permisi dulu," kata Sarah segera meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya.
Begitu dia menutup pintu kamarnya, dia langsung merosotkan tubuhnya hingga terduduk di lantai, kakinya lemas mengetahui kenyataan suaminya mencintai wanita lain.
"Kenapa kamu setega ini padaku Frans...? Baru tadi siang kamu bilang ingin melindungiku dan membahagiakanku, apa semua itu hanya dusta? Apa aku segitu tidak berartinya bagimu...?" keluh Sarah sambil menangis terisak, dia menangis semalaman sampai ketiduran karena lelah.
Sejak kedatangan Stevi hari itu, kini dia juga tinggal di rumah Frans. Hari-hari yang dilalui Sarah pun menjadi semakin berat, karena harus melihat suaminya dengan wanita lain bermesraan di depannya.
Seperti biasanya, setiap pagi Sarah selalu menyiapkan makanan untuk Frans, namun kini dia harus melihat Stevi makan satu meja makan dengan Frans. Sarah melihat itu dengan tatapan sedih karena dengan mudahnya Stevi bisa makan satu meja dengan Frans, sedangkan dia sendiri tidak akan pernah bisa makan satu meja dengan Frans.
__ADS_1
Saat Frans sedang asyik mengobrol dengan Stevi, tiba-tiba Sarah datang mendekat, dia ingin meminta izin keluar rumah pada Frans. "Frans, aku ingin pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandunganku, apa aku boleh pergi ke luar?" pinta Sarah lirih.